Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kolom

Kolom: Mengenal Reaksi Kimia, Proses yang Menjaga Kehidupan Semesta

Hasanudin Abdurakhman oleh Hasanudin Abdurakhman
3 Mei 2020
A A
Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO

Ilustrasi Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kita mengenal perubahan fisika dan perubahan kimia. Pada perubahan fisika, yang terjadi adalah perubahan wujud materi atau zat, sedangkan substansi zat itu tidak berubah. Contoh sederhana perubahan fisika adalah perubahan wujud air. Bila didinginkan pada tekanan atmosfer hingga ke temperatur 0 derajat Celsius, air akan membeku menjadi es. Bila dipanaskan hingga 100 derajat Celsius, air akan menguap. Pada perubahan ini substansi air tidak berubah. Air terdiri dari 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen yang membentuk molekul. Sifat-sifatnya tetap. Yang berubah hanyalah ikatan antarmolekul.

Perubahan kimia adalah perubahan substansi zat. Bila bereaksi dengan sesuatu air tak lagi terdiri dari 2 molekul hidrogen dan satu molekul air, tapi sudah berubah menjadi molekul lain, baik bergabung menjadi molekul yang lebih besar atau terurai menjadi molekul yang lebih kecil. Perubahan itu membawa perubahan sifat zat. Perubahan kimia ini biasa pula disebut sebagai terjadinya reaksi kimia.

Iklan

Bila kita bakar selembar kertas, yang terjadi adalah bahan kimia penyusun kertas itu, yaitu selulase dengan rumus kimia C6H10O5 diputus oleh oksigen. Setelah terbakar yang tersisa hanyalah karbon. Tentu saja kertas tak lagi ada wujudnya. Molekul selulase juga tak lagi wujud.

Kalau kita panaskan gula di udara terbuka, gula akan jadi karamel. Karamel dan gula memiliki sifat yang berbeda. Itu bisa kita amati dari perubahan warna, rasa, dan aroma. Saat dipanaskan, gula akan mengikat lebih banyak atom karbon, membentuk molekul yang lebih kompleks dengan jumlah atom lebih banyak, khususnya atom karbon. Itulah karamel.

Proses dalam tubuh makhluk hidup, baik pada hewan, tumbuhan, maupun bakteri yang kita sebut metabolisme adalah rangkaian berbagai reaksi kimia. Berbagai bahan kimia seperti gula, karbohidrat, protein, dan lemak, diubah molekul-molekulnya menjadi molekul-molekul lain. Perubahan itu disertai pembentukan energi untuk menghangatkan tubuh, juga energi kinetik untuk gerak.

Yang tak kalah menarik, hal-hal yang kita rasakan seperti sedih, senang, rasa nyaman, bahkan nafsu seksual, juga akibat dari reaksi kimia dalam tubuh. Hal-hal yang kita rasakan itu dipicu oleh hadirnya hormon-hormon tertentu dalam darah kita. Hormon-hormon itu pun produk dari berbagai reaksi kimia.

Sebenarnya apa itu reaksi kimia?

Unit terkecil dari materi adalah atom. Tentu saja atom masih terdiri dari sejumlah partikel, yaitu elektron, proton, dan netron. Tapi partikel-partikel itu secara individu tidak secara langsung menentukan sifat zat. Elektron yang berasal dari atom oksigen sama saja dengan elektron yang berasal dari atom lain. Demikian pula proton dan netron.

Secara sederhana, kita bisa gambarkan atom sebagai sebuah inti yang tersusun oleh proton dan netron. Inti atom bermuatan positif, berasal dari muatan proton. Netron tidak bermuatan. Inti atom dikelilingi oleh elektron-elektron. Elektron-elektron ini tidak berkumpul begitu saja, namun menempati “posisi” tertentu. Posisi dalam hal ini bukan sekadar soal letaknya dalam ruang, namun merupakan gambaran tingkat energinya.

Karakter atom ditentukan oleh konfigurasi elektron-elektron pada kulit terluar. Kebanyakan atom tidak memiliki elektron yang cukup untuk memenuhi jatah yang tersedia pada kulit terluar. Hanya unsur-unsur gas mulia seperti helium, neon, argon, dan sebagainya yang memiliki konfigurasi cukup. Atom-atom lain tidak. Karena itu atom-atom lain cenderung membentuk ikatan dengan atom-atom lain, baik yang sejenis maupun dengan atom yang berbeda. Oksigen, hidrogen, dan nitrogen, misalnya membentuk ikatan dengan atom sejenis, membentuk molekul dengan 2 atom atau diatomik. “Tujuan” ikatan tersebut agar konfigurasi elektron di kulit terluar tadi lebih “penuh”.

Tapi itu pun bukan akhir prosesnya. Atom-atom itu tidak pernah puas. Mereka selalu mencari kesempatan untuk lebih stabil lagi. Selalu mencari kemapanan baru. Molekul-molekul tadi tidak stabil benar. Stabilitasnya bisa kita sebut relatif. Kalau kita jejerkan tingkat stabilitas molekul-molekul senyawa, kita akan mendapatkan semacam daftar ranking, berjejer dari rendah ke tinggi, atau sebaliknya. Kita bisa bayangkan seperti menempatkan molekul-molekul senyawa itu di lereng bukit. Lereng bukit itu kita sebut potensial kimia.

Senyawa-senyawa yang memiliki potensial kimia tinggi akan cenderung “menggelinding” turun bila ada kesempatan. Turun itu maksudnya adalah menjalani reaksi, memutus ikatan yang ia miliki sekarang, kemudian membentuk ikatan baru. Ikatan baru itu lebih rendah potensialnya.

Kita bisa ibaratkan atom-atom itu seperti manusia-manusia yang tak pernah puas dengan hubungan yang mengikatnya saat ini. Ia selalu melirik kanan kiri, mencari kemungkinan hubungan yang lebih asyik, lebih membuat nyaman. Begitu ada kesempatan, mereka akan segera memutus ikatan lama, kemudian membentuk ikatan baru.

Tentu saja ada situasi sebaliknya. Kalau disuruh melepas ikatan yang sekarang ada untuk menjalin ikatan yang kurang nyaman, mereka tidak mau. Ini kasusnya pada senyawa yang potensial kimianya rendah, disuruh menjadi senyawa dengan potensial kimia tinggi. Mereka tidak akan mau. Itu ibarat seorang gadis yang sudah terikat dengan laki-laki tampan, kaya, dan penyayang, yang disuruh pindah ke pelukan laki-laki miskin, buruk rupa, dan suka melakukan kekerasan.

Pencarian ikatan baru itu seakan tiada akhir. Selalu saja tersedia ikatan yang lebih menarik, lebih membuat nyaman. Karena itu reaksi kimia terus berlangsung. Dalam hal sel-sel penyusun makhluk hidup, tidak pernah terjadi kemapanan atau kesetimbangan kimia di dalamnya. Sel yang mencapai kesetimbangan adalah sel yang mati. Ia tak lagi menyelenggarakan reaksi kimia, tak ada lagi metabolisme.

Jadi, alam semesta ini hidup, kita ini hidup, kita lapar, haus, jatuh cinta, makan, dan bersenggama, karena atom-atom tak pernah puas. Kalau atom-atom itu puas, kita tak lagi berwujud sebagai makhluk hidup.

BACA JUGA Guru Fisika yang Menginspirasi dan esai sains Hasanudin Abdurakhman lainnya di kolom TEMAN SEKELAS. 

Terakhir diperbarui pada 3 Mei 2020 oleh

Tags: atomreaksi fisikareaksi kimiaTeman Sekelas
Hasanudin Abdurakhman

Hasanudin Abdurakhman

Artikel Terkait

Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO

Kolom: Gerak Dua Dimensi

28 Juni 2020
Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO

Kolom: Gerak Jatuh dengan Gesekan

21 Juni 2020
Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO

Kolom: Gerak Jatuh Bebas

14 Juni 2020
Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO

Kolom: Gaya dan Hukum Newton

24 Mei 2020
Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO

Kolom: Mengenal Besaran Skalar dan Besaran Vektor

17 Mei 2020
Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO

Kolom: Besaran Fisika dan Pengukuran

10 Mei 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.