Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Mencari Kamerad Wahyu Setiaji, Imam Besar PKI

Rijal Mumazziq oleh Rijal Mumazziq
23 September 2017
A A
ESAI 23.sep.17 wahyu setiaji

ESAI 23.sep.17 wahyu setiaji

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selain wujud Nyi Roro Kidul dan siapa ayah Upin-Ipin, satu lagi sosok misterius di Indonesia: Wahyu Setiaji.

Kata Pak Kivlan Zen, Wahyu Setiaji adalah pemimpin 15 juta umat PKI. Keren deh. Sebuah partai dipimpin oleh seorang tokoh yang, jangankan jembutnya, wajahnya pun kita nggak tahu. Sebuah keanehan di era politik yang dominasi faktor visual-empirik.

Iklan

Memangnya Wahyu Setiaji ini vokalis Slipknot yang bersembunyi di balik topeng, atau dia meniru jejak Subcomandante Marcos, pentolan pemberontak EZLN? Entahlah. Kamerad Wahyu riwayat hidupnya juga misterius, segelap riwayat  Sensei Ganari. Siapa lagi ini? Perkenalkan, beliau guru kelasnya Nobita. Masih ingat gaya rambutnya, kan? Oke, lupakan saja. Kita fokus ke Kamerad Wahyu.

Pertama. Wajah belio. Sampai detik ini saya selalu berimajinasi bagaimana wajah Kawan Wahyu ini. Apakah bercambang ala Surya Paloh, berkumis kayak Che Guevara, berkepala plontos dengan jambul aneh macam Mario Ballotelli, atau dia punya muka mirip Gogon Srimulat?

Saya kira hanya Tuhan Yang Maha Esa serta Pak Kivlan Zein yang tahu wajah sebenarnya sang imam besar umat PKI yang jumlahnya 7 juta 15 juta ini. Termasuk bagaimana gestur dan ekspresi Bung Wahyu saat ngempet berak di dalam bus yang terjebak macet, misalnya. Hanya Pak Kivlan yang betul-betul paham.

Jadi, lupakan soal raut muka Kamerad Wahyu. Kita tidak akan pernah tahu wajah pimpinan PKI milenial ini. Belio terlampau agung untuk sekadar narsis menampakkan fotonya dan telalu remeh untuk dipasang sebagai wallpaper hape.

Kedua. Latar belakang. Karena soal wajah saja belio malu-malu kuda sehingga enggan berfoto, apalagi soal riwayat pendidikan, orangtua, pacar, nama mantan, hingga apakah belio mengidolakan Raisa atau Chelsea Islan. Kita juga nggak bakalan tahu.

Toh, ini urusan remah-remah. Sama sekali tidak termasuk aktivitas yang progresif, revolusioner, dan memihak “oeroesan rakjat” maupun “kaoem proletar”.

Intinya, belio tetap (ingin) misterius sebagaimana masa muda Tan Malaka. Sebab, misterius itu seksi dan identik dengan mitos. Sedangkan mitos ini potensial untuk dijadikan bahan baku glorifikasi diri, seperti Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Nah, saya fadlizon husnuzon, Kamerad Wahyu sengaja menikmati kemisteriusan ini.

Saya kira, Pak Jokowi juga harus membuat sandiwara nasional berhadiah sepeda mini dengan syarat bisa mengimajinasikan wajah Kamerad Wahyu. Mengapa diimajinasikan? Karena … ya itu tadi, selama ini hanya Gusti Allah dan Pak Kivlan Zen yang tahu betul bentuk mata, hidung, alis hingga pipi Kamerad Wahyu. Mustahil merekonstruksi wajahnya dengan cara dibuatkan sketsa maupun karikatur.

Ketiga. Jumlah massa. Kabarnya sih, Kamerad Wahyu ini dengan canggih bisa menghimpun 15 juta anggota. Sekali lagi, 15 juta, Sodara. Bayangkan, kota kelahiran saya, Jember, saat ini penduduknya mencapai 3 juta kepala. Ini berarti Kamerad Wahyu bisa menghimpun pengikut lima kali lipat.

Perhitungan lainnya, Kawan Wahyu mampu menyamai rekor Om Prabowo Subianto yang dengan Gerindranya bisa merekrut nyaris 15 juta pemilih dalam Pemilu 2014 silam. Om Prabs sudah ngabisin banyak duwit dan waktu, eh tiba-tiba disamai rekornya oleh orang yang penampakannya saja nggak jelas. Apa ini nggak termasuk nggiyapleki?

Saya kira Om Prabs wajib tersinggung. Saran saya, kalau Kamerad Wahyu sudah ketemu, dia wajib dihukum dengan mencium pantat kuda stallion milik Om Prabs.

Iklan

Selain mengancam popularitas Om Prabs, jelas Kamerad Wahyu dengan 15 juta umat ini melampaui pencapaian Aksi 212 yang konon pesertanya 7 juta orang. Ini berarti apabila ada tawuran massal, Alumni 212 yang tentu saja anti-kuminis akan remuk digebuk 15 juta umat Kamerad Wahyu. Tapi soal jadi nggaknya tawuran ini ya mungkin Pak Kivlan yang tahu, sebab soal begini beliau itu jagonya. Wong melobi Abu Sayyaf saja beres kok, apalagi hanya urusan beginian.

Oke, saya kira sudah cukup.

Kalau saya ngoceh terus soal Kamerad Wahyu, saya khawatir nanti belio jadi lebih populer dari Nyi Roro Kidul. Kalau ini terjadi, bisa berbahaya, bisa-bisa belio nggak misterius lagi. Padahal saya berencana mengajukan proposal keajaiban Kamerad Wahyu ini ke Jaya Suprana sebagai “Tokoh Paling Misterius se-Indonesia”.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2018 oleh

Tags: Kivlan ZenPKIPrabowo Subiantowahyu setiaji
Rijal Mumazziq

Rijal Mumazziq

Artikel Terkait

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO
Esai

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Kabar

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Kabar

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.