Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Pertarungan Avanza-Xenia Vs Xpander-Livina di Pemilu Mobil Baru 2019

Bagja Pratama oleh Bagja Pratama
13 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tahun 2019 tidak hanya ramai dengan pertarungan dalam pemilu saja. Namun, di dunia otomotif, kubu Avanza-Xenia bakal bersaing melawan Xpander-Livina. Bersiaplah dan tentukan pilihanmu dari sekarang.

Keriuhan tahun politik 2019 sepertinya bakal punya pesaing yang nggak kalah riuh, karena tahun 2019 juga bakal jadi tahunnya mobil-mobil baru. Kalau dibuat hastag, barangkali seperti ini: #2019GantiMobil.

Pastinya, hampir semua masyarakat Indonesia penginnya punya mobil-mobil nomor satu, kan? Yang dianggap paling bagus, biasanya yang paling laris. Begitulah, bagus tidaknya sebuah mobil di Indonesia masih dilihat dari seberapa banyak penjualannya. Maka mobil yang paling laris dianggap sebagai mobil satu. Alias jadi presidennya mobil di Indonesia!

Tidak berbeda jauh dengan dunia politik, para pabrikan juga telah mempersiapkan mobil-mobilnya untuk maju bertarung di panasnya pasar otomotif tanah air.

Setelah proses penjaringan yang cukup panjang, tentu saja nggak semua mobil berani dan bakal maju sebagai capres dan cawapres untuk mobil baru di 2019 mendatang. Masih sama halnya dengan politik, sejauh ini sudah ada petahana yang lebih dari satu decade berkuasa di Indonesia sebagai pasangan mobil paling laris.

Ya. Apalagi kalau bukan duet maut Avanza dan Xenia!

Namun, kubu Avanza-Xenia ini bakal kedatangan rival yang nggak kalah menantang untuk tahun depan. Hal ini muncul dari koalisi, eh, aliansi Nissan-Mitsubishi melalui duet Xpander dan Livina. Maka dnegan ini, lengkap sudah dua kubu yang bakal bersaing jadi mobil sejuta umat di Indonesia pada tahun depan, Saudara-saudara.

Mobil nomor satu, presidennya roda empat tanah air telah terbagi dalam dua kubu yang siap bersaing: Avanza-Xenia vs Xpander-Livina!

Lantas, apa yang menyebabkan pertarungan dua kubu ini bakal menarik?

Pertama, kedua kubu ini hadir dengan spesies MPV. Sebuah jenis mobil yang paling banyak peminatnya di Indonesia. Paling gemuk pasarnya dan nggak jarang dijuluki mobil sejuta umat, sebab hampir semua umat menggunakannya.

Kedua, di saat elektabilitas petahana yakni Avanza-Xenia mulai stagnan, Mitsubishi memunculkan kadernya Xpander yang langsung melejit elektabilitasnya. Hal ini terbukti dari pencapaian penjualan 100 ribu unit lebih, hanya dalam waktu 1 tahun sejak dimunculkan di kancah politik pasar otomotif Indonesia.

Elektabilitas Xpander yang sedang moncer tersebut, bakal disandingkan dengan Nissan Livina terbaru, yang kencang dikabarkan juga bakal menggunakan ekstrak dari si Xpander. Jadi, banyak pengamat dan survei-survei yang telah memprediksi dari kesuksesan dari duet maut Xpander-Livina ini, bakal menjungkalkan petahana Avanza-Xenia yang selama ini berjaya.

Namun, tentu saja pihak petahana nggak bakal tinggal diam melihat elektabilitasnya—pelan namun pasti—mulai digerogoti Xpander. Oleh karena itu, dimunculkanlah isu bahwa awal tahun depan, model terbaru dari Avanza-Xenia siap untuk dinikmati publik.

Nah, panasnya pertarungan dari dua kubu ini diprediksi nggak bakal berbeda dengan panasnya pertarungan dua kubu Jokowi-Ma’ruf Amin vs Prabowo-Sandi. Bahkan, semua yang dilakukan kedua kubu dalam konteks politik tersebut, juga terjadi dalam konteks otomotif.

Iklan

Kekuatan kedua kubu ini juga berimbang sebenarnya. Avanza-Xenia berjaya karena disokong raksasa bisnis Astra. Di mana ia menang dalam segala hal. Baik dari produknya sampai jaringan purna jual yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Begitu pula dengan Xpander-Livina. Kedua mobil ini punya beking aliansi raksasa global Renault-Nissan-Mitsubishi, yang tahun lalu saja jadi perusahaan gabungan dengan penjualan nomor dua terbanyak di dunia, setelah Volkswagen grup. Ngeriii~

Memang, beberapa waktu terakhir ini, kubu petahana seolah senyum-senyum sendiri, dikarenakan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi terus dirudung masalah. Utamanya banyak isu-isu negatif yang masih belum diputuskan Bawaslu, apakah itu termasuk kampanye hitam, putih, atau justru abu-abu.

Paling terakhir dan paling heboh adalah skandal bos besar dari aliansi tersebut, yakni Charles Ghosn yang ditangkap polisi di Jepang. Penangkapan ini karena kasus pemalsuan laporan keuangan perusahaan.

Diciduknya sang bos besar ini, meski secara operasional tidak akan menganggu, namun sudah memunculkan sentimen negatif baik untuk calon konsumennya sampai investornya. Hal ini terbukti dari menurunnya saham Indomobil yang menaungi Nissan sampai 7 persen karena skandal tersebut.

Ya, sebagaimana halnya dunia politik, dunia otomotif juga nggak terlepas dari isu-isu negatif yang digoreng sedemikian rupa supaya publik tidak meliriknya. Sang petahan pun bukan berarti hanya anteng-anteng saja.

Entah, sudah berapa kali percobaan pembunuhan karakter dimunculkan terhadap Avanza-Xenia. Dianggap mobil usinglah, yang ketinggalan zaman karena penggerak rodanya masih di belakang—sungguh tidak kekinian. Dianggap mobil kaleng lah, yang kesenggol sedikit peyoknya macam habis tabrakan beruntun. Hingga gelas ‘mobil sejuta umat’, yang bisa direpresentasikan secara bias, baik pujian maupun cibiran.

Belum lagi ancaman money politics. Ini juga terjadi di dunia otomotif, lho. Biasanya sodoran menggiurkan seperti ini terjadi saat konsumen hendak beli mobil. Diskon gila-gilaan yang kadang sampai nggak masuk akal. Apalagi jelang berganti tahun seperti ini, nominal diskon Rp20 juta sampai Rp50 juta untuk sebuah low MPV sih, dianggap kecil.

Lantas siapa yang nggak panas coba? Kalau sudah susah-susah setting harga supaya kompetitif dengan harga kompetitor, kemudian di-­publish secara resmi. Eh, giliran faktanya di lapangan, harganya banyak yang jauh lebih murah dari harga resmi.

Perang diskon seperti ini bukan hal yang sepele. Saking pentingnya diskon untuk membeli mobil baru, banyak calon pembeli yang akhirnya berpindah kubu. Mengalihkan pilihannya dari satu merek ke merek yang lain, karena tawaran diskonnya lebih aduhai.

Selain itu, urusan spesifikasi dan fitur-fitur juga bisa dijadikan bahan olok-olokan kedua kubu. Baik Cebong maupun Kampret-nya dunia otomotif, sudah siap mem-bully habis-habisan mobil-mobil dari kubu lawan yang dianggap kurang dan lemah.

Oleh karena itu, kedua kubu ini memang harus hati-hati dalam menawarkan spesifikasi dan fitur agar paslon usungannya dapat berjaya di tahun 2019. Sekaligus meredam tekanan cebong dan kampret yang selalu punya bahan untuk mengulik titik terlemah dari sebuah mobil. Begitu barangkali.

Jadi, Cebong dan Kampret, mana suaranya, nih?

Terakhir diperbarui pada 13 Desember 2018 oleh

Tags: avanzaLivinaPemilu 2019xeniaxpander
Bagja Pratama

Bagja Pratama

Artikel Terkait

Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO
Sehari-hari

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO
Otomojok

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO
Otomojok

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Toyota Avanza Jawaban Nafsu ASN yang Gadai SK demi Beli Mobil MOJOK.CO
Otomojok

Toyota Avanza 2011, Mobil Bekas Terbaik untuk ASN yang Nafsu Menggadai SK Demi Membeli Mobil Setelah Resmi Menjadi Abdi Negara

11 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.