Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kebijakan BKN itu Nggak Adil untuk Calon ASN yang Sudah Berjuang, Dapat Nilai Tertinggi, tapi Tersingkir karena Bukan Prioritas

M. Dona Setiawan oleh M. Dona Setiawan
7 Januari 2025
A A
BKN Tidak Adil: Nilai Tertinggi, tapi Gagal Lolos ASN karena Bukan Prioritas MOJOK.CO

Ilustrasi BKN Tidak Adil: Nilai Tertinggi, tapi Gagal Lolos ASN karena Bukan Prioritas. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kebijakan BKN untuk memprioritaskan tenaga K2 ini nggak adil. Sistem ini membuat orang bisa tetap gagal lolos tes ASN meski dapat nilai paling tinggi.

Desember 2024 yang lalu, tepatnya tanggal 17, saya mengikuti tes PPPK tenaga teknis. Awalnya saya tidak berminat. Saya ini merasa tidak cocok menjadi ASN. Dan benar saja, karena pada akhirnya, BKN bikin saya kecewa.

Sejenak kita mundur ke belakang. 

Lulus SMA, ibu menyuruh saya untuk kuliah keguruan. Niat ibu, ke depannya ingin saya jadi guru ASN (dulu namanya PNS). Bagi banyak orang tua, status pekerjaan ini sangat mulia. Namanya saja abdi negara.

Selain itu, gaji sebagai ASN itu rutin tiap bulan ada. Begitu kira-kira alasan beliau mendorong saya untuk mendaftar. Yakinlah, semua orang tua pasti menginginkan kehidupan yang terbaik bagi anak-anaknya. Duh, saya jadi pengin nangis. 

Namun sayang, asa ibu tidak gayung bersambut dengan cita-cita saya. Saya tidak ingin menjadi guru, tapi musisi terkenal. Sial! Saya gagal total menjadi musisi terkenal, serta urung pula menjadi guru yang sangat ibu idam-idamkan. Runyam. 

Sejak awal malas mendaftar ASN

Kita kembali ke cerita awal. Perihal tes menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pada intinya, ini adalah usaha lolos ASN yang berada dalam naungan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sejak awal, saya memang malas untuk ikut. Pekerjaan menjadi abdi negara terlalu formil buat saya. Namun, ibu dan istri mendorong begitu keras, bahkan kayaknya setengah memaksa. Bahkan yang pada akhirnya mengurus pendaftaran berkas adalah istri saya. 

Dia mengurus semua berkas untuk tes administrasi PPPK. Jadi saya terima beres saja. Singkat cerita, BKN menyatakan saya lulus administrasi. Langkah selanjutnya adalah tes kompetensi. 

Selang sekitar 1 bulan pengumuman lulus administrasi, pihak BKN mengumumkan bahwa tes kompetensi akan dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2024. Itu artinya, saya dan semua calon ASN punya waktu kurang lebih 30 hari untuk persiapan.

Karena ini tes perdana, saya mempersiapkan diri sebaik mungkin. Istri sudah memberi dukungan, pengarahan, dan motivasi yang luar biasa. Maka, 1 bulan penuh saya belajar tentang soal kompetensi teknis, manajerial, sosiokultural, dan wawancara. 

Baca halaman selanjutnya: Gagal karena tidak menjadi prioritas, meski dapat nilai tertinggi.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2025 oleh

Tags: ASNbknCAT ASNK2tenaga honorertes ASNtes CPNS
M. Dona Setiawan

M. Dona Setiawan

Penjaja kaos dan kata-kata. Aktif menulis di caknun.com, dan kini mengabdi di SD Negeri Gemolong.

Artikel Terkait

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO
Urban

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO
Aktual

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

1 April 2026
Work from home (WFH) untuk ASN tidak peka kondisi pekerja informal MOJOK.CO
Tajuk

WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal

30 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.