Arsip Artikel: Seto Wicaksono
20 ArtikelKelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang suami, ayah, dan recruiter di suatu perusahaan.
Kebijakan ASN Jakarta Naik Transportasi Umum Tiap Rabu Mungkin Niat Baik, tapi Malah Melahirkan Celah Tipu Muslihat yang Besar
Tujuan munculnya aturan ASN Jakarta wajib naik transportasi umum mungkin baik. Tapi, bisa melahirkan celah tipu muslihat yang besar.
Mundurnya Pengangkatan CPNS 2024 dan Polemik Resign yang Dianggap Sepele: Bukti Betapa Gelapnya Dunia Kerja Kita Saat ini
Mundurnya pengangkatan CPNS 2024 adalah wujud payahnya kerja pemerintah gelap ini. Mereka malah mempermainkan nasib orang.
Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi
Untung saja Mohamed Salah Salah tidak bersuara dan memperjuangkan haknya di Indonesia. Kalau iya, udah habis dia dibantai pakai UU ITE.
Balada PHK 450 Pekerja Tokopedia: Fenomena Pekerja Lain Ingin di-PHK dan Berharap Dapat Pesangon Besar
Tokopedia memberi pesangon besar kepada 450 karyawan yang kena PHK. Kabar ini bikin karyawan lain pengin kena PHK juga. Sungguh tidak bijak.
Tapera Adalah Wujud Kebijakan Nggak Asyik, dari Orang-orang Sok Asyik
Kalau Tapera diibaratkan manusia, saya nggak mau temenan. Ia sok asyik di tongkrongan. Sebab yang seperti ini, biasanya bikin repot.
Sisi Gelap HRD: Bitter Truth dan Kecurangan kepada Karyawan yang Dianggap Sepele
Dunia kerja tidak baik-baik saja jika HRD menganggap pekerja hanya sebagai angka dan menyepelekan hak yang semestinya diberikan.
Lulusan Jurusan Psikologi Itu Nggak Spesial: Lapangan Pekerjaan yang Linier Sedikit, Gajinya Juga Kecil
Kalau bisa, jangan ambil Jurusan Psikologi. Mending kuliah yang peluang kariernya lebar dan gajinya lebih besar. Menjadi Sarjana Psikologi itu nggak spesial-spesial amat.
Skor BI Checking untuk Syarat Bekerja: Pertimbangan Perusahaan yang Dipermasalahkan oleh Calon Karyawan
Banyak pelamar kerja mengeluhkan aturan skor BI Checking sebagai syarat bekerja. Benarkah kebijakan ini memberatkan? Atau menguntungkan?