[MOJOK.CO] Cantik dengan makeup artinya harus siap modal. Kalau nggak modal uang, ya modal berani. Maka, berbahagialah para pengikut mazhab Cherrybelle yang meyakini cantik itu dari hati.

Jadi, suatu kali saya akan bertemu dengan teman lama saya di salah satu mal. Masalahnya saya berangkat dari kantor, berkendara dengan motor, dan tidak bawa alat makeup. Rasanya malas sekali untuk pulang, dandan, lalu pergi lagi. Saya pikir, mendingan beberesnya di mal tempat ketemuan itu aja deh.

Sebelum Anda melanjutkan membaca kisah ini, sekadar peringatan: ini tidak untuk ditiru. Jika ngotot, aksi semacam ini mensyaratkan kulit anda tidak alergi, tidak takut jijik karena pakai barang umum gratis, serta keberanian dan adrenalin yang cukup tinggi. Sebab, nggak semua orang punya malu.

Oke, lanjut.

Jakarta beberapa hari ini lagi good mood banget. Panas nan terik meski kadang diselingi hujan nggak keruan. Diterjang udara polusi di jalan, sampai di mal saya jadi  merasa (((kotor))) dan bau matahari. Kalau sudah begini, hal pertama yang saya harus lakukan adalah ke tempat favorit cewek kalau lagi di mal: toilet.

Saya lepas jaket lalu melihat wajah di cermin. Ya ampun, kucel banget kayak ruwesan karcis tiket parkir pas bubaran konser metal. Nggak pakai babibu, saya rapikan rambut, mengikatnya, mencuci tangan, lalu keluar toilet menuju destinasi kedua: Sephora.

Sephora adalah toko kosmetik untuk pria dan wanita. Toko ini menjual parfum, makeup wanita, dan skin care. Alat makeup-nya lumayan lengkap, termasuk menyediakan cleanser. Di sini saya akan merapikan diri (lagi) tapi dengan peralatan yang lebih “berkelas” dan gretongan alias gratis. 

Di Sephora sebenarnya ada free makeover, cuma kudu jadi member dulu. Saya sendiri lebih suka one-night stand alias modal nekat cari gratisan yang nggak ada beban moral atau keterikatan tertentu.

Jadi, pertama saya pergi ke bagian “Cleansing” alias pembersih muka. Pilih cleanser yang diinginkan. Pegang botolnya, terus bolak-balik baca tulisan di belakang botol. Kalau ada mbak-mbak mendekat, langsung aja tanya, “Mbak, ini cocok nggak ya buat kulit berminyak/kering (pilih salah satu) kayak saya?”. Setelah mbaknya jawab, langsung tanya lagi, “Boleh saya cobain nggak?” Pastinya si mbak akan bilang, ” Oh boleh, Kak.”

Langsung deh saya pakai pembersih itu buat bersihin kotoran sisa-sisa kerasnya jalanan Ibu Kota. Peringatan: untuk kamu-kamu yang bikin alisnya lama, mending nggak usah dihapus alisnya. Biarkan apa adanya seperti itu. Kecuali memang mau nyusahin diri sendiri buat bikin alis lagi sih.

Nah, pas lagi usap cleanser di muka, jangan lupa basa-basi ke mbaknya, “Harganya berapa, Mbak?”, lalu “Nggak ada promo apa-apa nih?”, lalu “Beneran nggak ada diskon?”. Ketika udah bersih, bilang, “Wah iya ya. Jadinya muka saya seger gitu,” terus ngomong lagi, “Saya muter dulu ya, Mbak, sekalian mikir-mikir.”

Setelah bersihin muka pakai cleanser paling mahal di Sephora, saya langsung mencari eyeliner untuk bikin mata saya nggak sipit-sipit amat. Saya memang tipe yang lebih suka pakai eyeliner ketimbang bikin alis. Soalnya, kalau bikin alis di toko begini akan banyak memakan waktu dan susah untuk bergercep (baca: bergerak cepat). Dan pula kita bakal gampang diidentifikasi sama mbak-mbak atau mas-mas penjaga toko sebagai “orang yang mau gratisnya aja”.

Dulu saya berpendapat, kalau jadi cantik bisa gratis, ngapain harus bayar mahal-mahal?

Nah, biasanya di lorong eyeliner atau makeup bagian mata, jarang ada mbak-mbak atau mas-mas yang ngikutin. Jadi, kita bisa langsung bikin eyeliner tanpa mengurangi harkat dan martabat.

Baca juga:  Cabut Bulu, Tato Alis ... untuk Apa Cantik yang Kita Tebus dengan Rasa Sakit?

Setelah eyeliner, langsung deh ke bagian parfum. Ini bagian kesukaan saya.

Saya suka dengan parfum yang berbau agak tajam dan tahan lama. Ini membuat saya langsung capcus ke bagian parfum pria. Di sana biasanya nggak dijaga mbak atau mas penjaga. Tapi, kamu harus bergerak cepat soalnya setelah satu dua semprot di pergelangan tanganmu, mbak-mas ini akan muncul bagaikan jin yang baru digosok lampunya. So, make it count, halah.

Hal yang kamu perlu lakukan adalah satu kali semprot pergelangan tangan kanan dan satu kali semprot pergelangan tangan kiri.

Pas penjaga toko datang, ngobrol basa-basi adalah senjata paling ampuh. Kamu bisa langsung bertanya, “Mbak/Mas, baunya yang agak setrong ada nggak?” Tentunya ia akan berkata, “Oh, ada kok, Mbak.” Kemudian ia akan memberikan tester di kertas. Kalau kamu suka bau parfum itu, simpan kertas testernya. Berbeda dengan produk makeup, kertas tester yang menyimpan aroma parfum bisa kamu bawa pulang, jadi jangan sampai hilang. Kapan-kapan kertas itu bisa digosok-gosok ke leher biar wanginya nempel, hehehe.

Lalu, lanjutkan obrolan basa-basi.

Misi kamu sebenarnya telah selesai dan kamu harus segera beranjak dari toko itu. Makeup sudah, wangi juga sudahCara paling gampang untuk cabut dari toko setelah nyoba ini itu tapa mengundang cemooh adalah dengan mengeluarkan telepon genggam, sok-sok buka chat, dan ketik-ketik nggak tahu apa deh. Terus, bilang sama mbak atau masnya, “Mbak/Mas, nanti dulu ya beli parfumnya, teman saya ternyata udah nungguin nih. Hehehe. Makasih ya.”

Dan kamu langsung kabur dengan sangat anggun.

Begitulah pengalaman trik cantik dadakan gratis di Sephora. Dulu saya berpendapat, kalau jadi cantik bisa gratis, ngapain harus bayar mahal-mahal? Saya mah mending berhias diri di toko kosmetik gratisan daripada bayar sulam alis. Etapi, sulam alis itu bisa pakai benang jahit nggak sih? Biar bisa lebih murah gitu.

Oh iya, lupa kasih tahu. Ini kisah masa lalu yang teramat lampau sekali. Sekarang, biaya jajan makeup saya di Sephora udah dibayarin mas pacar. Maafkan aku yang dulu ya, Sephora.

Komentar
Kirim Artikel
No more articles