Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Jojo, Histeria Emak-emak, dan Arus Balik Cognitive Revolution

Hasanudin Abdurakhman oleh Hasanudin Abdurakhman
30 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Aksi perayaan membuka baju yang dilakukan Jonatan Christie pada laga final Asian Games 2018 dikomentari dengan selentingan panas para perempuan di media sosial, fenomena apa ini?

Jonatan Christie alias Jojo buka baju di arena Asian Games 2018 setelah dipastikan dapat medali emas untuk cabang bulutangkis tunggal putra. Emak-emak, juga calon emak-emak histeris. Ada yang berkomentar dengan gaya ero-scientific setelah melihat six-pack Jojo. “Ovariumku meledak-ledak, memproduksi sel telur.” Itu adalah ekspresi erotik yang dinyatakan dalam format scientific.

Iklan

Histeria terhadap Jojo dinyatakan dengan terang-terangan, tanpa malu-malu. Persis seperti histeria kaum lelaki terhadap Maria Ozawa atau Mia Khilafa. Bagi yang belum mengenal dua nama itu, saya tambahkan catatan bahwa keduanya adalah guru besar di bidang sex education for teenagers and adult. Biasanya hanya kaum lelaki yang berani secara terang-terangan mengungkapkan ekspresi seksualnya. Tapi kini perempuan pun mulai berani. Ada apa ini?

Seks adalah kebutuhan dasar manusia, dan hewan pada umumnya. Dalam konteks ini manusia hanyalah satu spesies hewan. Seks adalah kebutuhan hewan, baik jantan maupun betina. Mereka memiliki berbagai jenis sex appeal, kekuatan atau teknik untuk menarik perhatian lawan jenis, sebagai langkah awal untuk berhubungan seks.

Sex appeal itu sekaligus juga sebagai tanda bahwa ia siap berhubungan seks. Betina suatu spesies kadal yang hidup di dataran tinggi Arizona mengeluarkan bercak berwarna jingga saat ia dalam keadaan siap berhubungan seks. Melihat itu pejantan akan datang menghampirinya. Dalam hal manusia, sex appeal itu bisa berupa wajah cantik/tampan, atau bentuk tubuh. Kalau perempuan buah dada yang montok serta pinggang ramping, pada laki-laki ia berupa postur tinggi besar dan otot-otot yang menonjol.

Perbedaan mendasar antara manusia, lebih spesifik lagi spesies homo sapiens adalah bahwa perilaku manusia tidak sepenuhnya diatur oleh gen. Gen hewan menentukan pola perilakunya. Perilaku hewan dapat berubah sebagai reaksi maupun adaptasi terhadap lingkungan. Perubahan perilaku itu didahului oleh mutasi gen. Gen berubah, menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan perubahan itu menyebabkan perubahan perilaku. Nah, pola itu tidak berlaku pada manusia homo sapiens.

Manusia punya kemampuan unik mengubah perilaku dan menyebarkan perilaku itu lintas generasi, tanpa terlebih dahulu mengalami mutasi gen. Kemampuan diperoleh setelah manusia mengalami Cognitive Revolution. Perubahan perilaku itu bisa berlangsung sangat cepat, mengalahkan perubahan perilaku berbasis mutasi gen yang sangat lambat. Inilah yang menjadi ciri khas manusia, yang membuatnya bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh hewan spesies lain.

Menariknya, Cognitive Revolution tidak selalu berujung positif, dalam arti selalu sinkron dengan lingkungan baru kita. Cukup sering produknya menimbulkan konflik dalam diri manusia. Satu contohnya adalah pola makan. Pola makan kita masih dikendalikan oleh otak produk evolusi sampai ke zaman berburu dan meramu. Di zaman itu manusia sangat banyak bergerak untuk mendapatkan makanan. Berjalan mencari bahan makanan, memanjat, atau berlari mengejar hewan buruan. Kegiatan itu membutuhkan banyak karbohidrat, sehingga otak manusia terprogram untuk banyak makan karbohidrat.

Pola makan itu masih terekam dalam bentuk program di otak kita. Di zaman ketika kebutuhan gerak kita untuk hidup sudah sangat sedikit, otak kita masih terus memberi komando pada kita untuk banyak mengkonsumsi karbohidrat. Itu adalah satu pangkal masalah manusia modern, yaitu obesitas.

Berbagai produk Cognitive Revolution itu di antaranya adalah agama dan adat istiadat. Produk-produk ini kemudian lebih mendominasi kontrol terhadap perilaku manusia ketimbang dorongan basic instinc yang bersifat genetik. Satu di antaranya adalah soal hubungan seksual.

Seperti diungkap di atas, berhubungan seks adalah kebutuhan manusia, sebagaimana itu juga merupakan kebutuhan sepasang anjing. Tapi Cognitive Revolution membuat manusia menciptakan seperangkat aturan rumit tentang hubungan seks. Kita tidak bisa serta merta bisa bersenggama saat kita menginginkannya, sedangkan anjing bisa. Kalau anjing bisa mengamati dan berpikir tentang pola hubungan seks kita, mereka akan heran melihat kita mencari tempat tersembunyi untuk berhubungan seks.

Budaya partiarki, produk lanjutan dari Cognitive Revolution tadi lalu mengatur bahwa perempuan harus pasif dalam soal ekspresi seksual. Laki-laki boleh mengumbar ketertarikannya pada perempuan. Tapi perempuan tidak boleh melakukannya. Perempuan akan dianggap murahan kalau melakukan hal itu. Ekspresi seksual perempuan dikerangkeng, tidak boleh dinyatakan terbuka. Sex appeal mereka juga ditutupi, misalnya dengan aturan harus menutup seluruh tubuh.

Selama puluhan abad aturan itu berlaku. Tapi secara perlahan itu pun mulai bergeser. Pergeseran ini pun bagian dari produk Cognitive Revolution. Dalam dunia partiarki laki-laki meemegang semua peranan kendali, karena mereka lebih bebas mengembangkan kekuatan fisik, yang menjadi kunci pembagian peran di dunia itu. Kini keadaan sudah berubah. Kekuatan intelektual menjadi lebih penting ketimbang kekuatan fisik. Seorang programmer komputer kini dihargai jauh lebih tinggi dari tukang pikul. Situasi memberi kesempatan kepada perempuan untuk tampil memegang lebih banyak peranan.

Situasi itu juga secara perlahan menggeser pola hubungan seks. Laki-laki tetap masih dominan, tapi perlahan dominasi itu menipis. Kita mengenal revolusi seksual, yang mementahkan berbagai tata krama hubungan seks tadi. Ekspresi seksual tidak melulu dari laki-laki, perempuan juga boleh mengungkapkannya secara terbuka. Dalam konteks tertentu, ini bisa kita anggap sebagai arus balik Cognitive Revolution. Pola hubungan seksual sedang bergerak menuju ke pola basic instinc, di mana perempuan sebagai pihak yang juga punya hasrat boleh mengekspresikan hasrat itu secara terbuka.

Iklan

Histeria emak-emak dan gadis-gadis saat melihat tubuh kekar dan seksi milik Jojo adalah sebuah tanda arus balik dari Cognitive Revolution ini sedang terjadi.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2018 oleh

Tags: biologisbulutangkis asian games 2018final asian games 2018final bulutangkis asian games 2018homo sapieninsting manusiajojojonatan christielaki-lakimanusiaperempuanpsikologisainssekstunggal putra
Hasanudin Abdurakhman

Hasanudin Abdurakhman

Artikel Terkait

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO
Esai

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO
Esai

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Urban

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.