Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kolom

Kenapa Perempuan Berisik di Temlen dan Masih Akan Terus Berisik?

Kalis Mardiasih oleh Kalis Mardiasih
28 Februari 2021
A A
Zara, Posting Video Pribadi Emang Hak Kamu, tapi Hak Itu Nggak Bebas Konsekuensi perempuan edgy kalis mardiasih mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perempuan zaman sekarang berisik banget. Apa-apa dibilang pelecehan. Apa-apa dibilang seksis dan misoginis. Apa-apa dibilang patriarkis. Apa-apa tersinggung.

Kalau kalian udah mulai keganggu banget sama protes para perempuan, tenangkan diri kalian… soalnya, protes itu akan terus berlangsung dan kayaknya belum bisa berhenti! Wekawekaweka.

Gara-gara kelamaan di rumah selama pandemi, saya jadi punya waktu luang buat nonton serial Jinny Oh Jinny di YouTube. Anak-anak yang lahir tahun 90-an pasti kenal dengan kecentilan Diana Pungky sebagai Jinny dan pernah bermimpi tinggal di dalam kerang ajaib yang kayaknya enak banget buat jadi tempat kabur dari segala beban duniawi itu.

Ketika nonton ulang Jinny Oh Jinny, banyak sekali perasaan nggak nyaman dalam diri saya. Saya tetap ketawa sih, tapi saya tahu, saya nggak nyaman dengan jokes-jokes Pak Baroto yang penuh stigma kepada perempuan janda, adegan catcalling Bagus, dan Jaka tiap ada perempuan seksi lewat, atau manipulasi Pak Baroto ke istri tiap mau selingkuh sama perempuan lain.

Saya menyadari satu hal, jokes-jokes di film tahun 90-an memang dibangun dari pelecehan dan stigma kepada perempuan.

Apakah berarti perempuan zaman sekarang nggak asyik lagi buat diajak bercanda?

Bisa kok. Tapi, seiring dengan kesadaran baru dalam masyarakat, bahwa materi komedi yang menajamkan label negatif kepada perempuan itu udah nggak zaman. Artinya, masyarakat perlu materi komedi yang lebih segar.

Janda, misalnya, dalam budaya populer jaman dulu selalu dibahas seksualitasnya semata. Janda dalam film semata dikarakterisasi sebagai perempuan penggoda, perempuan perusak rumah tangga orang, dan perempuan kesepian. Padahal, janda di dunia nyata tuh secara fungsi adalah perempuan kepala keluarga atau single mom, lho.

Kalian yang punya ibu janda pasti tahu perjuangan para ibu kalian menjadi ibu tunggal yang banting tulang buat nyekolahin anaknya. Nggak ada nyambung-nyambungnya kan sama karakter janda gatel yang digambarkan dalam film lawasan?

Itulah sebabnya ada perlawanan.

Dulu, zaman saya SD-SMP-SMA, saya masih lihat adegan live temen cowok yang jebretin tali beha temen cewek di kelas. Di depan mata saya juga, saya lihat temen perempuan dengan payudara besar diledek beramai-ramai ketika jalan ke kantin.

Anak-anak perempuan sepuluhan tahun lalu kayaknya masih nggak pada bisa melawan. Kebanyakan anak perempuan pada masa itu belum bisa mendefinisikan apa yang menimpa kami, anak perempuan, sebagai pelecehan seksual.

Kami hanya tahu peristiwa yang menimpa kami itu kayaknya dialami juga oleh generasi-generasi sebelum kamu dan kami hanya mendefinisikan peristiwa menyebalkan semacam itu sebagai “kesialan perempuan”.

Anak perempuan zaman sekarang nasibnya sudah lebih beruntung. Sejak lima tahun terakhir, di semua platform, anak-anak muda ramai mendiskusikan pelecehan seksual dan kekerasan seksual. Remaja usia SMP hari ini sudah sangat familiar dengan istilah “catcalling” dan tahu bahwa disiuli orang asing itu bukan kesialan, melainkan tindakan pelecehan dari pelaku dengan otak terbelakang yang boleh ia lawan.

Iklan

Remaja usia SMP hari ini sudah mulai mengenal istilah-istilah yang saya sendiri bahkan baru beruntung memahaminya belum cukup lama, seperti manipulasi, gaslighting, hingga toxic relationship.

Ternyata, apa yang dianggap “normal” pada masa lalu, bisa punya nilai yang berbeda di hari ini. Sesuatu yang diperbolehkan pada masa lalu bisa jadi sesuatu yang ditolak oleh budaya hari ini dan itu nggak masalah.

Contoh lain adalah tradisi bullying. Orang-orang di media sosial terus mendiskusikan bahwa acara orientasi siswa atau mahasiswa baru dengan cara pelonco atau membentak-bentak tanpa alasan itu sama sekali nggak keren.

Panitia OSPEK yang viral gara-gara bikin acara norak via Zoom juga sempet dikritik keras oleh netizen gara-gara acara meriksa-meriksa ikat pinggang sambil akting otoriter itu dianggap udah nggak berkelas.

Orang tua zaman sekarang juga sering memprotes guru yang pakai kekerasan fisik untuk mendisiplinkan siswa. Awalnya, ada guru tradisional yang berupaya mempertahankan sikapnya dengan kelakar, “Kalau nggak mau anaknya dimarahin guru, ya didik sendiri aja di rumah.”

Namun lama-lama, lebih banyak gelombang guru generasi baru yang sepakat bahwa mendidik anak tanpa kekerasan itu lebih efektif dan ada PR besar untuk mencari cara-cara kreatif mendidik anak tanpa kekerasan.

Perubahan itu mutlak dan perlu. Sepanjang perubahan itu baik, tandanya peradaban manusia udah semakin bener. Seperti hari ini ketika perempuan sudah semakin sadar akan nilai dirinya.

Maka, para perempuan ini memproses segala macam nasib buruk yang pernah teralami di masa lalu dan berharap menciptakan perubahan biar generasi selanjutnya nggak ngalamin nasib buruk yang sama di masa depan. Caranya?

Nggak ada cara lain selain dengan bersuara. Nggak ada cara lain selain dengan bawel di media sosial.

Ada media yang bikin berita perkosaan dengan nyalahin korban, siap-siap aja, pasti perempuan akan berisik melawan.

Ada media yang bikin berita janda dengan mempertanyakan kebutuhan seksualnya, perempuan akan bersatu buat belain sesama perempuan tertindas bareng-bareng.

Ada perempuan ngomongin hak-hak pekerja di perusahaan, udah dua hari ribut di temlen nggak uwis-uwis. Lebih baik diomongin dengan berbagai perbedaan pendapat, daripada nggak pernah diomongin dan dianggap bukan persoalan.

Ada predator yang beredar di aplikasi kencan online, para perempuan jadi intel bareng-bareng.

Ternyata bukan perempuan zaman sekarang yang dikit-dikit tersinggung, tapi budaya masa lalu yang terlalu primitif.

Kalau kamu nggak nyaman dengan keberisikan suara perempuan, nggak apa-apa, alias ya maaf, perempuan-perempuan ini akan terus berisik, dan berisiknya masih lama…

Mamam.


Kamu bisa baca kolom Kelas-Kalis lainnya di sini. Rutin diisi oleh Kalis Mardiasih, tayang saban hari Minggu.

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2021 oleh

Tags: berisikjandaperempuan
Kalis Mardiasih

Kalis Mardiasih

Artikel Terkait

Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Urban

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
pekerja perempuan.MOJOK.CO
Kabar

Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

1 Mei 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO
Esai

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO
Esai

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO

Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO

9 Juni 2026
Jawa Tengah dan Bappenas bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Pantura dan Pansela MOJOK.CO

Pembangunan Infrastruktur Pantura dan Pansela Jadi Prioritas karena Jateng Punya Banyak Potensi Ekonomi

9 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.