Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Mesut Ozil Tinggalkan Arsenal: Berbagai Rasa Perpisahan dari Dia yang Pergi Tanpa Pamit

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
18 Januari 2021
A A
Mesut Ozil Tinggalkan Arsenal: Berbagai Rasa Perpisahan dari Dia yang Pergi Tanpa Pamit MOJOK.CO

Mesut Ozil Tinggalkan Arsenal: Berbagai Rasa Perpisahan dari Dia yang Pergi Tanpa Pamit MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rasa lega justru saya rasakan ketika mendapati kabar Mesut Ozil sudah hengkang dari Arsenal, menuju Turki untuk bersama Fenerbahce.

Izinkan saya untuk sedikit curhat. Kalau tidak salah ingat, 12 atau 13 tahun yang lalu saya pernah ditinggal nikah sama (mantan) pacar. Saya tidak tahu kalau di hari Minggu itu dia ijab khabul sama cowok lain. Saya baru tahu ketika ibunya telepon sambil nangis-nangis. “Mas, si Mbak menikah.”

Saat itu saya setengah sadar. Baru tidur menjelang subuh karena malamnya mabuk-mabukan bersama keluarga. Kalau tak salah ingat, adik sepupu saya ulang tahun. Saya belum sempat menjawab ketika ibunya bilang, “Sabar ya, mas,” lalu mematikan telepon. Antara sadar dan tidak, saya meletakkan hape lalu tidur lagi.

Beberapa jam kemudian, saya baru sadar dan ingat dengan telepon itu. Bukannya sedih, saya malah merasa lega. Tentu ada rasa kecewa, tetapi kelegaan di dalam hati itu lebih dominan. Perasaan yang sama itu kini saya rasakan lagi ketika Mesut Ozil “resmi” meninggalkan Arsenal.

Kata “resmi” saya kasih tanda kutip karena sebetulnya kepindahannya ke Fenerbahce belum betul-betul sah. Mesut Ozil terbang ke Turki dalam rangka menyelesaikan kontraknya bersama Fenerbahce. Namun, caranya memegang syal dan menunjukkan kelegaan seakan-akan dirinya sudah bukan lagi pemain Arsenal.

Pada titik ini saya sadar bahwa sudah sejak lama Mesut Ozil sudah tidak cinta Arsenal. Kalau memang masih cinta dan ingin menjaga hati para fans Arsenal, Mesut Ozil akan merahasiakan kepergiannya ke Turki. Setidaknya, dia tidak perlu buru-buru terbang ke Turki dan menyelesaikan kontraknya di Inggris.

Ketika masih berstatus pemain Arsenal, dia sudah memikirkan kehidupan selanjutnya yang dia sangka akan jauh lebih enak. Well, kita memang tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Mesut Ozil. Mungkin, perlakukan Arsenal di balik layar memang sudah keterlaluan.

Namun, bagi kita, para fans, pertanyaan yang pasti kita tanyakan adalah, “Kita salah apa sampai harus menjalani nasib seperti ini?” Sama ketika ditinggal kawin sama (mantan) pacar. “Salahku apa?” Tapi, yah, kelegaan di dalam hati itu memang jauh lebih penting.

Terkadang, kita tidak perlu memikirkan terlalu dalam alasan sebuah perpisahan. Terkadang, kita hanya perlu menerimanya sebagai sebuah pendewasaan, lalu move on menuju chapter baru dalam kehidupan. Cinta sejati tidak datang lalu pergi. Cinta sejati akan datang dan bersemayam selamanya dalam hati.

Saya bilang begitu karena masih sangat banyak fans Arsenal yang tidak bisa menerima kepergian Mesut Ozil. Masih banyak akun fans yang menggunakan foto Ozil sebagai profile picture karena tidak rela atas perlakuan klub. Ingat kawan, terlalu lama terjebak dalam kekecewaan itu tidak sehat untuk jantung.

Ada seorang kawan saya, ketua sebuah komunitas Arsenal di Yogyakarta yang mengaku “mangkel” atas kejadian ini. Mangkel itu artinya marah. Tidak mengapa kawan, saat ini, keluarkan semua emosi di dalam hati. Marahlah sampai paripurna. Namun, setelah itu, mari menerima perpisahan sebagai bagian dari penciptaan.

Setelah ditinggal pergi salah satu orang yang pernah begitu dikasihi, kehidupan pasti seakan-akan sangat kacau. Masa depan menjadi tidak jelas. Apakah diri ini bisa bertahan sendirian dalam kekecewaan? Kawan, jangan pernah merasa sendirian karena masih banyak teman di luar sana yang siap mewakafkan bahu sebagai tempatmu bersandar.

Mesut Ozil pergi karena (mungkin) tak lagi dicintai Arsenal. Di sisi lain, bisa jadi dia pergi karena Arsenal memang sudah merasa kini waktunya menyambut era baru.

Seperti pergantian era pada umumnya, turbulensi adalah hal yang wajar untuk terjadi. Ketika Arsenal berkali-kali terjebak dalam krisis, ingatan akan umpan-umpan cantik Mesut Ozil pasti terbayang. Saat itu, kamu harus sadar bahwa cintamu telah pergi. Kekuatan untuk bertahan ada di dalam dirimu. Bukan dengan mengingat dia yang sudah minggat.

Iklan

Kepergian Mesut Ozil meninggalkan berbagai rasa perpisahan. Ada yang mendoakan, ada yang menyesali, ada yang mangkel, ada yang ikhlas, sementara saya merasa sangat lega. Baik dan buruk yang akan terjadi kelak tidak akan mengubah fakta bahwa yang kita dukung adalah klub, bukan pemain.

Pada titik tertentu, perpisahan harus dirayakan. Bukan sebagai pengingat akan sakit hati, tetapi sebagai usaha untuk belajar menjadi lebih dewasa. Kelak, hanya waktu dan tawa yang akan menjadi perban untuk luka di hati. Terutama tawa bersama-sama kawan dan waktu membahagiakan bersama cinta yang baru.

BACA JUGA Arsene Wenger Mundur: Cinta dan Dukungan Saya Selalu Untuk Arsenal dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2021 oleh

Tags: ArsenalArsene Wengerfenerbahceliga inggrisMesut Ozilozil
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
indonesia masters 2026, badminton.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.