Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Liga Champions: Barcelona Membuang, Inter Milan Memungut

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
2 Oktober 2019
A A
conte lampard inter milan chelsea MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Untuk soal “memungut”, Inter Milan lebih jeli. Sementara itu, Barcelona tak jeli membuang. Nurani mereka tertutup ego “klub besar”.

Saya kesulitan menyembunyikan senyum ketika secara tiba-tiba Samuel Eto’o bergerak ke bawah lalu menjadi bek kanan. Apa-apaan ini Jose Mourinho? Ternyata, malam itu, jadi malam bersejarah. Ketika Inter Milan “menang” secara heroik atas Barcelona, sekaligus menancapkan merek “parkir bus” yang selamanya akan melekat ke citra pria asal Setubal, Portugal itu.

Iklan

Jose Mourinho memang sering bermasalah dengan Barcelona. Deretan kasusnya: Bagaimana dia gagal dalam seleksi pelatih Barcelona ketika manajemen lebih memilih Pep Guardiola; ketika Chelsea disingkirkan secara menyakitkan oleh Barca di Liga Champions; ketika Real Madrid dibantai 5-0 di La Liga. Pada noda hitam dan kebahagiaan Mourinho, sebagian besar ada nama Barca di dalamnya.

Maka ketika berhasil mencundangi Barcelona dengan menggeser Samuel Eto’o sebagai bek kanan dan menumpuk hingga delapan pemain di kotak penalti, Mourinho tidak bisa menyembunyikan kepuasannya. Ia berlari ke dalam lapangan seperti anak kecil melihat pesawat terbang melintas sambil teriak, “Pesawat, minta duwwiiittt!”

Apalagi, setelah menyingkirkan Barca secara komikal, Inter Milan malah menang Liga Champions. Kepuasan menyingkirkan “kerikil di dalam sepatu” itu terngiang lagi.

Itulah salah satu drama yang pernah mewarnai pertemuan Barcelona dan Inter Milan. Selain soal tahun-tahun terbaik Inter di bawah asuhan Mourinho–dengan meraih tiga piala dalam satu musim, di mana salah satunya menyingkirkan Barca–drama antara klub raksasa Spanyol dan Italia ini juga tersaji di meja perundingan.

…dan Interisti yang tertawa pada akhirnya….

Pep Guardiola kabarnya tidak terlalu suka dengan gaya bermain Samuel Eto’o. Atau ini soal preferensi pribadi, di mana Guardiola memang sering terlibat konflik dengan salah satu pemainnya. Yang dilakukan Guardiola selanjutnya adalah menyingkirkan Eto’o ketika dia bisa. Salah satunya dengan memasukkan nama pemain asal Kamerun itu ke dalam daftar jual.

Rumor yang beredar adalah Guardiola tertarik dengan Zlatan Ibrahimovic, protagonis Inter Milan, hasil menikung Juventus di masa kelam Calciopoli. Maka, terjadilah “aksi tukar guling”. Barca diizinkan membeli Ibra, tetapi harus menyertakan Samuel Eto’o di dalam kesepakatan. Barca tidak berpikir dua kali. Sikap yang seharusnya mereka sesali lantaran tidak mau berpikir untuk kedua kalinya.

Samuel Eto’o menjadi salah satu protagonis penting, bersama Diego Milito dan Wesley Sneijder. Bersama mereka bertiga, Inter Milan meraih juara Serie A, Copa Italia, dan Liga Champions. Masa keemasan itu akan terus abadi. Sementara itu, bulan madu antara Guardiola dengan Ibra tak bertahan lama. Kesulitan berintegrasi dengan Lionel Messi dan identitas klub, Ibra juga berkonflik dengan Guardiola.

Bahkan di sebuah kesempatan dan dituangkan ke dalam biografinya, Ibra menyebut Guardiola sampai tidak berani berbicara berdua sambil mempertahankan kontak mata. Guardiola takut melihat mata Ibra!

Barcelona memang memenangi La Liga bersama Ibra, tetapi hubungan pemain-pelatih sudah hancur. Berbanding terbalik di Inter Milan ketika Mourinho berhasil membangun kemistri yang mesra dengan Eto’o.

Barcelona membuang, Inter Milan memungut, dan Inter yang beruntung….

Iklan

Cerita bergeser dengan pusatnya bernama Philippe Coutinho. Inter Milan memboyong Coutinho dengan status wonderkid. Pemain ajaib dari Brasil ini diharapkan bisa menjadi protagonis La Beneamata suatu saat nanti. Sayang, harapan itu tidak terwujud dan Coutinho mekar seutuhnya bersama Liverpool.

Waktu berjalan dan Coutinho gusar. Bimbang. Ia ingin pindah dan Barcelona adalah klub idamannya. Saga antara Coutinho dan Liverpool berjalan cukup lama sebelum akhirnya Barcelona memboyongnya dengan banderol 100 juta euro lebih. Sekilas akan berakhir manis, tetapi ujungnya bikin pedih.

Entah kenapa, Coutinho kehilangan sentuhannya. Dukungan dari Messi dan pemain lain tidak mempan. Ia kehilangan tempat. Musim yang pahit itu berganti menjadi awal yang baik ketika Coutinho bersedia dipinjamkan ke Bayern Munchen. Bersama Munchen, Coutinho menemukan sentuhannya kembali.

Barca menghamburkan uang untuk pemain yang sebetulnya tidak mereka butuhkan. Sama persis dengan kisah Eto’o dan Ibra. Barcelona tidak membutuhkan Ibra. Mereka sudah punya tridente paling berbahaya di dunia: Messi-Eto’o-Henry. Di ujung kegagalan kesekian dari Barca ini, ada tawa Inter Milan yang sayup-sayup terdengar.

Keduanya akan bertemu di babak penyisihan grup Liga Champions. Barca sudah membuang pemain yang tidak mereka butuhkan, sementara Inter Milan memungut “remah-remah” yang ternyata malah sangat berguna. Romelu Lukaku, Diego Godin, dan Alexis Sanchez.

Memang, untuk soal “memungut”, Inter Milan lebih jeli. Sementara itu, Barcelona tak jeli membuang. Nurani mereka tertutup ego merek “klub besar”.

BACA JUGA Kulit Baru Inter Milan: Menendang Icardi, Merangkul Lukaku dan Alexis Sanchez atau artikel Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 2 Oktober 2019 oleh

Tags: Antonio ConteBarcelonaguardiolaInter MilanLa LigaLiga ChampionsSerie A
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan MOJOK.CO
Esai

Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan

13 Juni 2023
Giant Killer Di Serie A: Udinese, Atalanta, Dan Napoli
Video

Giant Killer di Serie A: Udinese, Atalanta, dan Napoli

22 September 2022
Kezaliman Barcelona Terhadap Frenkie De Jong
Video

Kezaliman Barcelona Terhadap Frenkie De Jong

11 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Kenapa aktivis yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis? MOJOK.CO

Kenapa aktivis harus miskin dan yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis?

4 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.