Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Khotbah

Dosa Syirik dan Hikmah Keramatkan Pohon Beringin

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
24 Januari 2020
A A
Dosa Syirik dan Hikmah Keramatkan Pohon Beringin

Dosa Syirik dan Hikmah Keramatkan Pohon Beringin

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dosa syirik merupakan satu-satunya dosa yang tak akan diampuni oleh Tuhan. Tapi kalau Tuhan itu Maha Pengampun, kenapa tak bisa mengampuni dosa itu?

“Terkutuk itu orang yang suka bertapa di pohon beringin belakang lapangan kelurahan kita, Gus,” kata Mas Is tiba-tiba saat bermain catur bareng Gus Mut.

Iklan

“Oh ada?” tanya Gus Mut terkejut karena baru tahu.

“Ada, Gus. Tiap malam jumat orangnya ke sana. Kayaknya sampai bawa kemenyan segala,” kata Mas Is.

“Bawa kemenyan? Ngapain?” tanya Gus Mut lagi.

“Ya apalagi kalau mau praktik jadi dukun itu,” kata Mas Is.

“Oh,” kata Gus Mut sambil menjalankan kuda caturnya.

“Dosa orang kayak gitu nggak bakal diampuni kan, Gus? Kasihan banget deh,” kata Mas Is.

Gus Mut agak kaget mendengar kalimat Mas Is.

Mas Is yang melihat air muka terkejut Gus Mut jadi ikut heran.

“Lah, kan emang iya kan, Gus? Dosa syirik itu kan dosa yang nggak bakal diampuni sama Tuhan. Lagian, ngapain juga nganggap pohon beringin keramat gitu. Kurang kerjaan banget,” kata Mas Is.

“Bukan kurang kerjaan, Mas Is, itu,” kata Gus Mut.

“Lah, Gus Mut ini bagaimana. Jelas kurang kerjaan lah, nenek moyang kita dulu yang suka mengeramatkan pohon beringin memang sesat dulu, tapi juga jangan diikuti dong. Udah tahu itu dosa syirik masih aja dijabanin,” kata Mas Is tiba-tiba emosi sendiri.

“Mas Is, ada alasan sebenarnya pohon beringin itu dikeramatkan oleh nenek moyang kita. Jangan asal mengejek kepercayaan orang terdahulu begitu. Ingat, Gusti Allah itu nggak suka kalau ada hamba-Nya yang mengejek sesembahan orang lain,” kata Gus Mut.

“Lah, udah jelas-jelas itu sesat. Itu dosa syirik kok Gus Mut malah belain sih?” kata Mas Is.

Gus Mut terkekeh.

“Bukan begitu maksudku, Mas Is. Aku bukan sedang dalam membela atau membenarkan mereka. Aku itu cuma bilang kalau dalam surat An-Nam ayat 108 itu Gusti Allah berfirman jangan ngejek atau mencela sesembahan orang lain, apalagi tanpa dasar pengetahuan yang cukup,” kata Gus Mut.

“Ya saya kan punya pengetahuan yang cukup, kalau mereka itu salah, sedangkan agama kita ini yang benar,” kata Mas Is.

Iklan

Gus Mut lagi-lagi tersenyum mendengar kalimat ngegas Mas Is.

“Mas, sampeyan tahu nggak apa hikmah dari nenek moyang kita yang suka keramatkan pohon beringin begitu?” tanya Gus Mut.

“Hikmah? Ya nggak ada, Gus. Perilaku sesat kok dicari hikmahnya itu gimana sih, Gus?” kata Mas Is.

“Justru dari hal-hal kayak gitu itu malah banyak hikmahnya, Mas Is,” kata Gus Mut.

“Memang apa hikmahnya, Gus?” tanya Mas Is.

“Begini. Dengan adanya kebiasaan memperlakukan istimewa pohon beringin, orang-orang zaman sekarang jadi hati-hati kalau mau menebang pohon beringin,” kata Gus Mut.

“Iya, soalnya takut dikira ada penunggunya,” kata Mas Is cepat memotong.

“Bukan cuma itu, Mas Is. Ada keuntungannya juga secara alam,” kata Mas Is.

Mas Is terheran-heran mendengar pernyataan Gus Mut.

“Kok bisa, Gus?”

“Gini lho. Pohon beringin itu salah satu pohon yang sangat baik dalam menyimpan cadangan air kalau musim hujan, dan mengeluarkan mata air secara teratur saat kemarau.”

“Kalau Mas Is tahu, di dekat pohon beringin belakang lapangan kelurahan itu kan ada sumber mata air. Di luar soal praktik orang yang disebut dukun sama Mas Is itu, mengistimewakan pohon beringin itu jadi ada hikmahnya. Seperti bikin masyarakat kita—tanpa sadar—ikut menjaga pohon beringin itu, yang artinya juga ikut menjaga pasokan air di daerahnya.”

“Mas Is bisa lihat sendiri. Alhamdulillah di daerah kita jadi jarang kekeringan karena memang ada banyak pohon beringin di area kampung kita,” kata Gus Mut.

Mas Is manggut-manggut, seperti mendapat pencerahan baru.

“Tapi yang dilakukan dukun itu, dosa syirik kan, Gus? Dosa yang nggak bakal diampuni sama Gusti Allah kan?” kata Mas Is.

“Kata siapa nggak bisa diampuni Gusti Allah, Mas Is. Ingat, Gusti Allah itu Maha Pengampun juga lho,” kata Gus Mut.

“Ta, tapi kan, ada ayatnya itu kalau dosa syirik itu nggak bakal diampuni. Ada lho, Gus, itu. Ada ayatnya kok. Saya lupa bunyinya gimana, tapi seingat saya ada,” kata Mas Is.

“Iya, itu ada ayatnya, tapi kamu jangan menjustifikasi begitu. Dosa syirik itu nggak bakal terampuni kalau orang itu sudah mati duluan sebelum tobat dari dosa syiriknya,” kata Gus Mut.

“Oh, gitu. Jadi kalau dosa-dosa lain itu ada kemungkinan bisa diampuni ya sekalipun kita sudah meninggal dunia?” tanya Gus Mut.

“Ya ada kemungkinan. Soalnya ada amal jariyah, doa dari anak yang saleh, sampai ilmu yang bermanfaat yang dimungkinkan meringankan dosa-dosa kita walaupun kita sudah mati. Tentu saja kecuali dosa syirik, Mas Is,” kata Gus Mut mengakhiri obrolan.

BACA JUGA Ribetnya Jadi Perempuan Bercadar atau tulisan rubrik KHOTBAH lainnya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2020 oleh

Tags: dosa syirikdukunPohon beringin
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Peristiwa Banyuwangi Berdarah: Sejarah Kelam Tragedi Pembantaian Dukun, Kiai, dan Santri

Peristiwa Banyuwangi Berdarah: Sejarah Kelam Tragedi Pembantaian Dukun, Kiai, dan Santri

5 April 2024
konsultasi pilkades ke dukun

Pilkades dalam Ingatan Saya, Cucuk dan Dukun adalah Kunci Kemenangan

24 Februari 2023
Diabetes di Mata Dukun Meksiko: Pengingat Menyambut Idul Adha 2022 MOJOK.CO

Diabetes di Mata Dukun Meksiko: Pengingat Menyambut Idul Adha 2022

8 Juli 2022
Warga Surabaya Mulai Tak Percaya Polisi dan Dukun MOJOK.CO

Ketika Warga Surabaya Mulai Tak Percaya Polisi dan Dukun

1 Juni 2022

Psikologi Bukan Ilmu Dukun, Jangan Seenaknya Minta Dibaca-baca

19 Desember 2021
Camkan Ini, Polisi Nggak Boleh Periksa Hape Warga Sipil tanpa Surat Perintah mojok.co

Tagar #PercumaLaporPolisi Malah Jadi Curhat Colongan Netizen saat Berhadapan dengan Polisi

9 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.