Arsip Artikel: Cepi Sabre
54 ArtikelKontributor aktif media opini dan satir di Terminal Mojok.
Naruto, Mars Perindo, dan Strategi Politik Hary Tanoe
Di tivi Oom Hary Tanoe, yang acara utama itu sebenarnya adalah Mars Perindo; acara-acara lain seperti Naruto adalah jeda iklannya
Kesedihan dan Cara-Cara Memanfaatkannya
Saya tidak punya kata perpisahan untuk Mojok. Kata nenek saya di Birmingham sana, “Apanya yang ‘good’ dari ‘goodbye’?”
Pruitt-Igoe: Iblis yang Bangkit Kembali
Di kota tempat saya tinggal, Malang, saya sempat membaca sebuah baliho besar yang mengiklankan ‘perumahan Islami pertama di Kota Malang.’ Pertanyaannya kemudian adalah, apa yang mencegah orang untuk membangun perumahan Kristiani atau Buddhawi, misalnya? Atau perumahan-perumahan -i dan -wi lainnya?
Mengkaji Bus Dakwah, Berfaedah atau Justru Nirfaedah?
Saya menduga usulan bus dakwah ini adalah taktik dari pegawai pemerintah kota Bandung untuk mencegah anak muda kaya raya yang ingin mencalonkan diri sebagai walikota.
Sri Wis Bali dan Wiranto Is Back
Kembalinya Sri Mulyani jadi menteri adalah kehebohan yang lain lagi. Setelah minggat pada tahun 2010, pergi tanpa pamit aku, katanya ke pasar, pamit beli terasi, ternyata magang di Bank Dunia, beliau akhirnya kembali. Tidak mudah, tentu saja, untuk mengajak beliau kembali. Bang Tayyip yang di lagu gak pulang selama tiga kali puasa, tiga kali lebaran, tapi kenyataannya cuma ngilang sehari, tentu bukan tandingan beliau dalam hal minggat
Memburu Hantu Komunisme dengan Semangat Indonesiawi
Saya cuma mau pesan sama Om Icad: Jangan galak-galak kayak Stalin atau Kim Jong-Un gitu deh yang suka menyita buku dan melarang orang punya ide. Nanti malah situ yang dituduh kuminis lho, Om.
Menikmati Gerhana Mickey Total
Modal ikut capres-capresan atau cagub-caguban di negeri yang pernah disebut Justin Bieber random country ini memang sederhana: blusukan. Yang paling umum adalah mendatangi pasar, tanya-tanya harga, belanja sekresek, selfie sama pedagang, beres. Tapi ada juga sih yang pernah mencoba nyamar jadi tukang becak, kuli pasar, sampai pengemis, walaupun hasilnya masih jauh dari memuaskan.