Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kalau Bukan Rahim Hangat, Kenapa Kita Heboh Lihat Jojo Buka Baju?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
30 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menyusul aksi Jojo buka baju di Asian Games 2018, benarkah keadaan rahim hangat yang menyebabkan kita teriak-teriak heboh?

Performa Jonathan Christie, atlet bulu tangkis nomor tunggal putra di Asian Games 2018, berhasil menyedot perhatian. Pasca kemenangannya melawan wakil Taiwan, Chou Tienchen, dalam tiga set dengan skor 21-18, 20-22, dan 21-15, Jojo seolah menjadi putra kesayangan semua orang di Indonesia.

Iklan

Apalagi, pada kesempatan selebrasi kemenangannya, Jojo memunculkan kehebohan tersendiri setelah ia membuka kaus yang dipakainya. Dari sinilah, istilah-istilah aneh bermunculan dari netizen, seperti rahimku hangat, ovarium meledak-ledak, hingga hamil online.

Sontak, istilah-istilah ini mengundang kehebohan yang lebih besar. Banyak orang bertanya-tanya: tidakkah istilah rahim hangat ini merupakan bentuk pelecehan seksual??? Kenapa cewek-cewek ini boleh memberi komentar demikian, sedangkan cowok-cowok tidak??? Bukankah ini double standard???

Persis seperti kasus Via Vallen dan Gita Savitri sebelumnya, ada yang menolak keras komentar-komentar ini, ada pula yang menganggapnya canda biasa. Dikutip dari VOA Indonesia, aktivis Chika Noya menyebut bahwa munculnya komentar-komentar tadi merupakan aksi yang “seksis dan kurang menghargai Jojo sebagai atlet”. Lebih lanjut, ia merasa bahwa keadilan harus diterapkan pada perempuan dan laki-laki, yaitu agar tidak sama-sama dikomentari dari penampilan fisik.

Lain Chika, lain pula Irwan Hidayana. Masih dikutip dari VOA, Pengamat Gender dan Seksualitas UI ini menyebutkan bahwa komentar netizen belum tergolong seksis. Justru, ia menyebutkan bahwa kemungkinan komentar-komentar ini menjadi kebanggaan bagi Jojo sebagai laki-laki. Pasalnya, komentar netizen menggambarkan kelebihan fisik Jojo berupa tubuh maskulin yang ideal.

Nyatanya, dalam sebuah wawancara, Jojo sendiri mengakui bahwa sorakan penonton yang terdengar saat ia membuka baju justru meningkatkan semangatnya. “Nggak tahu kenapa, saat saya buka baju, mereka berteriak, tetapi itu membuat motivasi saya lebih lagi,” kata Jojo.

[!!!!!11!!!!11!!!!!]

Ternyata, kehangatan rahim netizen muncul bersamaan dengan motivasi yang diraih Jojo—hal ini jelas merupakan fakta yang mencengangkan. Namun demikian, perlu kita ungkap suatu kenyataan yang tak kalah penting di sini: rahim yang benar-benar hangat adalah mustahil untuk dirasakan.

Dilansir dari akun Twitter @blogdokter, suhu di dalam rahim ternyata merupakan suhu yang telah disesuaikan dengan suhu tubuh. Artinya, naik dan turunnya suhu rahim jelas tidak dapat dirasakan si pemilik rahim. Lagi pula, kalaupun rahim hangat merujuk pada peningkatan rangsangan seksual, istilah ini tetap tak tepat digunakan. FYI, rangsangan seksual hanya membuka pintu mulut rahim—itu pun sedikit—bukannya menghangatkan suhu rahim.

Noh, mamam~

Lah, terus, kalau bukan gara-gara rahim yang menghangat, kenapa cewek-cewek ini—alias kita—heboh melihat Jojo buka baju???

Ternyata, usut punya usut, ada beberapa kemungkinan yang lebih masuk akal kenapa Jojo buka baju justru membuat kita klepek-klepek dan teriak heboh:

1. Kerja Hormon

Iklan

Alasan paling ilmiah yang menjelaskan kenapa kita bersorak melihat badan Jojo yang terbuka adalah karena ketertarikan fisik. Konon, hormon estrogen dan adrenalin bekerja di tubuh kita dan bertugas dalam mendorong ketertarikan lawan jenis serta mendorong jantung berdebar.

Proses kerja ini sama dengan apa yang akan tubuh kita lakukan saat melihat idola lainnya, seperti oppa-oppa Korea, Iqbaal Ramadhan, hingga pacarmu sendiri. Eaaa~

2. Siapa Tahu Jodoh

Dengan hati berdebar dan suara teriakan yang kencang membara, bukan tidak mungkin jika Jojo menoleh dan melihat ke mata kita di bangku penonton. Dasar kebanyakan mimpi dan drama, sesekali mungkin kita bahkan bermimpi bahwa Jojo akan melihat jauh ke dalam jiwa kita, lalu…

…jatuh cinta!!!

Ya, ya, ya, siapa tahu Jojo adalah jodoh kita? Ingat, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini~

3. Upaya Ngode ke Cowok-Cowok Penggemar

Sebagai cewek-cewek yang independent, beberapa di antara kita mungkin memiliki setumpuk penggemar pria yang tengah berusaha mendekati diri. Sayangnya, secara fisik, mereka tidak memenuhi kriteria yang kita inginkan.

Oleh karena itu, mengagumi Jojo gila-gilaan pun jadi pilihannya. Dengan turut mengagumi badan atletis Jojo, kita bisa menjadikan hal ini sebagai kode rahasia bagi penggemar dengan dua opsi makna tersembunyi: 1) harapan agar penggemar kita lebih banyak berolahraga; atau 2) harapan agar penggemar kita mundur teratur.

Kejam? Ya, lebih kejam lagi kalau salah pilih pasangan, terus ujung-ujungnya selingkuh karena kecantol yang lain, kan? :(((

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2018 oleh

Tags: asian games 2018Gita SavitriJojo buka bajujojo buka kaosJonathan Christieovarium meledakpelecehan seksualrahim angetrahim hangatvia vallen
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

modus kekerasan seksual.MOJOK.CO
Kabar

Jejak Digital Kekerasan Seksual Bikin Trauma Anak Berkepanjangan, Pemulihan Korban Tak Cukup Hapus Konten

9 Mei 2026
Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO
Tajuk

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara
Ragam

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026
Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum MOJOK.CO
Urban

Toilet Umum di Jakarta Jadi Tempat Cowok Tolol Numpang Masturbasi, Cuma karena Nonton Girl Band Idola dan Alasan Capek Kerja

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.