Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Ikan Arapaima, Monster Air Tawar yang Dilepas ke Sungai Brantas

Audian Laili oleh Audian Laili
29 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ikan Arapaima yang dilepas di Sungai Brantas menjadi bukti bahwa tidak semua masyarakat memahami bahaya dilepasnya ikan tersebut untuk ekosistem sungai.

Masing-masing orang pasti punya kegemaran yang biasanya dilakukan pada waktu luang dan bertujuan untuk menenangkan pikiran serta mendapatkan kesenangan. Tak sedikit orang yang rela mengorbankan banyak uang dan tenaga untuk kegemarannya tersebut. Bahkan, banyak juga yang justru punya kegemaran yang berbahaya.

Misalnya saja yang baru-baru ini terjadi pada seorang warga Mojokerto berinisial HG. Bukannya kesenangan, malah kegalauan yang tiada tara ia dapatkan karena kegemarannya mengoleksi ikan Arapaima gigas yang berhabitat asli di Sungai Amazon. Ia memiliki ikan tersebut sebanyak 42 ekor. Sayangnya, karena tak mampu merawat ikan yang doyan makan dan tak pernah merasa kenyang ini, dengan terpaksa ia memberikan 4 ekor kepada temannya dan melepas 8 ekor lainnya di Sungai Brantas.

Tentu saja pelepasan ikan asing Arapaima di perairan Sungai Brantas, Mojokerto ini dikecam oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014.

Ya, ikan Arapaima itu dilarang masuk ke dalam wilayah kita, Beb~

Alasannya, ia termasuk ikan yang dapat merugikan dan membahayakan kelestarian sumber daya ikan, lingkungan, dan manusia. Jika ia dibiarkan berenang gaya bebas di perairan kita, orang tuanya bakal khawatir kalau pergaulannya jadi tak terkendali. Eh, nggak, ding. Sebenarnya yang paling ditakutkan adalah kemampuannya memakan sumber makanan dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak.

Dia rakus. Kasihan yang lain kalau nggak kebagian atau justru terpilih jadi santapan. Apalagi dengan porsi makannya yang gila-gilaan itu, ia akan berkembang biak dengan cepat dan berumur panjang. Hal inilah yang kemudian semakin mengancam keberlangsungan sumber daya ikan kita, misalnya pada kelestarian ikan endemik yang sudah ada sebelumnya, dan lebih lanjut mengancam pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya mata pencaharian masyarakat yang bekerja sebagai nelayan atau petani ikan.

Oleh karena itu, Bu Susi Pudjiastuti menjadi agak uring-uringan dengan aksi pelepasan si monster air tawar ini ke Sungai Brantas kemarin. Bu Susi pun menghimbau segera ada sosialisasi mengenai peraturan ini kepada masyarakat, melihat banyak orang yang belum tahu kenapa ikan jenis ini tidak dapat dilepas di perairan Indonesia.

Yang dikhawatirkan, banyak orang yang memiliki kegemaran seperti ini, namun karena tak sanggup memberi makan, akhirnya memilih untuk melepas ikannya ke sungai. Padahal kan kalau memang sudah tak sanggup memberi makan, daripada dibuang di sungai, mending dimakan saja. Katanya, di Amazon sana, ia menjadi santapan yang lezat karena dagingnya tidak memiliki banyak tulang, tidak berbau amis, dan lembut. Hmmm, maknyus!

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2018 oleh

Tags: ikan arapaimamojokertosungai brantasSusi Pudjiastuti
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Vega R 2007 tak cocok untuk pergi dari Surabaya ke Mojokerto. MOJOK.CO
Catatan

Nekat Motoran dari Surabaya ke Mojokerto dengan Vega R 2007 Milik Ayah, Nyaris Terjebak di Area Hutan karena Awam Berkendara

7 Juli 2025
Gunung Penanggungan via Tamiajeng Mojokerto terlalu menyiksa buat pendaki pemula MOJOK.CO
Ragam

Tersiksa Mendaki Gunung Penanggungan Via Tamiajeng Mojokerto

29 Januari 2025
Tukang Servis Jok Motor Dapat Berkah dari Kucing Nakal dan Kulit Halus Kesukaan Lelaki MOJOK.CO
Liputan

Tukang Servis Jok Motor Dapat Berkah dari Kucing Nakal dan Kulit Halus Kesukaan Lelaki

3 September 2023
Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?
Video

Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?

8 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Perasaan duka

Duka Dianggap Hanya Terjadi saat Menangis, padahal Perasaan Sedih Bisa Muncul secara Random dan Absurd

10 Maret 2026
Membongkar “Black Box” Otak Pemimpin Dunia: Trump dan Netanyahu Seharusnya Berendam, Bukan Perang MOJOK.CO

Membongkar “Black Box” Otak Pemimpin Dunia: Trump dan Netanyahu Seharusnya Berendam, Bukan Perang

6 Maret 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
SPBU Diserbu Jadi Bukti Buruknya Komunikasi Pemerintah MOJOK.CO

SPBU Diserbu: Isu Stok BBM 20 Hari Bikin Panik Menjadi Wujud Buruknya Komunikasi Pemerintah dan Publik Sulit untuk Percaya

9 Maret 2026
Anak pulang ke rumah dari perantauan ditunggu, tapi justru sakiti dan beri duka karena sepelekan masakan ibu MOJOK.CO

Anak Pulang Justru Lukai Hati Ibu: Pilih Makan di Luar dan Sepelekan Masakan Ibu karena Lidah Sok Kota-Banyak Gaya

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.