Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Jadi, Apakah Sekarang Tempo Sudah Pro-Rokok?

Ndari Sudjianto oleh Ndari Sudjianto
18 Agustus 2016
A A
Jadi, Apakah Sekarang Tempo Sudah Pro-Rokok?

Jadi, Apakah Sekarang Tempo Sudah Pro-Rokok?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagai pembaca Tempo sejak zaman kuliah dan nguli tinta selama tiga tahun (2011-2014), saya kaget luar biasa ketika melihat iklan cover edisi khusus “Memperingati Kemerdekaan” yang menyorot kiprah Chairil Anwar. Sang penyair ditampilkan dengan menghisap rokok. Wah, apakah Tempo telah mengubah kebijakan redaksinya?

Saya carep Tempo generasi Velbak, Jakarta Selatan. Sepanjang yang saya tahu, kebijakan redaksi selama ini memang lebih condong ke arah anti-rokok, sehingga pemberitaan juga lebih condong ke arah itu. Ingat ya, bullshit kalau ada yang bilang media itu netral. Semua media pasti berpihak tapi tergantung ke arah mana.

Iklan

Untuk kasus Tempo, keberpihakan biasanya setelah melewati pertempuran luar biasa mulai sekelas reporter hingga redaktur eksekutif, “bacok-bacokan” di rapat redaksi hari senin. Biasanya, seusai keputusan dibuat, siapapun harus patuh, tak peduli seberapa berdarahnya ia memegang pendapat di dalam rapat.

Kebijakan Tempo yang anti-rokok juga berimbas pada Kawasan Tanpa Rokok di kantor Velbak. Tak ada satu pun tempat diberikan di dalam gedung untuk aktivitas merokok. Perokok harus keluar gedung, atau paling banter di teras depan, hanya untuk sekadar menjadi ahlul-hisap barang sebentar.

Ketika kembali masuk ke ruangan pun, aroma rokok harus segera enyah dari pakaian. Jika tidak, kelompok mayoritas anti-rokok akan menghardik “Habis ngrokok ya, menganggu, cuci tangan dulu sana.”

Karena penegur biasanya atasan, perokok akhirnya terpaksa melipir ke kamar kecil.

Pernah ada cerita tentang salah seorang karyawan Tempo yang mencoba menghisap rokoknya saat di depan layar komputer. Sebut saja namanya JS (inisial sebenarnya). Tempo sering kali menyebut jajaran redaktur dengan singkatan. JS ini asyik merokok sambil mengedit berita hingga kepergok TH (juga inisial sebenarnya) yang saat itu punya jabatan sebagai kepala pemberitaan.

Memang agak bandel tapi cerdik, JS mengelak, “Oh iya, ga boleh ya, Mas. Maaf lupa,” kilahnya. TH marah dan geram seraya terus mengimbau kepada JS agar tidak mengulangi lagi. Sampai saya masuk Tempo dan kemudian keluar, cerita ini terus diulang disertai gelak tawa JS dan redaktur se-angkatannya.

Selain kebijakan redaksi yang mempengaruhi pemberitaan hingga penerapannya di lingkungan kantor, para penggede Tempo yang anti-rokok pun akan menunjukan resistensinya terhadap produk tembakau lewat media sosial. Para penjaga gawang Mojok pasti juga tahu, salah seorang lulusan sesama Yogya yang sekarang jadi redaktur senior di Tempo, merupakan aktivis anti-rokok.   Sementara awak Tempo yang merokok, sepertinya sulit menunjukkan sikap di publik perihal rokok.

Nah, iklan cover edisi khusus “Memperingati Kemerdekaan” bergambar Chairil Anwar yang sedang menghisap sebatang rokok itu sedikit banyak mulai membuat saya berfikir tentang perubahan kebijakan di lingkungan Tempo soal rokok. Hal ini semakin menguat tatkala saya tahu bahwa gedung baru Tempo di Palmerah, Jakarta Barat, ternyata telah menyediakan area bebas rokok di lantai tiga. Sebuah area merokok dengan konsep balkon terbuka yang diisi dengan deretan kursi yang cukup untuk menampung puluhan orang.

Tapi, waktu akhirnya menunjukkan skenarionya juga. Tempo mungkin memang sudah ditakdirkan untuk senantiasa anti-rokok. Cover bergambar Chairil Anwar menghisap rokok rupanya telah dianulir. Versi majalah yang dijual adalah cover yang menampilkan Chairil Anwar tanpa rokok.

Cover Tempo Chairil Merokok

Mencoba tabayun, saya akhirnya bertanya kepada redaktur, mantan atasan saya, kebetulan seorang perokok. Dia mengatakan semestinya rokok tetap ada karena memang merupakan ciri khas yang kuat menempel ke sosok Chairil Anwar. Tapi ternyata gambar tersebut banyak menuai protes di internal Tempo.

Ketika saya tanya apakah protes itu menyebabkan turunnya gambar rokok di cover Chairil Anwar, atasan yang menjadi teman baik itu menjawab, “Memang banyak yang protes, tapi bukan karena itu. Aku juga ga tahu pastinya.” Kilahnya disertai rinai tawa yang mencurigakan.

Yah, ihwal rokok, Tempo rupanya masih seperti yang dulu saya kenal. Belakangan, saya baru tahu kalau kebijakan Tempo tak lagi menerima iklan rokok di setiap lini medianya. Apakah Tempo tak ramah dengan perokok? Pimred Tempo Arif menjawab mention-an saya di twitter “Tempo ramah terhadap semua orang.”

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2018 oleh

Tags: chairil anwarTempo
Ndari Sudjianto

Ndari Sudjianto

Artikel Terkait

Negara tak anggap serius ancaman teror kepala babi dan bangkai tikus kepada jurnalis Tempo MOJOK.CO

Teror Serius Kepala Babi dan Bangkai Tikus kepada Jurnalis Tempo bagi Negara Hanya Lelucon Belaka

23 Maret 2025

M. Aan Mansyur & A. Saeful Anwar: Melihat Chairil Anwar Bekerja

12 September 2022
100 tahun chairil anwar mojok.co

100 Tahun Chairil Anwar, Ini 3 Fakta yang Jarang Diketahui Orang

15 Juli 2022
Wisnu Prasetya: Netralitas Media Cuma Ilusi Belaka!

Wisnu Prasetya: Netralitas Media Cuma Ilusi Belaka!

9 Mei 2022
Nezar Patria Pos Indonesia

Nezar Patria: Bermula Gerakan Mahasiswa, Jurnalis, hingga Direktur Pos Indonesia

16 Juli 2021

Pesan Istri Chairil Anwar untuk Penyair-penyair Sedunia

10 Januari 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.