Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Jalan Tikus di Kota Malang yang Paling Useless

Iqbal AR oleh Iqbal AR
20 Desember 2021
A A
5 Jalan Tikus di Kota Malang yang Paling Useless terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai kota yang bisa dibilang besar dan punya populasi penduduk yang banyak, Malang pun dipenuhi dengan jalan-jalan yang juga sangat banyak. Oleh karena itu, tiap jalan-jalan utama di semua wilayah di Malang, pasti akan selalu padat. Ya, risiko sebagai kota besar, lah.

Kepadatan jalan ini juga berhubungan dengan populasi penduduk Kota Malang yang semakin banyak setiap tahunnya. Seperti kita tahu, Malang juga jadi destinasi kuliah bagi para mahasiswa. Jadi, tiap tahun, setidaknya ada ribuan penduduk baru yang tinggal di Malang. Imbasnya, jalanan di Malang akan jadi semakin ramai, semakin padat, dan semakin tidak karuan. Apalagi melihat kenyataan belum ada solusi apa pun dari yang “memimpin Malang” untuk permasalahan ini.

ADVERTISEMENT

Mau tidak mau, guna menyiasati padat dan ramainya jalanan di kota Malang, orang-orang selalu mengandalkan jalan tikus (jalan terobosan) kalau ingin menghindari macet. Di kota besar seperti Malang ini, jalan tikus sungguh sangat membantu untuk mempersingkat waktu perjalanan. Apalagi jika jalan tikusnya membantu menghindari daerah-daerah macet di jam-jam berangkat/pulang kerja. Selain mempersingkat waktu, adanya jalan tikus juga menghindarkan orang dari naik darah kalau kena macet.

Namun, bukan berarti semua jalan tikus itu berguna. Ada jalan yang pada awalnya memang diperuntukkan jadi jalan tikus, tapi semakin ke sini semakin tidak ada gunanya, alias useless. Maka, inilah 5 jalan tikus paling useless di Kota Malang

#1 Jalan Sigura-gura

Sebagai jalan yang berdiri sendiri, Jalan Sigura-gura memang penting. Ada banyak kehidupan di sana, mulai dari kampus, kos/rumah mahasiswa, tempat makan, hingga warung kopi. Tapi, sebagai jalan terobosan (yang bisa menghubungkan ke Tlogomas, Jetis, hingga Dau), Jalan Sigura-gura tampaknya kurang begitu berguna. Apalagi, kalau kamu mau ke arah Tlogomas. Bukan apa-apa, selain jarak tempuhnya tidak jauh berbeda, macetnya pun sama saja.

Memang sudah saatnya kita berhenti menganggap Sigura-gura sebagai jalan tikus. Dulu, mungkin Jalan Sigura-gura bisa dikatakan sebagai jalan tikus yang ampuh. Namun sekarang, tidak lagi begitu. Sebab, kalau kamu mau ke Tlogomas (dari arah Malang) via Sigura-gura atau via Sumbersari lalu Dinoyo (jalur utama), macetnya sama saja, jarak tempuhnya sama saja.

#2 Perkampungan sebelah Politeknik Negeri Malang

Bergeser sedikit, ada wilayah perkampungan di sebelah kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang bisa dijuluki sebagai jalan terobosan paling useless. Adalah hal yang wajar jika jalanan perkampungan jadi target jalan terobosan bagi orang-orang. Apalagi untuk orang-orang yang ingin menghindari jalan besar, jalanan kampung bisa jadi solusi.

Masalahnya, di perkampungan sebelah Polinema ini buat apa dijadikan jalan tikus? Toh, kalau kamu mau ke Polinema kan tidak ada masalah di rutenya. Dari arah Batu, ya tinggal lewat Jembatan Soekarno-Hatta saja. Dari arah Mayjend Pandjaitan juga sama. Kalau dari arah Jl. Soekarno-Hatta, ya tinggal cari putaran jalan sebelum jembatan. Ngapain lewat jalan terobosan? Useless banget, lah.

Baca Juga:

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera karena Potensi Wisata Kota Ini Begitu Besar tapi Terbentur Tembok Birokrasi

#3 Belakang M.T. Haryono (ke arah Jl. Soekarno-Hatta)

Masih di sekitaran situ, ada jalan belakang M.T. Haryono yang jadi jalan tikus paling useless selanjutnya. Alasannya sederhana saja, kalau kita mau ke Jl. Soekarno-Hatta lewat jalan utama (Jl. M.T. Haryono depan dari arah Tlogomas) itu jalannya sudah enak, tinggal lurus, lalu belok kiri ke arah Jl. Soekarno-Hatta. Macetnya pun tidak terlalu parah, kok. Apalagi kalau kamu naik motor, jelas bisa meliuk-liuk.

Tidak perlu lewat belakang M.T. Haryono untuk sampai Jl. Soekaro-Hatta. Ribet, karena kamu harus keluar-masuk kampung dan jalanannya juga belum tentu bagus. Lagian, ngapain menyusahkan diri sendiri kalau sudah ada jalan yang enak? Iya, kan?

#4 Belakang TMP (Jl. Veteran – Jl. Cianjur – Jl. Bogor)

Dibilang jalan tikus sebenarnya kurang tepat juga. Namun, tidak sedikit yang memanfaatkan rute belakang TMP Malang ini jadi jalan terobosan. Ini adalah jalan dengan rute pendek, hanya beberapa ratus meter yang melewati bagian belakang TMP. Rute ini menghubungkan Jl. Veteran ke Jl. Cianjur (belakang TMP), dan bisa menuju ke Jl. Bogor. Lewat jalan utama, sih, bisa, toh hanya lurus lalu belok kiri. Jalan ini tidak macet dan jalanannya juga nggak jelek-jelek amat (bahkan jalan di belakang TMP malah lebih jelek).

Mungkin bagi orang yang tinggal atau punya pekerjaan di daerah belakang TMP, rute ini berguna banget. Tapi, bagi orang yang sekadar menganggap ini jalan terbosan, ya useless banget nget. Buat apa, coba?

#5 Tegalgondo

Sebenarnya, jalan tikus Tegalgondo ini adalah jalan yang sangat berfungsi kalau kalian tinggal di Batu dan berkuliah di Universitas Negeri Malang (UMM). Jalannya relatif sepi, aspalnya tidak jelek-jelek amat, dan bisa memotong jalan untuk sampai ke bagian belakang kampus UMM. Kalian tidak perlu lewat jalan besar dan harus macet-macetan (apalagi ketika jam berangkat kerja).

Tapi, kalau kalian tinggal di Batu dan kuliah di Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Malang (ITN), misalnya, ya ngapain lewat Tegalgondo. Rutenya beda. Bukannya mempersingkat waktu, malah memperpanjang waktu dan menguras tenaga. Mending kalian lewat jalan besar atau jalan utama, toh juga sama saja. Jadinya, Tegalgndo adalah jalan tikus yang useless bagi mahasiswa kampus seperti UM, UB, atau ITN.

Itulah setidaknya 5 jalan tikus paling useless di Kota Malang. Berhubung Malang itu luas, jalannya banyak, dan saya tidak ada niat berkeliling seluruh Malang, jadinya jalan terobosan useless-nya ya yang saya tahu dan pernah saya lewati saja. Kalau kalian punya daftar jalan useless lainnya, boleh dibagi ke pembaca sekalian. Oke?

Sumber Gambar: Unsplash

Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2021 oleh

Tags: jalan terobosanjalan tikuskota malangpilihan redaksi
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Losmen Bu Broto: Kupas Tema Prasangka dalam Keluarga terminal mojok.

Losmen Bu Broto: Kupas Tema Prasangka dalam Keluarga

22 November 2021
Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

11 April 2023
FIB UNAIR Surabaya Dianaktirikan Kampus, Mahasiswa Menderita seperti Kuliah di Universitas Pinggiran Mojok.co

FIB UNAIR Surabaya Dianaktirikan Kampus, Mahasiswa Menderita seperti Kuliah di Universitas Pinggiran

9 April 2024
Malang Kota Wisata Parkir, Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir Semakin Nggak Nyaman

Malang Kota Wisata Parkir: Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir, Semakin Nggak Nyaman

25 Agustus 2024
5 Pekerjaan yang Menghasilkan Banyak Cuan dalam Hitungan Jam selain Tukang Parkir dan Pak Ogah

5 Pekerjaan yang Menghasilkan Banyak Cuan dalam Hitungan Jam selain Tukang Parkir dan Pak Ogah

21 Agustus 2024
Memahami Arti Resesi Pakai Bahasa Tukang Gorengan

Memahami Arti Resesi Pakai Bahasa Tukang Gorengan

11 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.