Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kolom

Kolom: Kecepatan dan Percepatan

Hasanudin Abdurakhman oleh Hasanudin Abdurakhman
31 Mei 2020
A A
Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO

Ilustrasi Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bila sebuah benda bergerak dari titik A menuju titik B melalui sebuah lintasan lurus yang jaraknya 10 meter dalam waktu 10 detik, maka kita katakan bahwa benda itu bergerak sejauh 10 meter dalam waktu 10 detik. Kalau kita pukul rata, kita bisa katakan bahwa benda itu bergerak sejauh 1 meter selama 1 detik. Besaran perubahan jarak tempuh suatu benda dalam setiap satuan waktu seperti ini kita sebut kecepatan. Kecepatan dirumuskan dalam satuan jarak per satuan waktu. Satuannya bisa dinyatakan dalam m/dt, km/jam, atau satuan lain, sesuai kebutuhan.

Kecepatan yang kita bahas tadi disebut kecepatan rata-rata. Kita anggap selama menempuh jarak tadi benda bergerak dengan kecepatan tetap, atau kita tidak terlalu peduli pada kecepatannya pada setiap saat. Mungkin saja dalam jarak tertentu kecepatannya 5 meter per detik, lalu di saat lain kecepatannya 0,5 meter per detik. Detil itu tidak kita perhatikan. Kita hanya mau tahu jarak dan waktu tempuh secara keseluruhan.

Kalau kita mau tahu berapa jauh benda itu bergerak pada setiap saat, maka kita harus mengukur jarak itu dalam selang waktu yang sangat pendek, misalnya selama 1 detik saja. Atau, selang waktunya kita buat lebih pendek lagi, dan kita ukur jarak yang ditempuh selama waktu tersebut. Kecepatan ini disebut kecepatan sesaat.

Baik kecepatan rata-rata maupun kecepatan sesaat adalah besaran penting dalam ilmu fisika. Keduanya digunakan untuk berbagai keperluan yang berbeda. Untuk mempelajari efek tumbukan antara 2 benda, misalnya, lebih penting untuk mengetahui kecepatan sesaat, yaitu pada saat tumbukan. Sedangkan untuk perhitungan distribusi barang dalam ilmu logistik, kecepatan rata-rata lebih punya makna.

Gerak benda yang bergerak lurus dengan kecepaan tetap disebut disebut gerak lurus beraturan. Bila tidak ada gaya yang bekerja, sebuah benda akan terus bergerak lurus, arahnya tetap, besarnya juga tetap. Itu yang dirumuskan dalam Hukum Newton I. Benda yang diam juga bisa disebut memiliki kecepatan tetap, yaitu 0. Pada benda diam juga berlaku hukum yang sama.

Ketika kita mengatakan kecepatan, kita sedang membahasnya sebagai besaran vektor, yang punya besar dan arah. Kalau kita hanya membicaran besarnya saja, maka itu namanya bukan kecepatan, tapi laju. Laju adalah nilai skalar dari besaran kecepatan.

Kecepatan dapat berubah, baik besarnya maupun arahnya. Perubahan kecepatan dalam setiap satuan waktu disebut percepatan. Percepatan juga punya arah, sehingga percepatan juga besaran vektor. Kalau sebuah benda mengalami pertambahan kecepatan ke arah yang sama dengan arah kecepatan, maka gerak benda itu dipercepat. Kalau arah percepatan adalah arah sebaliknya, maka benda itu diperlambat.

Percepatan bisa bekerja ke arah mana saja. Kalau percepatan bekerja ke arah yang tidak sejajar dengan arah kecepatan, maka benda akan berbelok. Berbelok adalah satu bentuk perubahan kecepatan. Meski pun laju benda tidak berubah, pada sebuah benda yang berbelok ada percepatan.

Percepatan ditimbulkan oleh gaya. Bila sebuah benda yang diam di atas meja kita dorong dengan sebuah gaya tertentu, maka benda itu akan bergerak meluncur. Benda yang tadinya diam jadi bergerak, karena adanya gaya. Gaya membuat perubahan kecepatan, dari 0 menjadi tidak 0. Perubahan kecepatan ini adalah percepatan. Besar percepatan adalah sebesar gaya dibagi massa benda. Untuk mempercepat sebuah benda yang besar massanya diperlukan gaya yang besar pula. Ini adalah rumusan Hukum Newton II.

Sekali lagi, untuk mempercepat benda diperlukan gaya. Sumber gaya ini bermacam-macam. Untuk mempercepat mobil kita memakai gaya dorong mesin yang dihasilkan dari gaya gerak akibat pembakaran bensin di dalam mesin mobil. Untuk mempercepat sepeda kita berikan gaya dengan genjotan pada pedal sepeda. Untuk memperlambat mobil dan sepeda kita tambahkan gaya gesek melalui rem.

Banyak keperluan yang memakai percepatan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam penelitian. Mobil dan sepeda tadi adalah contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian fisika ada alat yang disebut akselerator. Sesuai namanya alat ini berfungsi untuk menambah kecepatan benda.

Salah satu akselerator itu, bisa kita sebut paling terkenal, adalah akselerator milik lembaga riset Eropa, yaitu CERN. Alat ini berupa terowongan yang panjangnya 27 km. Di dalam akselerator partikel-partikel dipercepat dengan medan listrik atau medan magnet, artinya diberi gaya, agar bertambah kecepatannya. Makin lama makin cepat, dan kecepatannya terus ditambah, sehingga menjadi supercepat. Seberapa cepat? Kecepatannya mendekati kecepatan cahaya.

Partikel-partikel itu ditabrakkan untuk melihat bagaimana akibatnya. Dari berbagai percobaan itu para ahli mendapat informasi tentang perilaku partikel-partikel penyusun atom.

BACA JUGA Gaya dan Hukum Newton dan esai sains Hasanudin Abdurakhman lainnya di kolom TEMAN SEKELAS. 

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2020 oleh

Tags: kecepatanpercepatanteman sekelas
Hasanudin Abdurakhman

Hasanudin Abdurakhman

Artikel Terkait

Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO
Kolom

Kolom: Gerak Dua Dimensi

28 Juni 2020
Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO
Kolom

Kolom: Gerak Jatuh dengan Gesekan

21 Juni 2020
Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO
Kolom

Kolom: Gerak Jatuh Bebas

14 Juni 2020
Homeschooling Sering Diremehkan, Padahal Bisa Bikin Anak Berpikir Kritis dan Mendapatkan "Kemewahan" yang Tak Diberikan Sekolah Formal.MOJOK.CO
Kolom

Kolom: Gerak Relatif (2)

7 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.