Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kebijakan BKN itu Nggak Adil untuk Calon ASN yang Sudah Berjuang, Dapat Nilai Tertinggi, tapi Tersingkir karena Bukan Prioritas

M. Dona Setiawan oleh M. Dona Setiawan
7 Januari 2025
A A
BKN Tidak Adil: Nilai Tertinggi, tapi Gagal Lolos ASN karena Bukan Prioritas MOJOK.CO

Ilustrasi BKN Tidak Adil: Nilai Tertinggi, tapi Gagal Lolos ASN karena Bukan Prioritas. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ujian di Semarang

BKN melaksanakan uji kompetensi di Auditorium Muladi, Universitas Diponegoro, Semarang. Sebanyak 200 orang lebih bertarung memperjuangkan nasibnya sebagai ASN. Tak terkecuali saya. 

Satu yang menjadi kelemahan saya adalah soal matematika. Kalau soal cerita semacam Banu memiliki uang sekian untuk membeli ini dan itu, saya masih bisa menalarnya. Tapi kalau sudah ketemu soal akar atau pangkat, saya angkat tangan. 

Waktu tes masih menyisakan 28 menit, semua soal sudah saya rampungkan. Tidak mau berlama-lama duduk di kursi panas (yang bikin mumet dan stres) saya memutuskan keluar dari ruang ujian. 

Setelah itu, rasanya lebih lega. Saya juga sudah mengantongi nilai. Tidak begitu tinggi, tapi cukup memuaskan hati. Bahkan saya percaya diri kalau BKN akan meluluskan saya sebagai ASN.

BKN bikin saya kecewa

Selang beberapa hari, BKN merilis pengumuman bahwa tes PPPK tahap 1 tahun 2024 akan diumumkan secara berkala mulai 24 hingga 31 Desember. Dan kita semua setuju, menunggu itu sesuatu yang amat menjengkelkan. 

Nah, tepat di penghujung tahun, pengumuman resmi BKN bernomor 800.1.2.2/1900/24/2024 terbit. Tidak ada kabar baik untuk saya dan keluarga. Dari 10 orang peserta yang mendaftar di instansi yang saya pilih, nilai saya paling tinggi. Namun, saya dinyatakan tidak lolos. Saya kalah dengan status prioritas peserta THK 2 atau K2. 

Apa itu K2? 

Berikut saya spill dulu kutipan sistem penentuan kelulusan berdasarkan Keputusan Menteri PAN-RB (Permenpanrb) Nomor 347 Tahun 2024:

Jadi, pelamar ASN yang lulus adalah yang memiliki nilai kumulatif tertinggi. Selain itu, ada juga peraturan khusus yang berlaku secara berurutan sebagai berikut:

  1. Pelamar dengan status eks-THK-II (tenaga honorer yang pernah berstatus THK II (K2) terdaftar di database BKN, dan masih aktif bekerja di instansi pemerintah).
  2. Pelamar berstatus sebagai pegawai yang terdaftar dalam database tenaga bukan ASN pada BKN dan aktif bekerja pada instansi pemerintah.
  3. Pelamar dengan status sebagai pegawai yang aktif bekerja pada instansi pemerintah paling sedikit 2 tahun terakhir secara terus menerus.

Oh ya, seleksi PPPK tahun 2024 ini dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan penentuan kelulusan berdasarkan peringkat terbaik. Dalam seleksi tidak ada nilai ambang batas, namun pelamar akan dinyatakan lulus jika berperingkat terbaik. 

Iya, saya berhasil meraih nilai kumulatif tertinggi. Namun, karena status saya bukan tenaga K2, maka saya kalah atau tergeser dengan peserta yang berstatus K2. Bahkan ketika nilai yang berstatus K2 jauh di bawah saya. (Simak kutipan penjelasan di atas). 

Apesnya lagi, BKN baru merilis pengumuman penentuan kelulusan berdasarkan Keputusan Menteri PAN-RB ini pada 10 Desember 2024. Ini tepat 7 hari sebelum tes kompetensi diselenggarakan. Alamak!

Kegelisahan saya sebagai pejuang ASN

Pertanyaannya, kenapa BKN tidak mengumumkan sistem penentuan kelulusan jauh sebelum tes seleksi? Kalau sejak awal sudah tahu sistem ini, saya dan pejuang ASN lain yang bukan non-honorer bisa mikir dulu.

Kalau sistem kelulusan ini baru rilis “di tengah jalan”, kan kepalang nanggung. Sudah basah, ya mandi sekalian. Begitu. 

Iklan

Nah, biar lebih jelas, silakan lihat bagan di bawah ini:

Total nilai saya paling tinggi, yaitu 495. Kode R3 artinya bukan tenaga honorer atau orang umum. Sedangkan yang lolos total nilainya hanya 415. Kode R2/L itu maksudnya tenaga honorer yang lolos. Keterangan centang merah adalah total nilai saya. Centang ijo nilai peserta yang lolos. 

Kebijakan skala prioritas yang diterapkan BKN terkesan ini nggak adil 

BKN meloloskan tenaga honorer dengan dalih pengabdian, bukan karena faktor nilai. Dan bagi tenaga honorer, kebijakan yang mengacu pengabdian tersebut tentu dianggap wajar dan masuk akal. Sudah mengabdi kok, ya harus menjadi prioritas. Begitu kira-kira cara berpikirnya. 

Namun sebaliknya, bagi pelamar non-honorer (K2), skala prioritas BKN tersebut rasanya jahat sekali. Nggak ada gunanya dapat nilai tinggi atau bahkan nilai sempurna. Pada akhirnya, bisa nggak lolos.

Selama ada pelamar K2, meski nilainya rendah, tetap saja bisa lolos jadi ASN. Saya merasa sistem ini tidak menghargai kerja keras calon ASN dari lingkup “orang biasa”. Bukankah itu suatu kebijakan yang pincang? Saya menghormati para pekerja honorer. Sudah begitu lama mereka tidak mendapat hak yang layak. Tapi, sistem ini benar-benar merugikan.

Solusi untuk BKN

Kalau BKN mau adil, ya bikin saja uji kompetensi yang spesifik. Misalnya, tahap 1 ujian khusus bagi tenaga honorer K2. Tahap berikutnya, giliran ujian yang non-K2. Memisahkan ujian untuk tembus ASN ini lebih adil.

Dengan begitu, kami bisa tempur dengan status yang sama. Yang lolos uji ASN adalah mereka yang murni serius dan dapat nilai bagus. Tenaga K2 yang lolos ya yang terbaik. Bukan karena faktor status pegawai atau orang dalam. Misalnya.

Yah, yang namanya “kebijakan” kan ada kata “bijak” di dana. Seharusnya, kata bijak ini juga berlaku bagi tenaga K2 maupun non-K2. Dengan begini, semua jadi adil dan yang lolos jadi ASN adalah mereka yang benar-benar punya kompetensi. 

Penulis: M. Dona Setiawan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja! dan pengalaman pahit lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2025 oleh

Tags: ASNbknCAT ASNK2tenaga honorertes ASNtes CPNS
M. Dona Setiawan

M. Dona Setiawan

Penjaja kaos dan kata-kata. Aktif menulis di caknun.com, dan kini mengabdi di SD Negeri Gemolong.

Artikel Terkait

Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki MOJOK.CO
Esai

Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki

23 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Sisi Gelap PTN yang Bikin Dosen Menderita. MOJOK.CO
Mendalam

Sisi Gelap PTN yang Bikin Dosen Menderita, Sibuk Mengejar Akreditasi tapi Kesejahteraan Dosen Jauh Panggang dari Api

21 November 2025
PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO
Ragam

Beban Kerja PPPK Paruh Waktu Mirip ASN, tapi Standard Gaji Honorer: Nasib Guru Muda Makin Tak Jelas

13 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi

6 Februari 2026
Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.