Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Bukan Prabowo, Ganjar, Apalagi Puan yang Jadi Kuda Hitam Pilpres 2024

Made Supriatma oleh Made Supriatma
21 Juni 2021
A A
Bukan Prabowo, Ganjar, Apalagi Puan yang Jadi Kuda Hitam Pilpres 2024

Bukan Prabowo, Ganjar, Apalagi Puan yang Jadi Kuda Hitam Pilpres 2024

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Prabowo, Ganjar, sampai Puan sudah mulai ancang-ancang untuk manuver Pilpres 2024. Dan mereka sudah waspada pada satu kuda hitam.

Sebuah lembaga survei mengeluarkan temuannya soal Prabowo Subianto. Menurut yang saya baca saat itu, kalau pemilihan presiden dilakukan setelah lembaga survei itu mengeluarkan hasilnya, Prabowo Subianto bakalan jadi presiden.

Iklan

Survei tersebut menyigi 1.220 responden. Mereka mengajukan 42 nama yang pantas menjadi presiden. Dari semua nama itu, Prabowo mendapat 21,5%; Ganjar Pranowo 12,6%; Anies Baswedan 12%.

Selanjutnya Sandiaga Uno mendapat 5,5%; Ridwan Kamil 4,4%; Ahok 4,3%; AHaY 3,2%. Sementara Mensos Risma 2,9% dan Megawati 2,4%.

Saya tertarik dengan kesimpulan survei ini. Apakah, kalau mengikuti logika penelitian survei ini, Prabowo Subianto otomatis menjadi presiden? Tentu tidak.

Dia memang mendapat suara terbanyak. Namun tidak akan ada orang menjadi Presiden hanya dengan 21,5% saja.

Kuat dugaan saya, survei semacam ini dibuat untuk memancing perhatian. Dan media dengan riang gembira menangkapnya. Seolah-olah preferensi publik mengarah ke Prabowo.

Kita baru berada pada pertengahan tahun 2021, namun perdebatan tentang pemilihan presiden 2024 sudah mulai menghangat. Para politisi bermanuver. Media massa memanaskan. Lembaga-lembaga survei memakainya untuk mengiklankan dirinya sendiri.

Semuanya dengan satu tujuan: menarik perhatian kita sebagai elektorat.

Tidak peduli bahwa pilpres masih 3,5 tahun lagi. Bahwa satu minggu dalam pemilihan sepenting pemilihan presiden bisa berarti satu abad. Maksud saya, dalam pilpres, apa saja bisa terjadi dalam seminggu. Bahkan banyak pemilih membuat keputusan di bilik suara. Artinya, di detik-detik terakhir pemilihan.

Sebelum ini, kita melihat manuver Puan Maharani versus Ganjar Pranowo, secara diam-diam Ganjar sudah mulai memobilisasi tim relawan.

Walaupun Ganjar menyangkal, semua orang tahu bahwa di balik beberapa tim relawan itu, di antaranya ada yang bernama Ganjarist. Ya, artinya ada orang-orangnya Ganjar. Tentu, tidak akan mungkin manuver ini dilakukan tanpa sepengetahuan Ganjar sendiri.

Ini memunculkan sedikit riak di dalam PDIP di mana Ganjar dianggap sebagai kader.

Kita lihat bahwa manuver Ganjar membuahkan hasil. Kini dia termasuk barisan depan (front-runner) calon presiden. Setidaknya dalam survei tadi, Ganjar menduduki urutan kedua.

Manuver ini merangsang politisi lain untuk ikut terjun. Prabowo Subianto, yang tiga kali kalah dalam pemilihan presiden (sekali sebagai cawapres dan dua kali sebagai capres), tiba-tiba buka suara. Padahal, selama ini, sebagai menteri pertahanan dia irit bicara.

Namun dia putuskan untuk bicara. Platform yang dipilihnya pun menarik. Dia memutuskan buang suara lewat Podcast Youtube yang diasuh oleh seorang mantan pesulap.

Viola! Pesulap ini dianggap hebat karena mampu membuat Prabowo bicara. Padahal, bukan si pesulap yang jago sampai membuat Prabowo bicara, tetapi tim Prabowo sendiri yang jeli memilih platform.

Dalam pertarungan pilpres yang masih sangat dini ini, sangat penting bahwa mereka “memperkenalkan” kembali kandidatnya kepada publik. Si pesulap ini dipilih karena pengikutnya banyak. Juga karena pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan-pertanyaan ringan.

Iklan

Si pesulap ini tentu tidak akan mengajukan “gotcha questions” alias pertanyaan-pertanyaan dadakan yang membuat posisi orang seperti Prabowo sulit. Tujuan dari pesulap ini adalah membuat Prabowo bersinar, dan itulah yang terjadi.

Setiap pemilihan akan berusaha menampilkan calon yang berbeda. Sekalipun kandidatnya sama. Pada Pilpres 2014, para elektorat Indonesia dibikin terpesona oleh kandidat “rakyat” yang rajin “blusukan,” yang bertampang jelata, yang sama sekali bukan bagian dari elite.

Pada pemilu 2019 kandidat yang sama sudah menanggalkan citra yang lama. Dia di-cast sebagai orang yang akan melanjutkan “perjuangannya” untuk orang-orang kecil. “Saya tidak akan punya beban,” katanya untuk periode kedua.

Elektorat berhasil diyakinkan. Dan, sekarang pun orang yakin bahwa dia… “tidak punya beban”. Kecuali bahwa beban itu bisa ditafsirkan lain. Misalnya, tidak terbebani pada janjinya kepada para elektoratnya.

Prabowo pun sekarang berada dalam posisi yang sama. Dan, dia melakukan hal yang lebih benderang. Dia pergi ke tukang sulap untuk membuat citranya yang baru.

Pada 2014, Prabowo tampil sangat populis. Saya ingat dia ingin memajukan pertanian (dia Ketua HKTI waktu itu). Dia ingin semua anak Indonesia minum susu.

Melihat lawannya yang dari rakyat kebanyakan, dia berusaha tampil agung—dengan kuda impornya yang gagah (dia sangat terobsesi dengan kuda; dan bahkan bikin patung Sukarno berkuda tanpa peduli bahwa Sukarno tidak pernah naik kuda).

Pada Pilpres kedua, dia menjadi sangat nasionalistik. Dia anti-asing khususnya terhadap Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Sampai akhirnya, kita tahu bahwa dia kalah.

Namun karier politiknya tidak tamat. Lawannya malah mengangkatnya menjadi Menteri Pertahanan, sebuah posisi yang sangat strategis.

Hingga tahap ini, kita belum tahu bagaimana Prabowo akan meng-casting dirinya untuk Pemilu 2024. Namun dengan prestasinya tiga kali kalah Pilpres, tidak diragukan bahwa dia adalah kandidat yang paling punya nama di antara semua kandidat presiden yang ada.

Saat ini, Prabowo berusia 69 tahun. Kalau terpilih pada 2024 dia akan berusia 73 tahun.

Mungkin dia akan memerankan diri sebagai negarawan senior. Dalam usia lewat 70 tahun, saya tidak yakin dia akan bisa seenaknya naik kuda. Namun, saya bisa salah. Soalnya dalam politik semuanya adalah citra.

Di balik semua riuh rendah politik calon presiden ini, saya kira semua kandidat semua berhitung pada satu kuda hitam. Dan saya kira tidak seorang pun akan mengeliminasi kemungkinan si kuda hitam ini. Karena kuda hitam ini bukan kuda hitam biasa.

Dia presiden sipil yang dua kali memang pilpres, sekali memang pilgub, dan dua kali menang pemilihan wali kota. Seorang politisi paling lihai Indonesia saat ini. Cukup underrated. As politician.

Terutama jika kita menyadari bagaimana posisinya di partai dan jabatannya di pemerintahan. Dan kamu juga pasti tahu dia ini siapa.


BACA JUGA Jokowi Tiga Periode Adalah Program Politik yang Masuk Akal dan tulisan Made Supriatma lainnya.

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2021 oleh

Tags: ganjarjokowiPilpres 2024prabowopresidenpuan
Made Supriatma

Made Supriatma

Peneliti dan jurnalis lepas.

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Doktor termuda di UGM, Jogja ingin jadi presiden. MOJOK.CO

Doktor Termuda UGM Usia 25 Tahun Ingin Jadi Presiden RI, Meneruskan Sepak Terjang BJ Habibie di Bidang Eksakta

6 November 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.