ADVERTISEMENT

Profil Suahasil Nazara, Orang Lama di Kemenkeu yang Akhirnya Menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sah! Suahasil Nazara resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026, cuma setahun setelah Purbaya dilantik. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara di Istana Kepresidenan lewat Keppres Nomor 97/P Tahun 2026. Sebelum naik jabatan, Suahasil sudah menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan malang melintang berkarier di Kemenkeu lebih dari sepuluh tahun. Pergantian mendadak ini langsung memicu perbandingan gaya kepemimpinan dengan Purbaya, sang pendahulu yang dikenal agresif dan blak-blakan.

Kabar reshuffle menteri memang selalu bikin geger. Tapi kali ini beda. Yang kena reshuffle adalah Menteri Keuangan yang selama ini jadi tulang punggung penjaga keuangan negara. Proses pencopotan juga tak kalah heboh, Purbaya dikabarkan menerima kabar bahwa dirinya dicopot melalui telepon ketika masih rapat bersama Komite IV DPD RI. Beberapa jam kemudian giliran Suahasil yang mengucap sumpah jabatan. Proses yang begitu cepat ini memicu perdebatan publik mengenai alasan pencopotan Purbaya, siapa sebenarnya Suahasil Nazara, dan kenapa Prabowo memilih dia?

ADVERTISEMENT

Suahasil Nazara bukan nama baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Setelah meraih gelar S1 Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994, ia meniti karier di bidang kebijakan fiskal dan sosial. Pada 2009–2011, ia bergabung dalam Tim Asistensi Menteri Keuangan untuk bidang Desentralisasi Fiskal, sebelum kemudian dipercaya memimpin Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat TNP2K yang menangani isu pengentasan kemiskinan.

Kariernya terus menanjak hingga pada 2016 ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal oleh Menteri Keuangan saat itu. Tiga tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan dan mendampingi Sri Mulyani. Pengalaman panjang tersebut membuat Suahasil Nazara cukup familiar di lingkungan Kemenkeu, meski namanya tidak banyak muncul di ruang publik.

Siapa Suahasil Nazara Sebelum Jadi Menkeu?

Kalau Purbaya sering tampil blak-blakan ala koboi di depan kamera, Suahasil justru dikenal sebagai sosok teknokrat yang bekerja di balik layar. Selama menjabat Wakil Menteri Keuangan, dia banyak membantu urusan perumusan kebijakan fiskal nasional tanpa banyak diliput media. Laporan LHKPN KPK mencatat kekayaan bersihnya mencapai Rp138,1 miliar per periode 2025, terdiri dari tanah, bangunan, dan kendaraan.

Gaya Suahasil Nazara yang tenang dalam bekerja ini yang membuat sejumlah pengamat menilai Prabowo sengaja mencari sosok penyeimbang. Setelah setahun penuh dar der dor di era Purbaya, Istana sepertinya ingin Kemenkeu dipegang oleh sosok yang lebih kalem dan minim gesekan dengan pemangku kepentingan lain.

Kenapa Purbaya Diganti Secepat Itu?

Sampai saat ini, Istana belum mengeluarkan penjelasan resmi soal alasan pencopotan Purbaya. Namun, beberapa analisis mengemuka dari berbagai pengamat ekonomi.

Polemik Setoran Danantara

Purbaya sebelumnya sempat mendorong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menyetorkan sekitar Rp120 triliun ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Usulan tersebut kemudian memicu perdebatan mengenai batas kewenangan antara Kementerian Keuangan dan badan pengelola investasi negara. Langkah ini juga disebut-sebut membuat Prabowo kurang berkenan, yang kemudian dikaitkan dengan keputusan pencopotan Purbaya dari jabatannya.

Gesekan dengan Pemerintah Daerah

Kebijakan Purbaya yang memangkas transfer ke daerah turut berdampak pada sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang kehilangan sebagian dana pihak ketiga. Situasi tersebut semakin rumit dengan munculnya wacana pemindahan penyaluran gaji aparatur sipil negara (ASN) dari BPD ke bank-bank Himbara, sehingga menambah tekanan bagi perbankan daerah.

Gaya Komunikasi yang Kontroversial

Terbaru, pernyataan Purbaya terkait polemik utang Kereta Cepat Whoosh kembali menuai kritik dari sejumlah ekonom. Beberapa pengamat menilai gaya komunikasinya kerap memicu respons negatif dari pasar, yang pada akhirnya berpotensi mengikis kepercayaan investor terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah.

ADVERTISEMENT

Purbaya sendiri, saat ditanya wartawan usai serah terima jabatan, mengakui bahwa pencopotannya berkaitan dengan perombakan pejabat yang belum lama dia lakukan di internal Kemenkeu, meski dia juga menegaskan keputusan itu murni hak prerogatif presiden.

Dua Sosok yang Beda Gaya, Beda Arah Kebijakan

Perbandingan antara Suahasil Nazara dan Purbaya Yudhi Sadewa sebetulnya bukan cuma soal pembawaan dan karakter. Tidak hanya berbeda gaya dalam bekerja dan cara berkomunikasi dengan publik, dua sosok ini mewakili dua pendekatan fiskal yang cukup kontras.

Purbaya membawa gaya agresif dan berorientasi kejar pertumbuhan. Dia menggelontorkan likuiditas ke perbankan, menekan transfer ke daerah demi ruang fiskal, mengejar penerimaan pajak habis-habisan, dan menahan kenaikan cukai. Pendekatan model begini memang bikin angka-angka fiskal kelihatan agresif dalam waktu singkat, tapi juga meninggalkan banyak gesekan di sana-sini, mulai dari daerah sampai dunia usaha.

Suahasil kelihatannya memilih jalan berbeda. Usai dilantik, dia langsung menegaskan arahan yang dia terima dari Presiden Prabowo yaitu menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, sekaligus memastikan APBN tetap mendukung program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis. Dia juga berkomitmen menjaga defisit APBN di bawah 3 persen, sebuah sinyal bahwa dia akan main aman, beda dibanding pendahulunya.

Pasar modal langsung memberi respons begitu Suahasil Nazara resmi dilantik. Saat IHSG sempat anjlok lebih dari 2 persen pada Senin sore itu, saham-saham bank BUMN seperti BBRI, BMRI, dan BBNI justru melonjak tajam menjelang penutupan perdagangan, dengan BBRI melesat hampir 4 persen. Kenaikan mendadak inilah yang ikut menahan pelemahan IHSG sehingga indeks cuma ditutup turun tipis 0,10 persen. Analis menilai penguatan saham bank ini mencerminkan optimisme investor terhadap latar belakang teknokratis Suahasil dan harapan bahwa arah kebijakan fiskal bakal lebih terjaga di bawah kepemimpinannya.

Bagi pembaca yang mengikuti isu ekonomi makro, perbedaan gaya ini penting untuk dipantau. Kebijakan agresif Purbaya sempat bikin defisit APBN tertahan di kisaran 0,9 persen terhadap PDB sampai akhir Agustus 2026, meski target defisit tahunan bergeser dari 2,68 persen ke kisaran 2,85–2,86 persen. Sekarang giliran Suahasil Nazara yang harus membuktikan, apakah pendekatan yang lebih teknokratis bisa menjaga stabilitas tanpa mengorbankan program-program prioritas pemerintah yang butuh dana besar.

Pergantian Menkeu yang Masih Menyimpan Banyak Tanda Tanya

Reshuffle Menteri Keuangan dari Purbaya ke Suahasil Nazara menunjukkan bahwa dunia fiskal Indonesia jarang sekali tenang untuk waktu yang lama. Baru setahun berjalan, kursi bendahara negara sudah berpindah tangan baru. Yang masih jadi misteri adalah alasan sebenarnya di balik keputusan itu.

Yang jelas, Suahasil Nazara bukan orang asing di Kemenkeu. Dia paham betul lika-liku birokrasi fiskal karena sudah lama berada di lingkaran itu. Tantangannya sekarang bukan cuma soal menjaga defisit di bawah 3 persen, tapi juga meredam gejolak yang sempat muncul selama era Purbaya. Kalau kamu penasaran ke mana arah kebijakan Kemenkeu berikutnya, ada baiknya terus memantau langkah-langkah awal Suahasil dalam beberapa bulan ke depan. Reshuffle ini baru permulaan cerita, bukan penutupnya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2026 oleh .

Armandoe Gary Ghaffuri

Sehari-hari menganalisis media, sisanya menulis cerita.