Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Laos vs Indonesia Asian Games 2018: Meneladani Kesederhanaan Pangeran Diponegoro Sebelum Maju Perang

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
17 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jadwal Asian Games 2018: Laos vs Indonesia | Stadion Patriot, Bekasi | Jumat, 17 Agustus 2018 | Live SCTV, 19.00 WIB | Prediksi: Indonesia menang.

Satu kali menang, dan satu kali kalah bukan catatan yang buruk, sebenarnya. Namun, untuk kompetisi jangka pendek seperti Asian Games 2018, catatan satu menang dan satu kalah bisa merepotkan timnas Indonesia U-23. Catatan ini sukses menempatkan anak asuh Luis Milla di posisi ketika Grup A cabor sepak bola Asian Games 2018.

Oleh sebab itu, mau tidak mau, timnas Indonesia U-23 harus menang ketika melawan Laos. Tekanan setelah kalah dari Palestina membuat laga ini menjadi berbahaya bagi timnas Indonesia U-23. Kekalahan artinya “memaksa” semua pemain untuk bermain lebih bagus, menaikkan level yang sebelumnya sangat rendah.

Ini bukan perkara gampang. Bermain di depan pendukung sendiri, mengemban target lolos ke semifinal, dan dalam keadaan terjepit. Kombinasi sempurna tiga tekanan mental untuk timnas Indonesia U-23. Rasa tergesa-gesa untuk segera mencetak gol juga akan seperti menjadi bola besi yang membuat kaki-kaki pemain timnas menjadi berat.

Ada dua cara untuk mengatasi tekanan ini. pertama, Luis Milla bisa mengurangi eksperimen memainkan Stefano Lilipaly sebagai striker. Fano bukan pemain jelek. Pun, pemain asal Bali United tersebut cukup tajam ketika mendapatkan peluang di dalam kotak penalti. Namun, Lilipaly akan jauh lebih efektif ketika bermain di belakang penyerang, seperti di babak kedua ketika melawan China Taipei.

Beto Goncalves harus bermain sejak menit awal. Jika pemain naturalisasi tersebut tidak cedera, bermain sejak awal adalah pilihan bijak. Timnas Indonesia U-23 membutuhkan striker murni untuk menambah kekuatan di depan. Apalagi, memainkan Lilipaly dengan dukungan Hargianto dan Zulfiandi membuat lini tengah timnas Indonesia U-23 menjadi lebih seimbang.

Cara kedua adalah, kebetulan laga Laos vs Indonesia digelar tepat tanggal 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan Indonesia, meneladani semangat perjuangan pahlawan sangat masuk akal. Tanggal 17 Agustus adalah tanggal keramat. Mari sikapi dengan semangat berjuang dengan semua daya yang timnas miliki.

Keteladanan dan perjuangan Pangeran Diponegoro adalah inspirasi yang luar biasa. Pangeran Diponegoro berjuang dalam keterbatasan. Hidupnya sangat sederhana, terutama ketika memerangi penjajah Belanda. Bung Karno, dalam pidato pelepasan atlet untuk Asian Games II tahun 1954 di Manila tanggal 30 April 1954 menjelaskan sikap perjuangan Pangeran Diponegoro sebelum berperang yang bisa diteladani.

“Bahwa kita harus menjadi bangsa yang ekonomis weerbaar, militair weerbar, dan geestelijk weerbar. Saya tekankan, bahwa bangsa Indonesia mencapai kebesarannya justru di dalam kesederhanaan. Suatu contoh, Pangeran Diponegoro tidak pernah makan bestik. Tiap-tiap hari pagi baliau hanya minum kopi dicampur air santan kelapa. Dan jika Pangeran Diponegoro hendak ke medan peperangan, lebih dulu makan rujak. Dengan suam-suam “kepedesan”, Diponegoro menyerbu kubu-kubu pertahanan Belanda,” ungkap Bung Karno seperti dikutip dari historia.id.

Kesederhanaan Pangeran Diponegoro yang ditekankan oleh Bung Karno bisa diwujudkan ke dalam cara bermain yang lebih sederhana dan sabar untuk membongkar pertahanan lawan. Gunakan segala daya yang ada, tidak perlu bereksperimen yang tidak perlu di saat yang tidak tepat. Mainkan Beto sejak awal dan biarkan Lilipaly berkreasi di lapangan tengah bersama Hargianto dan Zulfiandi.

Kesederhanaan bukan keterbatasan. Pangeran Diponegoro maju perang dengan bekal sarapan rujak. Timnas Indonesia U-23 maju “perang” dengan sarapan yang jauh lebih sehat dan dukungan ribuan suporter Merah Putih. Supaya tidak semakin tercecer di Grup A cabor sepak bola Asian Games 2018, bermain sesederhana mungkin tapi efektif adalah jawabannya.

Terakhir diperbarui pada 17 Agustus 2018 oleh

Tags: asian games 2018Bung KarnoIndonesialaoslaos vs indonesiapangeran diponegoro
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Warteg Singapura vs Indonesia: Perbedaan Kualitas Langit-Bumi MOJOK.CO
Esai

Membandingkan Warteg di Singapura, Negara Tersehat di Dunia, dengan Indonesia: Perbedaan Kualitasnya Bagai Langit dan Bumi

22 Desember 2025
Daendels Pesek Masih Menyiksa Rakyat Kecil Sampai Sekarang MOJOK.CO
Esai

Kita Masih Melihat “Daendels Pesek” Menyiksa Rakyat Kecil dalam Perayaan 200 Tahun Perang Jawa

24 Agustus 2025
200 Tahun Perang Jawa- yang Tersisa dari Perang Besar MOJOK.CO
Esai

200 Tahun Perang Jawa: Menyusuri yang Tersisa di Selarong, Bagelen, dan Wates

23 Agustus 2025
Intim Bersama Pangeran Diponegoro di Titik Bara Perang Jawa MOJOK.CO
Esai

Napak Tilas 200 Tahun Perang Jawa: Menelusuri Jejak Pangeran Diponegoro di Titik Bara Perang Jawa

21 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hari Valentine, “Valentine Budaya Kita”: Mengapa Perayaan Hari Kasih Sayang Cuma Dimaknai dengan Berhubungan Seks?.MOJOK.CO

“Valentine Bukan Budaya Kita”: Mengapa Perayaan Hari Kasih Sayang Cuma Dimaknai Sedangkal Berhubungan Seks?

13 Februari 2026
Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum MOJOK.CO

Toilet Umum di Jakarta Jadi Tempat Cowok Tolol Numpang Masturbasi, Cuma karena Nonton Girl Band Idola dan Alasan Capek Kerja

10 Februari 2026
Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

13 Februari 2026
Nguping obrolan penjaga toko kelontong/warung Madura hingga kuat teleponan berjam-jam MOJOK.CO

“Nguping” dan Mengulik Topik Obrolan Penjaga Warung Madura hingga Kuat Teleponan Berjam-jam, Tidak Ada Habisnya

11 Februari 2026
Festival Dandangan Kudus tak sekadar denyut perekonomian. MOJOK.CO

Menemukan Hal Baru di Festival Dandangan Kudus 2026 setelah Ratusan Tahun, Tak Sekadar Kulineran dan Perayaan Sambut Ramadan

11 Februari 2026
Nyaris dicurigai kumpul kebo di penginapan Jogja saat Valentine. MOJOK.CO

Sisi Gelap Penginapan “Murah” di Jogja, Ramai dan Untung Saat Valentine Berkat Anak Mudanya yang Hobi Kumpul Kebo

14 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.