Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Hilangnya VAR Juventus vs Inter dan Liga Inggris di Australia: Kegoblokan Hari Ini

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
4 Mei 2020
A A
Hilangnya VAR Juventus vs Inter dan Liga Inggris di Australia: Kegoblokan Hari Ini
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kegoblokan hari ini. Kontrovesi Juventus yang seperti nggak habis-habis dan wacana Liga Inggris main di Australia. Nggak sekalian main di bulan?

Tahukah kamu, Cristiano Ronaldo pernah melempar mikrofon wartawan ke sebuah danau pada 2016? Tahukah kamu Kevin-Prince Boateng pernah menderita cedera karena terlalu sering berhubungan seks tanpa pemanasan? Sepak bola, di sisi terluar, menghadirkan kekonyolan.

Iklan

Berbagai kekonyolan yang, yasudalah, bisa dipahami sebagai bagian dari sifat manusia. Kekonyolan yang bisa dimaafkan. Namun, ada kalanya, sisi terluar sepak bola menjadi sebuah pemandangan yang menjemukan. Ketika di dalamnya, sudah ada kata “jahat” yang bercokol. Sampai-sampai sudah bukan konyol lagi, tetapi goblok betul.

So, kegoblokan apa yang menjumpai kita di akhir minggu yang lalu? Namanya saja “panggung kehidupan”, drama selalu saja muncul.

Dari Serie A, sebuah kabar, aduh kok kayaknya tidak mengagetkan lagi, datang dari Juventus. Kalau soal kontroversi, nggak lengkap kalau nggak menyebut nama Juventus di dalamnya. Dan, kok ya lagi-lagi, melibatkan Inter Milan di dalamnya. Seakan-akan, drama Calciopoli beberapa tahun silam belum cukup.

Kali ini, rekaman VAR laga Juventus vs Inter Milan dilaporkan hilang. Padahal, potongan rekaman VAR itu menjadi bukti penting dari kontroversi laga Juventus vs Inter Milan musim lalu. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk Juventus. Kemenangan yang membikin dominasi Si Nyonya Tua di Serie A tetap langgeng.

Dipikir pakai logika orang terpandai di dunia pun kok rasa-rasanya nggak bakal ketemu jawabannya. Bagaimana bisa, rekaman VAR sebuah pertandingan penting bisa hilang. Apalagi, yang hilang hanya satu “part” saja, bukan semuanya. Rekaman yang “dipotong” itu membuat eks Jaksa Penuntut FIGC, Giuseppe Pecoraco naik pitam.

“Kami membuka file itu dan satu-satunya bagian yang tak terekam adalah yang paling kami butuhkan yaitu saat Orsato berdiskusi dengan VAR mengenai keputusannya tak mengusir Pjanic. Mereka memberikan alasan kepada saya bahwa mereka telah menyerahkan semua rekaman dan rekaman pada momen itu memang tidak ada. Jelas mereka harusnya lebih transparan soal ini,” kecam Pecoraco.

Kok bisa hilang? Apakah Serie A pakai provider Telkomsel di mana sinyalnya sempat suram betul beberapa minggu yang lalu? Atau, jangan-jangan ketika pertandingan berjalan sempat mati listrik? Di Italia cuma ada PLN, ya? Tanpa kompetitor, ya? Yang kalau telat bayar langsung digasak, tapi kalau sering mati listrik nggak pernah kasih kompensasi itu? Atau, jangan-jangan meteran listrik udah bunyi tit tit tit tapi didiemin aja?

Nggak usah bikin teori konspirasi, deh. Nanti ditantangin sama Jerinx baru tahu rasa. Ayo Tirto sama VICE jangan lupa kirim perwakilan buat debat sama beliau. Hehehe….

Satu hal yang pasti, kejadian ini goblok betul. Kalau bukan kejahatan, mau nyimpulkan apa lagi? Hilang kok bisa di satu “part” aja. Goblok banget.

Liga Inggris, dengan begitu gobloknya, diwacanakan main di Australia

Lain Juventus vs Inter Milan, lain Liga Inggris. Sumpah, ini super goblok. Saya rasa, niatnya bukan mau bikin Liverpool juara semata. Ini sudah ada kepentingan bisnis, yang mana akan keganggu kalau liga dihentikan. Sebuah kepentingan yang seperti menutup mata akan keselamatan orang banyak.

Tapi ini baru sebatas wacana. Awalnya gara-gara ide Gary Neville, yang bilang Liga Inggris harus dilanjutkan, tapi di luar negeri, dengan model pertandingan tertutup. Yang perlu diluruskan, ini bukan ide resmi dari Liga Inggris. Ini baru wacana yang dilempar Neville dan dimakan oleh seorang agen bernama Gary Williams.

Saat ini, Gary Williams tinggal di Australia. Nampaknya, Williams sudah berbicara dengan Senator Perth, Glenn Sterle. Terbukti dari betapa bergairahnya Sterle “mengiklankan” Perth bakal menjadi tuan rumah yang baik untuk 20 tim Liga Inggris.

Iklan

“Di sini hampir tidak ada kasus baru (corona). Yang perlu dipikirkan cuma masalah karantina untuk para pemain yang akan datang. Setelah selesai karantina, beres, siap untuk bermain. Ketika Gary menyampaikan ide ini, saya langsung berpikir kalau ini ide yang luar biasa,” kata Pak Senator.

“Saya senang dia mendapat respons yang sama dari beberapa orang di Liga Inggris yang sudah dia hubungi. Perth adalah pusat semesta olahraga Australia. Kami punya udara segar dan cuaca yang bersahabat. Tempat kami akan jadi tempat yang ideal,” tambahnya.

Sungguh meyakinkan, Pak Senator. Tinggal tambah kalimat, “Hari Senin harga naik,” pasti Feni Rose bangga setengah mati. Kegoblokannya melebihi kasus Juventus vs Inter Milan, nih.

Pak Senator ini pasti nggak belajar dari kisah corona di Indonesia. Ingat Pak Senator, penyebaran COVID-19 di Indonesia tidak bisa dibendung sejak awal berkat politikus yang congkak, sombong, dan menganggap semuanya baik-baik saja. Saya sarankan Pak Senator menyiapkan nasi kucing biar para pemain Liga Inggris terhindar dari corona (lagi).

Kamu tahu, FIFA sudah mengingatkan kalau sepak bola itu bukan lagi perhatian utama. Saat ini, keselamatan yang penting. Kenapa, sih, masih goblok, dengan memaksakan ide-ide berbahaya? Seakan-akan ratusan ribu nyawa yang gugur karena corona masih belum cukup.

Dasar homo sapiens. Kegoblokannya purba sekali. Itulah kegoblokan hari ini. Kontrovesi Juventus yang seperti nggak habis-habis dan wacana Liga Inggris main di Australia. Nggak sekalian main di bulan? Pasti aman dari corona. Sekalian jadi sampah antariksa saja.

BACA JUGA Virus Corona: Menghentikan Pertandingan, Menutup Keran Pemasukan atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2020 oleh

Tags: akibat coronaAustraliacoronainterInter MilanJuventusliga inggrisSerie AVAR
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO
Kabar

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Lulus dari Universitas Mataram lanjut ke University of Queensland Australia. MOJOK.CO
Sekolahan

Kisah Awardee LPDP yang Tak Ingkar Janji: Dulu Hanya Bocah Penggembala Kuda, Kini Jadi Asisten Gubernur NTB

6 Juli 2026
WHV di Australia ternyata berat. MOJOK.CO
Sosok

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

4 Mei 2026
5 tahun pakai WHV di Australia, kena mental. MOJOK.CO
Sosok

Sisi Gelap Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos, Sadar bahwa Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta

2 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.