Setiap kali melintas di jalan tol dan singgah di rest area, mungkin sebagian orang pernah kepikiran satu pertanyaan, bagaimana cara pekerja rest area tol berangkat ke tempat kerja setiap hari?
Wajar saja, jalan tol kan cuma boleh dilalui kendaraan roda empat. Sementara, tidak semua pekerja rest area punya mobil pribadi. Pertanyaan ini sempat beberapa kali jadi viral di media sosial, biasanya lewat video yang diunggah para pekerja rest area itu sendiri.
Ternyata, ada jalur khusus yang selama ini jarang diketahui publik, dan jawabannya lebih menarik dari yang dibayangkan banyak orang.
Rest Area Tol Memang Cuma Bisa Diakses Lewat Jalan Tol
Perlu dipahami dulu, akses resmi menuju rest area memang hanya lewat jalan tol, dan itu artinya cuma kendaraan roda empat ke atas yang boleh lewat. Sepeda motor dilarang masuk jalan tol, termasuk buat sekadar mampir ke rest area.
Kondisi ini yang bikin banyak orang penasaran. Soalnya, faktanya di lapangan, sebagian besar pekerja rest area, mulai dari penjaga warung, karyawan minimarket, sampai petugas SPBU, justru berangkat kerja pakai sepeda motor. Kalau motor dilarang masuk tol, lantas lewat mana mereka bisa sampai ke lokasi kerja?
Ada “Pintu Belakang” yang Jarang Diketahui Publik
Pekerja rest area tol biasanya punya akses masuk lewat jalur khusus di bagian belakang, yang terpisah dari jalan tol utama. Jalur ini biasanya berupa jalan desa atau jalan yang sengaja dibangun bersamaan dengan rest area itu sendiri.
Contohnya bisa dilihat di Rest Area KM 487 A Tol Semarang-Solo. Sebagaimana dikutip dari Tribun Solo, Manager Aset Manajemen TMJ, Dwi Suryanto, pernah menjelaskan bahwa setiap rest area di ruas tol tersebut punya akses keluar masuk lewat jalan desa. Di titik ini, akses belakangnya bersebelahan langsung dengan jalan antardesa Gumukrejo-Tawangsari, Kecamatan Teras, Boyolali. Di bagian belakang rest area itu juga sudah disediakan tempat parkir motor khusus, lengkap dengan pintu akses tersendiri.
Contoh lain ada di Rest Area Tol Jagorawi KM 21B. Pekerja rest area di titik ini bisa masuk lewat Jalan Raya Karanggan yang menghubungkan Citeureup dan Gunung Putri, lanjut ke Jalan Caringin, kemudian berbelok ke Jalan Kampung Cikuda, sebelum akhirnya sampai di pintu belakang rest area. Sebelum sampai ke titik itu, mereka bahkan harus melewati jembatan penyeberangan orang yang biasa dipakai warga setempat.
Pola serupa juga ditemukan di Rest Area KM 86 Tol Cipali. Meski lokasinya terlihat jauh dari permukiman, tetap ada jalan tikus dari desa terdekat yang jadi akses harian pekerja rest area di sana.
Video Viral yang Akhirnya Menjawab Rasa Penasaran Publik
Fenomena ini sempat ramai dibahas usai sebuah video di TikTok menunjukkan rute yang harus ditempuh seorang pekerja rest area setiap hari. Dalam video itu, terlihat jalan setapak sempit di samping tol, yang kondisinya becek dan berlumpur begitu hujan turun. Rutenya bahkan melewati semak-semak, sebelum akhirnya menembus sebuah terowongan pendek yang mengharuskan pengendara motor menunduk supaya tidak terbentur.
“Ini kalau habis hujan ya jalan becek licin karena ini dari tanah yang diurug pake batu bekas aspal gitu. Banyak genangan air yang menyedihkan,” begitu keterangan yang ditulis pemilik akun TikTok @awanmendung18 dalam videonya.
Video semacam ini bukan cuma satu-satunya. Beberapa konten serupa juga pernah viral, memperlihatkan pekerja rest area tol harus menyusuri pematang sawah, jalan rusak, sampai jalur becek yang jauh dari kata layak, hanya demi sampai ke tempat kerja tepat waktu.
@boru.simbolonn 2x hampir jatoh,Atut banget 😭🫵🏻#jawabarat #kalijatisubang#tolcipali#restarea ♬ Meow number 16 – The kitten’s nose – AtilaKw
Pekerja Rest Area Tol Ada Juga yang Difasilitasi Mobil Antar Jemput
Nggak semua pekerja rest area tol harus berjuang lewat jalan tikus. Untuk sejumlah gerai besar, seperti kedai kopi ternama yang biasa ditemukan di rest area, biasanya disediakan mobil antar jemput khusus buat karyawannya. Jadi, karyawan-karyawan ini tinggal menunggu jemputan di titik kumpul tertentu, tanpa perlu repot mencari jalur alternatif sendiri.
Selain mobil antar jemput, sebagian rest area juga menyediakan lahan parkir motor resmi buat karyawan yang datang lewat jalur belakang. Jadi, begitu motor diparkir, mereka tinggal berjalan kaki sebentar untuk masuk ke area kerja masing-masing.
Ada fakta menarik lain soal pekerja rest area tol, banyak dari mereka justru warga yang memang tinggal di pemukiman sekitar rest area itu sendiri. Soalnya, lokasi rest area umumnya memang berdekatan dengan desa atau kampung terdekat, jadi jarak tempuhnya nggak sejauh yang dibayangkan orang.
Buat pekerja yang berasal dari luar daerah, biasanya mereka memilih indekos di sekitar rest area. Pilihan ini dianggap lebih praktis, mengingat akses lewat jalan tikus tadi juga butuh waktu tempuh tersendiri, apalagi kalau kondisi jalannya lagi buruk akibat hujan.
Perjuangan yang Jarang Terlihat Pengendara Tol
Bagi pengendara yang cuma singgah sebentar di rest area, mungkin sulit membayangkan bahwa di balik kenyamanan tempat istirahat itu, ada rute perjalanan yang jauh dari kata mudah bagi sebagian pekerjanya. Jalan becek, terowongan sempit, sampai rute memutar lewat desa tetangga, jadi rutinitas harian yang harus dijalani demi bisa sampai ke tempat kerja.
Fenomena pekerja rest area tol ini akhirnya jadi pengingat kecil, bahwa di balik fasilitas jalan tol yang serba cepat dan praktis, ada orang-orang yang justru harus menempuh jalan memutar dan medan yang jauh lebih menantang, hanya untuk bisa berangkat dan pulang kerja setiap harinya.