Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

MOJOK.COIde bisnis sewa HP flagship kelihatan aneh dan sulit berkembang. Namun, per bulan, ternyata bisa mengantongi omzet sampai 20 juta rupiah.

Saya mungkin tidak sepenuhnya menganggap ide bisnis sewa HP flagship sebagai bisnis menjanjikan. Sampai akhirnya dalam sebuah obrolan dengan beberapa teman, mereka bercerita bahwa ide bisnis sewa HP flagship adalah ide yang menjanjikan. Gen Z nyari banget usaha kayak gini.

Terlebih bagi mereka yang suka nonton konser atau liburan. Kebutuhan untuk membagikan momen apa saja ke media sosial, membuat Gen Z yang tidak punya HP flagship mencari alternatif dengan menyewa.

Contoh dalam kasus konser. Sebagai penonton, para Gen Z ini tentu tidak selalu mendapatkan tempat yang dekat dengan panggung. Kondisi itu membuat seseorang butuh HP flagship yang punya fitur telephoto dengan kemampuan zoom lebih baik dan video yang lebih stabil untuk merekam idola mereka.

Demikian juga mereka yang suka berlibur. Mereka tentu ingin membawa pulang foto dan video yang estetik untuk menangkap setiap momen.

Oleh sebab itu, ide bisnis sewa HP flagship menjadi ide yang segar. Pasar menangkap fenomena ini 

Lahirnya ide bisnis sewa HP flagship dan omzet 20 juta rupiah

Dari pembicaraan itu, saya mencoba menyusuri lebih detail soal ide bisnis sewa HP flagship. Saya akhirnya menjumpai sebuah toko yang menawarkan jasa tersebut di area dekat kampus Unair. Di sana, saya melihat berbagai HP Flagship dengan merk yang paling dominan tentu saja Iphone dan Samsung.

Saya kemudian berbincang dengan penjaganya dan mendapatkan informasi yang menarik perhatian. Pertama adalah soal omzet yang bisa mencapai Rp20 juta dalam sebulan. Kedua adalah cara mewujudkan ide bisnis sewa HP flagship dengan bermodal jumlah unit yang terbatas.

Dari informasi yang saya dapatkan, untuk mewujudkan ide bisnis sewa HP flagship ini tidak harus mulai dengan jumlah HP yang banyak. Untuk tahap awal, seseorang bisa memulainya dengan 2 atau 3 HP saja. 

Namun, saya perlu menekankan di sini bahwa pemilihan unit untuk sewa harus berdasarkan minat pasar. Ketika merintis pada 2022, dia punya HP merk iPhone dengan series flagship seperti iPhone 13 Pro Max dan Samsung series Galaxy Ultra.

Modal awal memang terlihat cukup banyak 

Modal awal untuk mewujudkan ide bisnis sewa HP flagship ini memang terlihat besar. Dia menyediakan modal awal Rp30 juta untuk membeli HP bekas. 

Modal tersebut belum untuk keperluan seperti casing, tempered glass, pouch, lanyard, kabel, dan power bank. Selain itu, dia menyisihkan dana darurat sekitar Rp3 juta untuk keperluan servis atau penggantian aksesoris di masa awal.

Pada bulan-bulan awal, dia membuka sewa dengan tarif rata-rata Rp200 ribu per hari. Soal jam sewa ini harus jelas dan tegas. Misalnya, kalau penyewa mengambil HP pukul 8 atau 9 pagi, dia harus mengembalikan di jam yang sama keesokan harinya.

Saat awal mewujudkan ide bisnis sewa HP flagship ini, dia bisa menyewakan 2 sampai 4 unit per minggu. Artinya, per minggu, dia memperoleh pemasukan sekitar Rp600 ribu hingga Rp800 ribu.

Saat ini, harga sewa HP flagship sudah berada di kisaran tarif Rp600 ribu hingga Rp900 ribu unit per hari tergantung tipe HP. Volume transaksi tiap minggunya sudah mencapai 4-6 per minggu dengan omzet per minggu sekitar Rp3,6 juta sampai Rp5,4 juta. Bahkan dalam sebulan, pernah menyentuh omset Rp20 juta lebih.

Promosi untuk mewujudkan ide bisnis sewa HP flagship

Ketika awal mewujudkan ide bisnis sewa HP flagship ini, pemilik tidak hanya melakukan promosi mainstream berupa mengunggah daftar harga sewa di media sosial. Tapi dia menyusup di banyak kegiatan komunitas dan mahasiswa lalu menawarkan sesi uji kamera gratis dalam satu momen. 

Pada saat itu, peserta kegiatan akan mendapat kesempatan untuk menggunakan hp flagship tersebut. Ini yang saya anggap sebagai strategi experiential marketing yang mana calon pelanggan sudah mendapat manfaat produk sebelum menyewa.

Memanfaatkan momen itu, pemilik kemudian menawarkan paket sewa “booking satu rombongan.” Paket ini intinya adalah bagi satu orang yang berhasil mengajak 2 atau 3 orang teman menyewa, akan mendapatkan potongan harga atau tambahan waktu pemakaian.

Promosi seperti ini termasuk kategori referral marketing karena penyewa seolah menjadi tenaga pemasaran. Setelah itu, pemilik mengunggah foto hasil uji coba dan testimoni ke media sosial. Lengkap dengan informasi jumlah unit yang masih tersedia.

Cara lain dalam strategi mewujudkan ide bisnis sewa HP flagship adalah dengan menggunakan sebuah tantangan. Misalnya peserta mengunggah hasil foto terbaik dan menandai akun penyedia jasa. Untuk unggahan terbaik dengan like terbanyak akan mendapatkan voucher untuk penyewaan berikutnya.

Selain itu, dia juga menyadari bahwa konsumen yang dia peroleh harus naik tingkat menjadi pelanggan. Kuncinya tentu ada di bagian pelayanan yang ramah dan responsif. 

Keduanya itu didukung dengan tindakan memberikan informasi yang jelas, memastikan unit bersih dan baterainya sehat, serta menyediakan panduan singkat mengenai kamera, zoom, dan perangkat tambahan lainnya seperti power bank, OTG, kabel USB, dan lain sebagainya.

Merawat para pelanggan

Setelah penyewa mengembalikan HP flagship yang mereka sewa, pemilik memastikan komunikasi tetap terjaga. Ini untuk memastikan apakah semua dokumen sudah tersalin. Bisa juga pemilik ide bisnis sewa HP flagship ini meminta masukan mengenai layanan di Google Review dan testimoni melalui WhatsApp.

Nah di sini yang menurut saya penting, yaitu riwayat penyewaan seperti menyimpan nomor WhatsApp. Fungsinya untuk memberikan manfaat bertingkat meliputi proses verifikasi yang lebih cepat, deposit lebih ringan, prioritas pemesanan, dan potongan harga pelanggan tetap.

Pendekatan ini layakanya relationship marketing, yaitu membangun relasi jangka panjang, bukan mengejar satu-dua transaksi saja.

Memang, proses promosi yang dilakukannya secara bertahap membuat pertumbuhan ide bisnis sewa HP flagship juga tidak terlalu cepat. Tapi setidaknya, dia punya fondasi yang kuat. Tidak membuat usahanya jadi FAD bisnis yang naiknya cepat tapi hilang dalam waktu singkat.

Menambah unit

Pemilik tidak terbutu-buru menambah unit HP flagship. Jadi, dia menyisihkan sekitar 40-45%dari laba untuk dana penambahan unit. Dia menyadari bahwa HP selalu punya keluaran baru, tapi itu tidak membuatnya terburu-buru untuk membeli.

Saya juga menemukan ada postingan di X, bahwa ide bisnis sewa HP flagship ini ternyata sudah merambah pada kebutuhan untuk konser luar negeri. Penyedia jasa menyewakan banyak jenis HP mulai dari iPhone, Samsung Galaxy Ultra, dan Vivo flagship. 

Dalam situsnya, terlihat bahwa ketersediaan unit diperbarui mengikut jadwal konsernya. Metode ini juga menggambarkan bahwa bisnis ini memang terikat secara momentum.

Jadi, pemiliknya setidaknya membuat semacam lini masa yang berisi tanggal konser, festival, wisuda, Lebaran, libur sekolah, dan akhir tahun. Setelahnya, pemilik bisa mulai berpromosi beberapa minggu sebelum acara berlangsung.

bagaimana sistem pengaman agar HP flagship yang disewa tetap aman?

Menahan KTP saja tentu nggak cukup karena identitas diri bisa dipalsukan atau sengaja ditinggalkan. Maka dari itu, sistem pengamannya dilakukan melalui pencocokan wajah dan identitas, verifikasi alamat, pemeriksaan akun media sosial, serta meminta kontak darurat.

Selain itu, pemilik meminta kartu mahasiswa, tiket konser, atau dokumen perjalanan kalau itu berkenaan dengan traveling. Bila perlu, ada dana deposit secara proporsional, terutama untuk penyewaan ke luar kota, pelanggan baru, dan unit yang harganya tinggi.

Pemilik juga perlu mengetahui “identitas” dari HP dengan mencatat nomor seri dan IMEI-nya. Sebelumnya penyerahan, HP juga harus direkam kondisi fisiknya untuk memastikan bahwa unit tetap sama ketika dikembalikan.

Jangan sungkan juga memberlakukan surat perjanjian yang isinya mengatur soal batas waktu, denda keterlambatan, biaya kerusakan, larangan menggadai atau mengganti unit, serta tanggung jawab ketika HP hilang. Tentu fitur pelacakan seperti My Find atau sistem pengelolaan perangkat bisa diandalkan, tapi tidak menjadi sistem pengaman tunggal.

Ide bisnis sewa HP flagship tumbuh karena punya pasar yang TERNYATA besar

Dari cerita yang saya dapatkan ini, saya menyadari kalau ternyata ide bisnis sewa HP flagship yang awalnya saya anggap sulit bertumbuh, ternyata memang punya pasarnya sendiri. Kebutuhan orang sekarang, khususnya Gen Z untuk punya hasil foto dan video yang berkualitas tanpa harus punya HP Flagship makin masif. 

Fomo ternyata di sisi lain melahirkan ceruk ekonomi baru. Yah, asal bisa kamu manfaatkan saja.

Tapi, untuk menjalankan usaha ini, butuh kedisiplinan dan pengetahuan merawat unit, menjaga keamanan unit, melindungi data pelanggan, mempertahankan kualitas layanan, serta mampu membaca dan memetakan momentum konser dan liburan. Gimana, kamu tertarik?

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kisah Haru di Jasa Sewa HP Android Jogja, Ibu-ibu Sewa Android Sederhana Demi Bisa Abadikan Momen Ulang Tahun Anaknya dan inspirasi bisnis lainnya di rubrik CUAN.

Exit mobile version