[MOJOK.CO] “Aparatur negara bukan James Bond yang jenius. Kadang mereka bisa konyol juga.”

1. Kedapatan Nonton Bokep saat Rapat DPR

Hal konyol pertama datang dari Gedung DPR RI pada 8 April 2011. Di hari itu, para anggota dewan menggelar rapat paripurna membahas rencana anggaran DPR RI, salah satunya mengenai rencana pembangunan gedung baru DPR. Rupanya, pembahasan ini menjadi panas dan berujung dengan walk out-nya anggota Fraksi PDIP dan Gerindra.

Tapi, kemudian yang menjadi sorotan media justru bukan rapat itu maupun walk out yang menyertainya, melainkan peristiwa terpotretnya salah seorang anggota dewan yang asyik nonton bokep di tablet ketika rapat berlangsung. Arifinto, nama anggota Fraksi PKS dari dapil Jawa Barat II yang tengah sial itu, tertangkap kamera Irfan, fotografer dari Media Indonesia.

Seperti udara, foto tersebut menyebar dan mengisi ruang-ruang media sosial di Indonesia. Cibiran netizen saat itu juga menjadi menu utama feed medsos. Lha gimana mau nggak mencibir, sebelumnya menteri dari partai yang sama dengan Arifinto lagi seneng-senengnya ngeblokir laman-laman berbau pornografi dan lagi getolnya bikin UU ITE untuk pengunduh bokep.

Setelah ramai-ramai dicibir, belio menglarifikasi kalau dirinya tidak sedang nonton, melainkan membuka link yang didapat di email-nya. Belionya bilang sedang dijebak dan dibunuh karakternya. Tak lama setelah itu, belio mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota dewan.

2. Bakar Ganja di Ruang Publik

Baca juga:  Betapa Visioner Pasha 'Ungu' dengan Gaya Rambutnya

Pada 11 Maret 2015 tim kepolisian Palmerah, Jakarta Barat patut berbangga hati, pasalnya hasil pencarian narkoba selama 4 bulan membuahkan hasil. Sejumlah barang bukti berupa 3,3 ton ganja, 1,8 kilogram sabu, dan 2.538 butir ekstasi berhasil mereka ciduk. Ditaksir, barang haram tersebut bernilai 16,9 miliar atau setara dengan 5 kali biaya traveling Fredrich Yunadi.

Agar barang bukti tersebut tidak beredar kembali ke pasaran, pihak kepolisian berinisiatif untuk memusnahkannya. Barangkali hal ini merupakan tangkapan terbesar kepolisian Jakarta Barat sepanjang hayat. Tak tanggung-tanggung, pihak kepolisian mengajak beberapa pejabat pemerintah Jakarta Barat dan 2 tersangka narkoba tersebut untuk memusnahkan barang bukti di lapangan Polsek Palmerah Jakbar.

Dengan cara dibakar, pemirsa.

Asap mulai merangsek ke udara.

Angin membawanya ke rumah-rumah warga.

Seketika warga mulai pusing akibat aroma ganja.

Sedangkan ribuan butir pil ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender.

3. Bakar Petasan Ratusan Kilo di Ruang Publik

Aksi penjaringan petasan oleh Satuan Sabhara Polres Kebumen juga tak kalah hebat. Mereka menjaring sekitar 287 kilogram petasaan pada operasi anti-petasan pada bulan Ramadan tahun 2017. Barang yang terkumpul kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar. Prosesi pembakaran yang berlangsung khidmat ini dilakukan di Dukuh Sumelang, Gemeksakti, Kebumen.

Tampaknya, Pak Pol paham betul cara menyalakan petasan. Barangkali akan menjadi semacam pesta kembang api di siang hari. Tapi, nyatanya, ledakan petasan tersebut terasa hingga radius 3 kilometer lebih. Hampir 55 bangunan warga termasuk masjid terkena imbasnya.

Baca juga:  Tiga Pesepakbola yang Tingkahnya Mirip Donald Trump

Kuatnya ledakan 287 kilogram petasan tersebut membuat bangunan-bangunan di sekitarnya bergetar, bahkan sampai merusak jendela, eternit, genteng, dan lain sebagainya.

Sebagai permintaan maaf, pihak kepolisian bersedia melakukan ganti rugi kepada warga yang rumahnya hancur. Yah hitung-hitung silaturahmi di hari Lebaran.

Pihak kepolisian memang tahu betul caranya main petasan menjelang hari raya.

4. Bergurau saat Apel Pagi

25 Oktober 2017 adalah hari yang sangat apes bagi pegawai Pemkot Surabaya. Gimana nggak, saat itu Bu Risma lagi ngomel-ngomel karena kinerja pegawai pemkot sedang buruk-buruknya. Seperti biasa, suaranya yang lantang saat ngomel memang nyebelin bagi saya sendiri bila berada di posisi yang lagi diomelin.

Nah, di tengah pemutaran kaset omelan oleh Bu Risma itu, kok ya ada yang malah asyik bergurau (atau ghibah?) di dalam barisan. Dan sialnya lagi, kepergok sama Bu Risma. Tak tanggung-tangung, Bu Risma langsung turun podium untuk menjemputnya dalam barisan kemudian dipindahkan di barisan paling depan layaknya komandan upacara bendera. Sendirian pula.

Dan Bu Risma pun melanjutkan omelannya.

Meskipun tidak mendapat sanksi, akan tetapi maju di depan sendiri saat apel pagi emang ngeri. Pagi-pagi bukannya ngopi, malah masuk tipi.

5. Kucing-kucingan dengan KPK

Nah kalau ini ceritanya si Papa yang udah sering banget diomongin. Bosen deh kalau mau ngomongin lagi. Tapi, emang konyol sih~

Komentar
Add Friend
No more articles