Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Menjadi Renyah dengan Tebak-tebakan ala Bapak-bapak Bagian Pengantar

Muhammad Nanda Fauzan oleh Muhammad Nanda Fauzan
28 Juni 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya coba temui Pak John Riekkinen, salah satu admin grup Bapak-bapak Bagian Pengantar dengan tebak-tebakan mindblowing-nya itu.

Dengan penuh percaya diri, saya mengunggah tangkapan layar ke status wasap, disertai harapan seluruh kerbat dan handai taulan merasakan satu sensasi serupa; tertawa terbahak-bahak. Tetapi Hanum, sepupu saya yang kini remaja, justru mengomentari dengan begitu keji dan bikin hati saya remuk.

Iklan

“Da, selera humormu makin payah,” katanya.

“Turut prihatin.”

Tangkapan layar itu saya ambil dari unggahan Pak Yoga, salah satu anggota Grup “Menjadi Bapak-bapak Bagian Pengantar”, yang kira-kira begini bunyi guyonnya;

Pasien yang menderita gejala rindu dilarikan ke mana, Pak?

Ke ruang i see you. Xixixi.

Jujur,  saya kira itu lelucon yang bisa mengocok perut, tapi ternyata malah lelucon yang bikin sakit perut kayak habis kena kamehameha. Sad :”(

Di hadapan Hanum, atau remaja-remaja lain, barangkali lelucon sejenis tak relevan. Itu wajar, tebak-tebakan ala bapak-bapak memang kadung dianggap garing, renyah, basi, bahkan tak layak konsumsi karena kelewatan masa berlakunya.

Meski begitu, tebak-tebakan macam ini bisa menjadi esoteris asal digunakan di ruang-ruang tertentu. Grup wasap bapak-bapak pos ronda, misalnya.

Saya, sebagai orang yang hampir menjadi bapak-bapak, berusaha bercakap-cakap dengan Pak John Riekkinen, salah satu admin grup Bapak-bapak Bagian Pengantar yang menjadi eksosistem hibrid  bagi penyuka lawakan jenis ini.

Pertama untuk mempelajari kiat sukses menjadi renyah ala tebak-tebakan bapak-bapak yang kaffah, saya juga penasaran melacak jejak dan tingkah para bapak-bapak ini.

“Garing dalam konteks lelucon itu sebenarnya kata lain dari ‘ringan’. Lelucon ringan yang sangat lemah dalam delivery jokes-nya, sehingga hampir seluruh kalangan akan mudah menerima,” kata bapak-bapak necis yang satu ini.

“Saya cukup yakin yang menulis di Urban Dictionary juga bukan bapak-bapak. Kalau bilang itu lelucon bodoh, tentu itu bodoh, tapi apakah itu lucu? Tentu! Dalam berbagai bentuk jokes lainnya, penerima bisa adu mulut tentang apakah sebuah lelucon itu lucu atau tidak. Tapi dalam joke bapak-bapak, semua bisa setuju itu joke bapak-bapak.”

Ia terlihat penuh semangat memang. Akhir-akhir ini, grup Bapak-bapak Bagian Pengantar yang ia kelola telah menjadi spot light. Geliat interaksi bapak-bapak di dalamnya mudah kita temukan bertebaran lintas media sosial. Di Twitter, ada utas khusus kompilasi tingkah mereka. Di Instagram, akun-akun humor turut menyebarkan tangkapan layar.

Satu pekan terakhir, angka permintaan bergabung bahkan menyentuh kisaran sepuluh ribu lebih, sementara setiap harinya mereka hanya menerima member maksimal 70 biji. Ada seleksi ketat untuk menjadi anggota, yang kira-kira tingkat persaingannya sama seperti mendaftar ke PTN idaman.

Saat tulisan ini dibuat, jumlah resmi anggota grup Bapak-bapak Bagian Pengantar adalah lima puluh ribu—dan saya yakin angka itu akan terus melonjak naik—ditambah satu bapak-bapak famous tiada banding, Raffi Ahmad.

Iya, betulan. Akun resmi bapaknya Dedek Rafatar ini betulan gabung, konon blio memang punya ketertarikan terhadap konten berbau shitpost di medsos.

Iklan

Haibat, ya. Jika sepuluh pemuda bisa mengguncang dunia, sementara seratus orang tua bisa mencabut Semeru dari akarnya, keajaiban macam apa yang mampu digerakkan oleh lima puluh ribu Bapak-bapak gabut di grup Facebook+Pak Raffi Ahmad? Silakan Anda bayangkan sendiri, Pak.

Setiap harinya, Admin harus mengurasi sekitar tiga ratus unggahan yang dikirim para bapak-bapak. Memilih dan memilah konten yang “Bapak Bangedsss”, dan siap menerima aduan atas segala hal yang menyalahi aturan. Kerjanya hampir mirip seperti redaktur Mojok—atau media lain—yang sering kebanjiran naskah. Cuma, mereka enggan berpatok pada indikator tertentu.

“Kita secara kasar tidak punya guideline bagaimana konten yang ‘benar’ dan ‘salah’, tapi, ya ada feeling bapak-bapak bermain  di situ. Hehe.”

Di sinilah point krusial yang sekaligus menjadi identitas mereka; merakyat dan tak elitis.

Para pria paruh baya diijinkan curhat dan berbagai pandangan,  juga bebas melempar lelucon—dengan teknik apa pun. Meski, ya itu, tak semua orang bisa menerima dan tertawa riang, bahkan sebagian kecil golongan hanya menunjukkan mimik muka melongo sembari berujar “apaan sih, norak!” saat membacanya.

Misalnya, curhatan dari Pak Rezki.

Kipas angin di rumah Pak Tatang aneh, Pak, dari tadi nengok kanan-kiri tapi ga nyebrang-nyebrang… Xixixi…

Atau pertanyaan yang bisa menambah wawasan kita terhadap semesta dari Pak Wahyu.

Pak saya mau tanya, Astronot kalau meninggal di bulan itu tetap dikebumikan atau diganti dikebulankan, xixixi…

Hingga misteri yang coba disodorkan oleh Pak Ahmad Fauzi

Kuliah online apa benar suka ribut dengan kuliah pangkalan, Pak?

Atau, tebak-tebakanan dari Pak Nuril.

Burung-burung apa yang kaya? Jawabannya burung Beli Bis. Xixix ngakak abiez

Dan Pak Angga.

Kota, kota apa yang dipenuhi bapak-bapak? Jawabannya kota Purwo-daddy xixi…

Salah satu ciri khas lain, jika boleh dikatakan demikian, dari bapak-bapak ini adalah penggunaan ekspresi “Xixii… Ngakak abiezzz” pada komentar yang bener-bener sukses bikin nggak jadi ngakak.

Pada mulanya, memang ia digunakan untuk itu. Sebagai jurus cemooh untuk konten yang kurang bapak banget. Tetapi pada akhirnya, ia malah bertransformasi menjadi nilai jual, bahkan sejenis apresiasi. Segala yang mengocok perut layak diberi “xixi ngakak abiezzz”.

Selain itu penggunaan ejaan “alay” ala pengguna internet Indonesia di jaman lawas juga bertebaran di sini. Suatu pemandangan yang boleh jadi bikin jengah para redaktur dan polisi bahasa. Barangkali, itulah alasan mengapa Bapak Ivan Lanin belum tertarik bergabung.

Untuk fenomena itu, Pak John punya penjelasan apik.

“Saya pikir beberapa hal yang disalah pahami oleh kebanyakan anggota grup dengan istilah ‘xixixi ngakak abiesz’. Penulisan huruf besar kecil seperti sosial media tahun 2010-an, itu muncul karena jarang yang betul-betul tahu cara bicara yang kebapakan seperti apa. Admin sering menghapus komentar dan post yang mengandung badword dan terkesan mem-bully pembuat joke (yang mana jelas tidak kebapakan), sedemikian hingga muncul kalimat-kalimat baru seperti “ngakak abis” yang memang tidak melanggar aturan grup dan tetiba saja menjadi inside expression dari grup.”

Saya terkagum-kagum pada tingkah mereka. Grup Bapak-bapak Bagian Pengantar ini, menjadi alternatif hiburan saat panggung-panggung komedi arus utama, terlebih televisi, di ambil alih media mainstream yang takluk pada rating dan modal. Menjadi Bapak-bapak Bagian Pengantar, adalah habitat di mana bapak-bapak melebur menjadi satu. Saling menghibur, saling mengisi kekosongan.

Btw, setelah berbincang-bincang dengan Pak Admin dan menekuni sejumlah lelucon bapak-bapak, akhirnya saya memberanikan diri untuk mempraktikkan teknik serupa.

+ Ikan, ikan apa yang saleh?

  • Nggak tahu.

+ Ikan bawal.

  • Kok bisa ikan bawal?

+ Eh, ujan gerimis aje… Ikan bawal diyasinin… ~

Xixixi ngakak abiezzz.

BACA JUGA 15 Tebak-tebakan yang Katanya Paling Bikin Emosi atau tulisan M. Nanda Fauzan lainnya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2020 oleh

Tags: bapak-bapak bagian pengantarguyon bapak-bapaktebak-tebakan
Muhammad Nanda Fauzan

Muhammad Nanda Fauzan

Mahasiswa Filsafat UIN BANTEN.

Artikel Terkait

Susahnya Orang Bekasi Menjelaskan ke Tetangga Stresnya Kerja di Jakarta Meski Gaji 5 Juta, Nyawa Tertinggal di KRL (MOJOK.CO)

Tebak-tebakan Problematik: Berapa Gaji yang Layak Bagi Pekerja di Jakarta?

10 Oktober 2022
Untuk Ernest Prakasa, dari Pemuda Kabupaten Pecinta Tebak-tebakan MOJOK.CO

Dear Ernest Prakasa: Tebak-tebakan Bukan Materi Pengecut

13 September 2022
33 Tebak-tebakan Bapak-bapak di Whatsapp Group yang Riskan Bikin Darah Tinggi

33 Tebak-tebakan Bapak-bapak di Whatsapp Group yang Riskan Bikin Darah Tinggi

18 Desember 2021
ilustrasi Mengurutkan 10 Tebak-tebakan Bapack Teuku Wisnu yang Paling Oke sampai Paling Bikin Capek mojok.co

Mengurutkan 10 Tebak-tebakan Bapack Teuku Wisnu yang Paling Oke sampai Paling Bikin Capek

24 Agustus 2021
Tongkrongan bapak-bapak, nongkrong.MOJOK.CO

Mengenang Tebak-Tebakan Tutup Botol Fanta Sebagai Khazanah Humor Tongkrongan di Indonesia

19 Agustus 2021
Basindo UGM yang Dosennya Cocok Banget Jadi Bahan Tebak-tebakan MOJOK.CO

Basindo UGM yang Dosennya Cocok Banget Jadi Bahan Tebak-tebakan

30 April 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Kebiasaan sederhana penjaga warung madura yang bikin respek pembeli MOJOK.CO

Kebiasaan Sederhana Penjaga Warung Madura tapi Bikin Saya Respek Besar

27 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.