Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kerjaan yang Cocok untuk Tengku Zulkarnain usai Tak Jadi Petinggi MUI Lagi

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
7 Desember 2020
A A
Kerjaan yang Cocok bagi Tengku Zulkarnain usai Tak Jadi Petinggi MUI Lagi

Kerjaan yang Cocok bagi Tengku Zulkarnain usai Tak Jadi Petinggi MUI Lagi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski Tengku Zulkarnain tak lagi di MUI, blio bisa kok berkarier di bidang lain karena punya modalnya. Nih beberapa di antaranya.

Nama Tengku Zulkarnain tak lagi masuk ke dalam susunan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025. Sebelumnya pria yang kerap disapa Tengku Zul ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI.

Memang tidak begitu mengejutkan. Tetapi nama Tengku Zulkarnain malang melintang di kancah keagamaan. Blio adalah salah satu pesohor 212. Kedekatannya dengan Sang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab juga tak bisa terbantahkan lagi.

Namun kini, seorang tokoh kharismatik yang getol mengkritik kebijakan pemerintah ini sudah tak lagi menjadi petinggi MUI.

Kita tahu MUI adalah lembaga keagamaan yang sedikit banyak juga bermanuver pada urusan-urusan negara. Fatwa MUI pun amat berpengaruh pada sendi-sendi kehidupan umat. Dari urusan ritual agama sampai makanan halal.

Tidak lagi menjabat sebagai petinggi di MUI bukanlah akhir geliat dari seorang Tengku Zulkarnain. Lebih-lebih blio punya sepak terjang yang lumayan mentereng di berbagai bidang bukan cuma keagamaan.

Jadi saya percaya bahwa Tengku Zulkarnain bisa berkarier di bidang lain. Termasuk mencoba menggeluti lebih dalam pekerjaan-pekerjaan berikut. Yang boleh jadi sangat mashoook dan tepat buat perjalanan karier kehidupan Tengku Zul berikutnya.

Musisi

Kiprah Tengku Zulkarnain di belantika musik tanah air tak bisa dianggap kacangan. Blio lihai menggerakkan jari jemarinya dalam bermain gitar. Tengku Zul pernah menyanyikan lagu “Angela” yang dipopulerkan Jose Feliciano.

Bukan cuma itu saja. Tengku Zul juga pernah menyanyikan lagu lain. Seperti lagu “Rindu Rasul” yang dipopulerkan grup musik Bimbo, serta tentu saja lagu “Bebek-bebekku” yang dipopulerkan Vien Is Haryanto, yang katanya sering dinyanyikan blio semasa kecil.

Tengku Zulkarnain pun pernah menjajal kebolehannya dalam dunia tarik suara. Blio tercatat pernah tampil di sebuah hotel. Pasti kalian kaget kan? Ustaz yang getol setengah mampus urusan agama itu, lah kok jebul pernah manggung juga.

Setelah tak lagi menjabat di MUI, Tengku Zulkarnain bisa mengasah kembali keahliannya dalam bermain musik. Tidak ada kata terlambat untuk berkarya, walaupun umur sudah setengah abad. Gapapa.

Barangkali musik menjadi langkah awal Tengku Zul untuk merambah ke dunia non-agama dan non-MUI. Iya kan? Saya rasa, tidak ada salahnya seorang Tengku Zulkarnain bermain musik, kali aja dengan begitu blio jadi orang yang asyik.

Dalam menggeluti dunia musik, dan sebelum menjadi musisi yang pilih tanding, Tengku Zulkarnain terlebih dahulu mungkin perlu bikin nama panggung. Ya biar kalau dipanggil ke atas pentas nggak terkesan mau ceramah gitu, tapi memang betul-betul mau nyanyi atau unjuk kebolehan bermain gitar.

Belajar dari Iwan Fals atau Doel Sumbang, Tengku Zul boleh bikin nama yang semacam itu. Maksudnya, nama-nama yang bertolak belakang dengan aslinya. Iwan Fals meskipun namanya Fals, tapi suaranya bagus, Doel Sumbang pun begitu.

Hmmm oleh karena itu, saya mengusulkan nama panggung Tengku Zul adalah Zul Kanopi…

… ya karena ceramah-ceramah blio yang suka kelewat teduh dong, apalageee?

Ekonom

Usulan Tengku Zulkarnain pada masa lalu untuk menjadikan Danau Toba wisata halal dengan fasilitas penunjangnya merupakan gagasan yang visioner. Saya percaya, Tengku Zul telah mempertimbangkan masak-masak usulannya itu.

Kalau ingatan saya tidak berkhianat, usulan itu sudah ada sejak 2019 dalam cuitan Tengku Zul di Twitter. Dan mari, saya ajak untuk membuktikan usulan blio memang sungguh visioner.

Iklan

Data Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2020 menunjukkan jumlah wisatawan Muslim diperkirakan mencapai 158 juta orang. Nah, terbukti to usulan blio? Kalian akan bertambah tercengang setelah saya sodorkan data yang lain lagi.

Laporan Mastercard-CrescentRating Digital Muslim Travel Report tahun 2018, transaksi wisatawan muslim bakal melalui layanan online diperkirakan bakal mencapai US$180 miliar, atau setara Rp2.700 triliun di tahun 2026.

Dari data-data tersebut, boleh jadi Tengku Zulkarnain punya bakat menjadi seorang ekonom selain penceramah yang ngurus MUI.

DNA Tengku Zulkarnain sesungguhnya mungkin adalah seorang ekonom. Namun karena pas lahir blio berada di lingkungan muslim, maka jadilah ulama. Besar kemungkinan, setelah tak lagi di MUI blio akan menjadi seorang ekonom.

Tampil di berbagai media sudah bukan lagi bicara masalah agama, tapi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi, inflasi dan deflasi, potensi ekonomi, dan macam-macamlah.

Kalau ndilalah nggak ada media yang mau ambil statemen blio tentang ekonomi, ya belio masih bisa kok mengutarakan analisa ekonominya melalui Twitter.

Bakal ramai juga kok pasti, ya nggak, Teng?

Sejarawan

Jika kalian mengetik nama “Tengku Zul” di Google, maka akan berderet berita-berita Tengku Zulkarnain yang bicara topik historikal. Yang paling bikin geger adalah bagaimana seorang Tengku Zul ingat betul hari lahir PKI saat semua orang nggak “ngeh”.

Dalam urusan sejarah, Tengku Zul memang jempolan. Selain sanggup mengurus soal fatwa di MUI, beliau juga sanggup menghafal detil kapan hari ulang tahun PKI. Kata blio PKI lahir 23 Mei 1920, dan tahun ini PKI berumur 100 tahun.

Mungkin Tengku Zulkarnain telah khatam beberapa buku-buku sejarah yang tebal-tebal itu. Buku-buku macam Kronik ’65, Madiun 1948, Sapiens, Homo Deus, Babad Tanah Jawi barangkali menjadi bacaan wajib blio. Kalaupun tidak, mungkin Tengku Zul telah membaca berjilid-jilid LKS yang dibikin Tim MGMP Sejarah.

Penguasaan blio dalam bidang sejarah sudah tak mungkin terbantahkan lagi. Selain pendakwah, jiwa sejarawan juga mengalir dalam kromosom seorang Tengku Zulkarnain. Suatu saat bisa jadi blio akan menulis buku sejarah PKI dengan judul PKI yang Saya Pahami.

Buzzer

Modal penting seorang buzzer adalah followers yang banyak, mental penggerak, dan punya kata-kata yang mampu membius atau menggugah banyak orang. Nah, Tengku Zulkarnain punya itu semua.

Di Twitter blio punya (ketika saya menulis ini) sekitar 442 ribu followers. Hebatnya, blio nggak perlu repot-repot cari followers pakai cara seperti kita yang masih butuh mutualan. Salah satu karomah yang dimiliki Tengku Zulkarnain adalah blio mampu mendulang followers sebanyak itu, tanpa satu pun mengikuti akun lain di Twitter.

Kekuatan tweet Tengku Zulkarnain pun luar biasa dahsyat. Tanpa perlu mengemis re-tweet dan like, blio sudah mendapatkan itu dengan mudahnya dalam sekali tweet. Tak ayal, selepas tak menjabat di MUI, blio begitu cocok menjadi buzzer.

Namun blio saya rasa ogah jadi BuzzeRp. Sebab selama ini kan blio dikenal selalu memberikan koreksi pada pemerintahan Jokowi. Ya setidaknya, blio bisa jadi buzzernya oposisi. Itu pun kalau yang disebut oposisi masih ada. Eh.

BACA JUGA Mengapa Hanya Tengku Zulkarnain yang Hafal 23 Mei Tahun Ini PKI Ulang Tahun Tepat ke-100? dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terakhir diperbarui pada 7 Desember 2020 oleh

Tags: ceramahkulkas halalMUImusisitengku zulkarnain
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Mahasiswa IAIN Pekalongan.

Artikel Terkait

ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
Gagal kerja di Jakarta sebagai musisi. MOJOK.CO

Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung

11 April 2026
Sound horeg di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. MOJOK.CO

Sound Horeg bikin Kaca Jendela Rumah Pecah, Langsung Labrak Tetangga dengan Cara Elegan

23 Juli 2025
Selama Tulus dan Nadin Amizah Masih Bernyanyi, Maka Saya Belum Ingin Mati.MOJOK.CO

Selama Tulus dan Nadin Amizah Masih Bernyanyi, Maka Saya Belum Ingin Mati

1 Agustus 2024
Farid Stevy musisi jogja.MOJOK.CO

13 Musisi Sepakat, Isu Krisis Iklim Semakin Mendesak Dibicarakan

3 Desember 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Perempuan pakai tas cantel di Kota Medan dicap centil karena tingkat kriminalitas yang tinggi. MOJOK.CO

Saya Bersaksi Kota Medan Tak Ramah Perempuan: Pakai Tas Centel Lebih “Hina” dibanding Pelaku Kriminal

27 Agustus 2026
Semesta Buku Yogyakarta 2026 MOJOK.CO

Semesta Buku Yogyakarta Hadir Bersama Pasetaky #4 dan Jakal Bookshop Festival 2026: Rayakan Buku, Komunitas, dan Ruang Literasi 

27 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.