Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Dari Rachel Vennya Kita Belajar Bahwa Liverpool Sudah Salah Beli Thiago, Seharusnya Beli Lord Jesse Lingard

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
4 Februari 2021
A A
Dari Rachel Vennya Kita Belajar Bahwa Liverpool Sudah Salah Beli Thiago, Seharusnya Beli Lord Jesse Lingard MOJOK.CO

Dari Rachel Vennya Kita Belajar Bahwa Liverpool Sudah Salah Beli Thiago, Seharusnya Beli Lord Jesse Lingard MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Belajar dari Rachel Vennya, Liverpool tidak butuh Thiago yang indah. Mereka lebih butuh Lingard yang mungkin lebih efektif.

Dari Rachel Vennya kita belajar bahwa Liverpool sudah salah beli pemain. Seharusnya, mereka tidak perlu membeli Thiago Alcantara. Pemain yang lebih legendaris dan sepantasnya dibeli adalah Jesse Lingard, wonderkid abadi Manchester United.

Iklan

Dari Rachel Vennya kita belajar bahwa, pembelian Thiago Alcantara tidak cocok dengan cara bermain Liverpool selama ini. Cara bermain yang mengantarkan The Reds menjadi juara Liga Champions, sekaligus memutus puasa gelar Liga Inggris yang sudah bertahan selama ribuan tahun.

Memang, perubahan sempat terasa di cara bermain Liverpool. Musim lalu, The Reds berubah menjadi tim yang lebih berani menguasai bola. Berubah dari sebuah tim yang hampir selalu bermain dengan intensitas tinggi, menjadi tim yang lebih berani menahan bola dan mengontrol irama.

Ini mungkin dugaan saya saja. Perubahan tersebut membuat Jurgen Klopp merasa dengan membeli Thiago, Liverpool akan menjadi tim yang lebih “dominan” lagi. Atau, mungkin, lantaran Thiago tersedia di bursa transfer, sungguh sayang jika The Reds tidak membeli pemain berkaliber dunia itu.

Sayangnya, dari Rachel Vennya kita belajar bahwa “yang terbaik” belum tentu menjadi jodoh. Wah kali ini analoginya lebih mashook.

Sorry to say, usaha Liverpool untuk mendikte irama dan lebih banyak menguasai bola justru menjadi bumerang. Mereka mengubah identitas terbaik demi sebuah status yang sebetulnya tidak mereka butuhkan. Mirip pepatah di negeri nrimo ing pandum, bahwa wong Jowo ilang Jawane.

Liverpool kehilangan daya ledak yang membuat lini depan mereka menjadi mengerikan. Sulit ditebak lawan dan lebih mudah menciptakan peluang. The Reds seperti tidak belajar dari Rachel Vennya, ah maaf, dari Arsenal bahwa menang penguasaan bola tidak sama dengan memenangkan pertandingan.

Bukti terbaru tersaji ketika mereka dipecundangi Brighton dengan skor 0-1. Liverpool menang penguasaan bola, 64 persen berbanding 36 persen. Namun, The Reds kehilangan efektivitasnya. Mereka cuma membuat SATU shots on target, berbanding Brighton yang bikin EMPAT.

Jumlah umpan Liverpool mencapai 695, sementara Brighton membuat 401. Tapi, ngapain menang penguasaan bola dan jumlah umpan jika akhirnya kalah? The Reds seperti manusia yang tidak puas dengan kondisi fisiknya. Mencoba terlihat lebih indah meski harus mengubur identitas dengan pupur palsu.

Oleh sebab itu, dari Rachel Vennya kita belajar bahwa kadang dia yang terbaik tidak terlihat karena tertutup makian selama puluhan tahun. Pada titik tertentu, Liverpool tidak butuh Thiago Alcantara. Mereka lebih butuh Jesse Lingard, wonderkid abadi Manchester United yang kini bermain untuk West Ham United.

David Moyes, pelatih West Ham mengungkapkan bahwa Lingard bisa menjadi “pembeda” di dalam timnya. Sebuah pujian setinggi langit untuk atlet dansa itu setelah membuat dua gol di laga debutnya. Lingard sudah mengenal Liga Inggris dan meski menyakitkan, dia lebih berfungsi ketimbang Thiago.

Lingard bisa menggantikan salah satu dari Sadio Mane atau Mo Salah jika sedang absen. Lingard juga bisa dipaksakan bermain sebagai salah satu gelandang dengan peran lebih menyerang. Jadi, Liverpool tetap bisa bermain eksplosif, bukan cuma ekspansif.

Selepas kalah dari Brighton, Jurgen Klopp mengeluh kalau para pemainnya terlihat tidak segar. Dari Rachel Vennya kita belajar bahwa kepalsuan memang tidak memberikan manfaat. Dia yang “dicintai” memang terlihat indah, tetapi tidak pernah bisa selaras dengan hati.

Iklan

Kalau identitas sudah hilang, kesegaran macam apa yang bisa diharapkan? Mungkin benar adanya jika Liverpool dianggap tengah merindukan kepemimpinan dan umpan daerah Virgil van Dijk. Namun, bagi saya, belajar dari Rachel Vennya, The Reds merindukan identitasnya. Merindukan yang terbaik, bukan yang paling indah.

BACA JUGA Liverpool Dikalahin Tim Akademi Sendiri, Nggak Tahu Malu Minta Penalti karena Itu Jatahnya Manchester United dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2021 oleh

Tags: kloppliga inggrisLingardLiverpoolManchester Unitedrachel vennyathiago
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.