Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Apakah Cara Terbaik Hadapi Gojek Dukung LGBT Hanya dengan Uninstall?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
15 Oktober 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kenapa, sih, kalau ada karyawan Gojek dukung LGBT itu harus dihadapi dengan aksi uninstall massal dan boikot terus-terusan?

Sejak berhari-hari lalu, tagar #UninstallGojek dan #UninstalGojek (Ih, ini kan ungrammatical—huruf ‘l’-nya cuma ada satu! Gimana, sih???!!!) bergema di Twitter. Konon, segalanya dimulai dari pernyataan seorang karyawan Gojek di media sosial yang menyebutkan bahwa dirinya mengapresiasi kampanye internal perusahaan, termasuk kebijakan yang tidak mendiskriminasi kelompok-kelompok minoritas, salah satunya LGBT.

Iklan

Sontak saja, Gojek langsung dicap sebagai perusahaan public enemy. Pihak yang jahat. Lawan. Musuh. Negasi. Oposisi. Kenapa?

Ya karena (seorang karyawan) Gojek dukung LGBT!!!

Di Indonesia, hidup seolah dibedakan dalam dua kategori: jahat dan tidak jahat. Hitam dan putih. Setuju dan tidak setuju. Benar dan salah. Mutlak—tidak ada kompromi yang lebih panjang, hanya ada generalisasi yang melekat.

Maka ketika seseorang ikut bersorak beberapa waktu lalu ketika di Amerika mulai dilegalkan pernikahan sesama jenis, orang ini harus siap dibenci banyak orang lainnya yang tidak mendukung LGBT. Contoh sederhananya, Sherina Munaf. Masih ingat, kan, sama anak kecil yang diculik Kertaradjasa ini? Hmm?

Iya, Sherina yang memenuhi masa kecil kita dengan permen coklat warna-warni dan plester luka, saat itu harus menanggung bully-an dan ceramah mendadak dari netizen. Tak sedikit yang memilih unfollow dari segala akun yang ia punya (meskipun bodo amat, sih, ngaruh ke Sherina juga nggak, ya, Sher?), lalu mengajak orang lain dengan seruan, “Udah, di-unfoll aja, soalnya dia dukung LGBT.”

Bukan cuma Sherina yang manusia biasa kayak kita-kita ini walaupun kita jelas nggak bersuara emas seperti dia, beberapa produk dan media juga harus rela menjadi musuh dan bulan-bulanan masyarakat saat ketahuan mendukung LGBT—atau setidaknya ikut merayakan aksi-aksi perjuangan hak LGBT. Tagar #BoikotStarbucks sempat menjadi trending saat CEO Howard Schultz mengungkapkan dukungannya pada kelompok minoritas.

Pertanyaan besar yang mengganggu di sini adalah: kenapa, sih, kalau ada yang menyatakan dukungannya pada kelompok LGBT harus kita hadapi dengan aksi-aksi boikot, blokir, uninstall, dan sebagainya??? Kenapa kita-kita ini harus memusuhi sesuatu semudah itu??? Emangnya mereka itu mantan kekasihmu yang kurang ajar dan udah nyelingkuhin kamu, hah???

O, tunggu, jangan dulu sok menebak-nebak saya adalah tokoh LGBT terselubung yang lagi kerja di Mojok dan bercita-cita menulis ajakan bagi seluruh dunia untuk menjadi LGBT, ya. Saya bukan pelaku LGBT dan masih memahami betul bahwa agama yang saya anut tidak mendukungnya, tapi saya setuju bahwa mereka yang berada di dalam kelompok minoritas itu patut diperlakukan secara manusiawi.

Lantas, kalau gara-gara Gojek dukung LGBT dan harapan orang-orang agar semua penggunanya meng-uninstall Gojek itu tercapai, pernahkah kamu terpikirkan soal nasib para driver yang boro-boro tahu LGBT itu kepanjangan dari apa? Memangnya kamu pikir, orang-orang di perusahaan itu gay dan lesbian semua? Kalaupun iya, apakah itu menghentikan hak hidup mereka sebagai manusia? Hmm?

Lagi pula, apakah #UninstallGojek merupakan langkah yang cerdas dan solutif, sebagaimana tagar #BoikotStarbucks yang tahun lalu juga populer? Padahal, gini loh, Kakak-kakak sekalian: sadarkah kalian bahwa…

…kalian itu sedang memopulerkan tagar anti-LGBT di media sosial yang juga mendukung LGBT, yaitu Twitter!!!

[!!!!!!!!!!11!!!!!1!!!!]

Iklan

Gimana? Udah kaget? Iya, sama. Tapi, biar lebih kaget lagi, saya kasih tahu: di dunia ini, yang mendukung LGBT bukan cuma Starbucks, Sherina, dan (karyawan) Gojek. Media sosial yang sering kamu pakai, misalnya Facebook dan Twitter, juga menyuarakan hal yang sama!

Beberapa perusahaan mobil tak segan-segan pula menunjukkan dukungannya. Rumah produksi para princess yang selama ini jadi role model-mu—Disney—juga ada di pihak yang sama. Atau, nggak usah jauh-jauh, deh: teman yang duduk di sebelahmu sekarang bisa saja merupakan pendukung besar LGBT!

Terus, kalau temanmu memang mendukung LGBT—bahkan seorang gay—apa yang bakal kamu lakukan? Unfollow Twitter? Block Instagram? Keluar dari circle pertemanannya dengan segera?

Selagi kamu berkoar-koar anti-LGBT karena kitab suci tidak membenarkannya dan betapa pendukungnya harus dijauhi selama-lamanya, pernahkah kamu berpikir bahwa kitab suci juga mengatur hal-hal lain yang mungkin saja kamu lakukan diam-diam??? Yaaaa, maksud saya, kitab suci mana, sih, yang membenarkan seks di luar nikah, sentuh-sentuhan area pribadi sama pacar, atau minum-minuman keras semalaman??? Terus kenapa cuma pelaku LGBT aja yang diblokir dan dibenci setengah mati???

Lagi pula, kalau kamu kekeuh menghapus semua aplikasi yang diduga mendukung LGBT, ya sudah, nggak papa. Hapus saja semua kenanganmu pada perusahaan-perusahaan itu, mulai dari segarnya minuman soda dingin di siang hari yang panas, daging ayam goreng yang tepungnya juara, media sosial yang menghubungkanmu dengan mantan-mantan pacarmu, sampai hape yang kamu pegang sekarang untuk membaca tulisan ini.

Bisa nggak?

Kalau bisa, ya nggak papa. Cuma, pesan saya satu aja: nanti, kalau kamu sudah steril dari segala macam aplikasi dan perusahaan pendukung LGBT, nggak usahlah kamu ngeluh dan bilang bahwa keberadaan LGBT menjadi penanda hidup kian susah (yang kemudian kamu sambung-sambungkan sebagai “azab dari Tuhan”) gara-gara kamu kesulitan dapet ojek dan kesulitan pula berkomunikasi via internet karena nggak punya media sosial lagi.

Ha gimana, yang bikin hidup nggak praktis itu, ya, kamu sendiri e, Sis, bukan LGBT!

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2018 oleh

Tags: #UninstallGojekGayGojek dukung LGBTLesbiantwitter
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis MOJOK.CO
Urban

Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis

5 Mei 2026
Kumpul kebo (kohabitasi) sesama jenis di Malang dan Surabaya. Menemukan kebahagiaan, berharap menikah, tapi takut lukai hati orang tua MOJOK.CO
Ragam

Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua

7 Januari 2026
Gym di Malang Jadi Incaran Cowok Gay MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Ngeri Nge-Gym di Malang, Jadi Incaran Cowok Gay Agresif hingga Dapat DM Membagongkan

7 Maret 2024
MISI MULIA ELON MUSK MENGURANGI KONTEN CABUL DI TWITTER!
Video

Misi Mulia Elon Musk Mengurangi Konten Cabul Di Twitter!

2 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.