Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Bang Haji Rhoma Irama dalam Gubuk Politik

Abdel Malik oleh Abdel Malik
28 April 2015
A A
Bang Haji Rhoma Irama dalam Gubuk Politik

Bang Haji Rhoma Irama dalam Gubuk Politik

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di luar hiruk-pikuk komentar tentang foto Ibu Megawati dan Cucu Bung Karno yang kini jadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, yang nyempil di tengah para kepala negara dalam napak tilas Konferensi Asia Afrika di Bandung pekan lalu, sebenarnya ada kabar kurang asik buat para pecinta musik asli Indonesia. Raja Dangdut—yang sukses membawa dawai-dawai asmara berkelana hingga dibuatkan museum khusus di Washington DC—dijadikan obyek euforia politik untuk kesekian kalinya.

Mungkin kalau darah muda sang Ksatria Bergitar itu masih bergolak, dia bakal begadang ke Binaria memainkan melodi cinta sambil teriak “Sungguh ter-la-lu!” lantaran di-PHP untuk kesekian kalinya oleh para politis negeri ini. Iya, beliau pernah gigit jari karena gagal menggapai matahari setelah digadang-gadang Cak Imin jadi Capres Partai Kebangkitan Bangsa. Habis mutung beliau lalu dijanjikan jatah menteri oleh Capres-cawapres Prabowo-Hatta, sampai-sampai bikin lagu khusus buat pasangan gagah itu. Sialnya, (atau malah untung? Siapa tahu?) pasangan calon yang didukungnya akhirnya kalah di ajang pilpres.

Iklan

Pekan lalu, seolah dianggap “kurang garam” dalam berpolitik, Bang Haji Raden Oma Irama dijual diusung pula jadi Calon Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Sungguh sebuah pengorbanan yang luar biasa dari Bang Haji. Pengabdian si Jaka Swara dengan nada dan dakwah yang telah dilakukannya sejak zaman Orkes Melayu sampai era pelarangan mirasantika seakan dianggap nihil, cuma dijadikan ajang promosi partai belaka. Para bujangan yang suka begadang seperti Gus Mul mungkin mafhum, bahwa wacana pencalonan Mantan Pacar Ani itu hanya lelucon syahdu belaka. Ibarat bermain judi di taman suram tanpa bunga! Abahnya Ridho itu dibuat penasaran setengah mampus terhadap dunia politik pasca reformasi. Sayang, nalar politik Bang Haji tak setua gitar tuanya.

Punggawa utama grup Soneta itu santai saja masuk arena Muktamar IV PBB, diajak main drama adu domba persaingan dengan pengacara Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie; Yusril Ihza Mahendra. Yah, jadi ketua umum partai politik itu memang setara dengan berpacaran dengan janda kembang—artinya, itu merupakan sebuah hak asasi. Tapi mbok ya Bang Haji sadar diri gitu lhoh: politik itu tak cukup hanya dengan perjuangan dan doa, tapi juga butuh kelihaian buat tipu-tipu.

Pengalaman pernah dijanjikan jadi calon presiden, diiming-imingi jadi menteri seharusnya jadi pelajaran penting. Biar gak mirip gali lobang tutup lobang, terperosok melulu di lobang yang sama. Sebab sebagian besar politisi di negara tercinta ini bukanlah pengamal doktrin platonik yang memaknai demokrasi sebagai alat untuk mewujudkan kehendak penyejahteraan rakyat, melainkan penganut ajaran Imam Nicollo Machiavelli yang menganjurkan penghalalan segala cara demi meraih kuasa.

Sebagai simbol kemachoan lelaki nusantara, yang dipuja-puja para bunga desa dengan kemilau cinta di langit jingga, tak selayaknya peraih gelar Profesor Honoris Causa dalam bidang musik dari Northern California Global University dan American University of Hawaii itu harus kehilangan tongkat kharismanya sehingga jadi bahan meme-meme lucu di setiap momen pemilu. Ah, politik memang kejam, Bang Haji. Sudah lagunya diwakafkan buat para pengamen dan penyanyi organ di seluruh pelosok negeri tanpa royalti yang jelas, namanya pun dicatut berkali-kali di ranah politik.

Bahkan menjelang Pemilukada serentak sepanjang 2015 sampai 2017 nanti, nama si empunya terajana itu sudah dijual oleh pengacara Eyang Subur—yang konon mau nyalon gubernur DKI Jakarta. Mungkin Bang Haji perlu kembali merenung dalam nada agar bisa merebut rekor pencipta seribu lagu fenomenal. Percayalah, kami selalu setia menanti melodi cinta Bang Haji  yang tak pernah gagal menghadirkan malam-malam gembira tanpa harus terjebak dalam dosa-dosa yang haram. Saya kuatir, kalau idolanya terus-terusan dieksploitasi, dibohongi, lama-lama para fanboy Bang Haji macam Muhidin M Dahlan dan Mahfud Ikhwan bisa stres seperti ratusan caleg gagal. Stres? Obatnya iman dan taqwa.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: Partai Bulan BintangRhoma IramaYusril Ihza Mahendra
Abdel Malik

Abdel Malik

Artikel Terkait

Dangdut Lawas OM Lorenza Melawan Hegemoni Dangdut Koplo MOJOK.CO
Esai

Dangdut Lawas OM Lorenza Obat Kejenuhan Dangdut Koplo: Wayahe Wong Lawas Tampil

11 Februari 2025
rhoma irama prambanan jazz mojok.co
Hiburan

Dari Blitar Demi Rhoma Irama, Selfie dari Jauh Saja Tak Mengapa

16 Juli 2023
aldi taher nyaleg mojok.co
Kotak Suara

Nyaleg dari Dua Partai seperti Aldi Taher, Emang Boleh? 

24 Mei 2023
Swedia vs Slovakia, Teror Hantu Pocong Mumun dan Petuah Rhoma Irama MOJOK.CO
Balbalan

Swedia vs Slovakia, Teror Hantu Pocong Mumun dan Petuah Rhoma Irama

18 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.