MOJOK.CO  Beberapa film yang bau-bau science fiction punya kemungkinan jadi kenyataan di masa depan. Nggak perlu nunggu ramalan Baba Vanga atau Jayabaya, imajinasi kita lebih liar.

Kalau ngomongin soal ramalan yang paling terkenal, saya bisa pastikan itu adalah ramalan Sri Jayabaya. Prediksinya soal penjajahan Jepang hingga bagaimana orang-orang di masa depan bisa dapat duit dengan cara instan sudah terbukti jadi kenyataan .

Sementara kalau ngomongin yang paling terkenal di dunia ya Baba Vanga dari Bulgaria. Ia sempat meramalkan soal tragedi WTC 2001 dan sebelum meninggal dia mengatakan pada 2020 bakal ada gelombang kematian yang besar. Wow, terasa familier bukan?

Ketahuilah kawan bahwa tanpa Sri Jayabaya dan Baba Vanga, sineas sudah membuktikan kalau imajinasi mereka adalah prediksi masa depan yang juga bisa jadi kenyataan. Beberapa film berikut ini contohnya.

Film yang jadi kenyataan #1 Contagion (2011)

Film ini bercerita tentang sebuah virus yang mudah sekali menyebar melalui droplets. Virus yang menyebar begitu cepat menyebabkan pandemi. Nggak nyangka kalau sembilan tahun kemudian apa yang ada di film ini benar-benar kejadian. Covid-19 bangsat memang.

Menariknya saat itu film ini dipuji oleh banyak ilmuwan karena ketepatan dengan ilmu sains yang mendekati sempurna. Sekarang, film ini dipuji karena ketepatannya dengan kejadian nyata yang mendekati sempurna.

Film yang jadi kenyataan #2 Blade Runner (1982)

Blade Runner dibintangi oleh Harrison Ford waktu lagi gemes-gemesnya. Film ini memang banyak memperlihatkan gambaran seperti apa masa depan. Salah satu yang jadi kenyataan adlah digital billboard yang pada tahun 80-an jadi keheranan orang-orang. Maaf aja nih, di tahun 2020 digital billboard sudah bertengger manis di perempatan Kentungan Yogyakarta. Di LA? Nggak usah ditanya, ada digital billboard raksasa yang bahkan lebih besar dari egomu.

Baca juga:  Panduan Singkat Hadapi Golongan Darah B yang Nggak Sabaran

Film yang jadi kenyataan #3 Black Mirror episode Nosedive (2019)

Setiap orang dinilai secara sosial melalui sebuah gawai. Banyak orang yang kemudian pura-pura baik dan peres di depan orang lain walau aslinya benci setengah mati. Mereka yang punya reputasi bagus akan dimudahkan dalam berbagai hal. Personalitas, pekerjaan, pertemanan, hingga diskon ditentukan dari seberapa penuh ‘bintang’ di media sosial.

Nggak usah jauh-jauh, penerapan bintang-bintang beginian sudah berlaku pada pengemudi ojol. Makin bagus bintangnya, makin senang konsumennya. Sebaliknya, kalau ada yang bintangnya nggak sempurna maka konsumen ketar-ketir dan curigaan. Performa bintang begini juga memengaruhi keberlangsungan kerja pengemudi ojol. Kalau sudah di-suspend, ya wassalam.

Film yang jadi kenyataan #4 Bajaj Bajuri (2002)

Kalian perlu bangga sama serial TV lokal yang berhasil meramal masa depan kayak Bajaj Bajuri. Nggak usah sambat dulu, ada salah satu episode di Bajaj Bajuri ketika Ucup sedang sakit dan main petak umpet sama petugas medis. Ucup yang seharusnya dikarantina sempat berusaha kabur dan melarikan diri hingga akhirnya dia dijemput paksa.

Apakah terasa begitu familier? Tentu. Beberapa warga Indonesia ada yang nggak mau ngaku positif Covid-19 karena mereka nggak mau kena stigma negatif. Padahal semakin bandel, justru penyakit ini semakin menyebar dan bikin huru-hara. Pemahaman orang-orang ini kadang salah banget, penyakit itu bukan aib, penyakit ya penyakit yang memang seharusnya disembuhkan. Bukan malah disembunyikan.

Baca juga:  Analisis Isi Tas Orang Berdasarkan Golongan Darah

Film yang jadi kenyataan #5 The Simpson (1989)

Serial animasi ini sudah memprediksi beberapa hal yang akhirnya jadi kenyataan. Entah kreatornya yang imajinatif atau sering dapat wangsit, yang jelas orang-orang tercengang ketika apa yang diceritakan oleh keluarga kuning ini akhirnya kejadian. Salah satu yang paling heboh adalah prediksi bahwa suatu saat nanti Donald Trump yang ngomongnya ceplas-ceplos itu bakal jadi presiden Amerika.

Film yang jadi kenyataan #6 Her (2013)

Di awal adegan, Her menunjukkan sebuah scene di mana Theodore adalah seorang penjual kata-kata. Mirip sama bisnisnya Zarry Hendrik lah. Cara Theodore menulis pun hanya dengan bersuara, lalu mesin akan mengetiknya secara otomatis. Teknologi ini sudah bisa kalian coba menggunakan Goggle Docs. Nggak perlu ngetik manual pakai tangan.

Sementara, soal pacaran sama AI, sekarang juga bisa dilakukan. Tinggal buka Siri atau Google Assistant aja, maka kalian bisa ngobrol sama mesin. Bahkan kadang ada yang curhat, ada pula yang minta dikasih tahu lelucon. Meski suaranya belum bisa seseksi Scarlett Johanson, bukan nggak mungkin fitur suaranya bisa diupgrade jadi lebih baik. Tinggal menunggu waktu aja.

BACA JUGA 7 Rekomendasi Film Ramadan untuk Menambah Keimanan dari Segala Aspek atau artikel AJENG RIZKA lainnya.