Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ngeyel Salat Tarawih di Masjid adalah Wujud Posesif sama Bulan Ramadan

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
27 April 2020
A A
ngeyel salat tarawih rusuh bar-bar kaum religius imbauan MUI ramadan posesif di bulan ramadan lemah iman hukum tarawih di rumah mojok.co

ngeyel salat tarawih rusuh bar-bar kaum religius imbauan MUI ramadan posesif di bulan ramadan lemah iman hukum tarawih di rumah mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada yang manjat pagar masjid, ngeyel salat tarawih berjamaah. Ada juga yang rusuh di depan rumah warga hanya karena mengimbau untuk tarawih di rumah. Wft, dude?!

Sebelumnya saya mau kasih disclaimer dulu kalau saya nggak lagi mau cermah atau ngasih dakwah tentang ibadah tarawih di tengah pandemi corona. Ini bidangnya Mas Dafi untuk menjelaskan pada kalian, walau sebenarnya ulama MUI dan ustaz-ustaz di kompleks perumahan kalian juga udah ambil suara.

Iklan

Instruksi untuk salat tarawih di rumah selama pandemi corona sudah disampaikan MUI jauh-jauh hari sebelum Ramadan. Makanya saya sendiri nggak kaget waktu Kamis malam kemarin mendengar halo-halo dari masjid kompleks perumahan saya kalau nggak bakalan ada tarawih berjamaah di masjid.

Halo-halo itu membuat saya yang sudah mempersiapkan hati untuk berangkat ke masjid lalu mengurungkan niat. Pikir saya hanya, “Ooh, ya sudah, tarawih sendiri juga bisa.”

Tapi saya heran saat ibu saya cerita kalau beberapa warga itu ngeyel salat tarawih di masjid. Bahkan ada yang sampai mrebes mili dan merasa paling berdosa ketika nggak menjalankan tarawih saat bulan puasa. Sebagian lainnya merasa salat tarawih di masjid itu perlu karena kalau di rumah mereka bakalan males. Hah, problem?

Coba nyalakan televisi kalian dan lihat berita. Minimal kalian akan menonton satu laporan tentang bagaimana polisi merazia sejumlah masjid, atau jamaah yang manjat pagar masjid demi salat tarawih berjamaah. Aneh sekali, mau ibadah tapi bar-bar.

Belum lagi cuitan tentang warga yang dirusuhin remaja komplek hanya karena menyarankan buat nggak salat tarawih di masjid. Halo, Mas dan Mbak, apakah kalian orang yang sama dengan orang yang pengin ibadah di rumah Allah? Kok kelakuannya nggak religius blas!

Disaat seluruh kalangan… #RelawanBergerakLawanCovid
Di satu sudut kota jakarta mengamuk karena salah seorang warga memberikan saran agar tidak melakukan tarawih di masjid.. Memang bini saran yg sangat menyedihkan tapi pahamilah…. Hanya itu yg bisa kita perbuat.. pic.twitter.com/RjwMJYLxw0

— DivaCatrii (@DivaCatrii) April 26, 2020

Begini ya teman-teman. Saya mengerti rasanya sedih karena bulan Ramadan nggak lagi terasa romantis tanpa tarawih, tanpa kampung Ramadan, dan tanpa ngabuburit sambil cari takjil. Tapi ini bakal jadi hal yang paling romantis buat mempertahankan hidup dan menyelamatkan ribuan nyawa orang dari pandemi.

Percuma juga kalau kalian bisa tarawih di tahun ini tapi udah wassalamaualaikum di tahun depan karena corona. Maaf aja nih, kalau kalian tumbang karena virus ini, kalian juga bakal menulari orang lain, minimal yang pernah satu saf dan sebelahan. Lha, ibadah malah mencelakai orang itu ibadah apa bukan?!

Siapa bilang saya peduli sama pahala dan dosan kalian. Saya nggak mau tahu ya. Yang saya sebel adalah kalian kalau kena corona nggak mungkin kena sendiri. Tenaga kesehatan bakal repot pakai APD buat merawat kalian dalam lingkar ketakutan bakal tertular dan keluarga mereka yang ketar-ketir juga di rumah.

Keluarga kalian setengah mati bakal khawatir. Ibu kalian bakalan nangis sambil ngelihatin foto masa kecil kalian. Saudara-saudara pun mulai bergunjing tentang seorang anak yang terinfeksi corona hanya karena ngeyel salat tarawih di masjid. Kalian yang kena corona sih tinggal baringan, menghayati paru-paru yang makin susah diajak kerjasama, dan kalau nggak cukup beruntung napas kalian bakal habis.

Jangan kira habis wassalamualaikum kalian istirahat dengan tenang, tenaga medis harus hati-hati dengan prosedur pemakaman. Orang tua nggak boleh layat dan mengantarkan kalian untuk terakhir kali. Tetangga-tetangga nggak dianjurkan melawat karena bakal bikin makin banyak kerumunan. Sedihnya meresap sampai ke tulang, Bro.

Kalau setelah melihat gambaran mengerikan yang muncul akibat ngeyel salat tarawih di masjid ini kalian masih bebal, saya nggak tahu lagi harus gimana menanamkan logika di kepala kalian. Kelakuan nggak karuan macam begini biasanya didasari perasaan berlebihan sama bulan Ramadan. Kalian bagai pacar posesif yang ngeyel ngajak ketemuan padahal pacar lagi nggak pengin. Dan saya kasih tahu, hubungan model kayak gini adalah toxic relationship. Kalian cuma kasih makan ego tanpa peduli dengan pihak yang kalian cintai. Iyuuuwh~

Iklan

BACA JUGA Yang Terdampak dari Salat Tarawih di Rumah Aja atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2020 oleh

Tags: bulan ramadanposesifsolat tarawih
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Beneran Nggak Sih Komunis Cina Batasi Umat Islam Beribadah di Negaranya?
Esai

Beneran Nggak Sih Komunis Cina Batasi Umat Islam Beribadah di Negaranya?

7 Mei 2021
ilustrasi Betapa Menyebalkan Dikatain 'Tumben' Saat Mencoba Rajin Ibadah mojok.co
Pojokan

Betapa Menyebalkan Dikatain ‘Tumben’ Saat Mencoba Rajin Ibadah

14 April 2021
rekomendasi film ramadan tontonan keimanan hidayah datang dari film the double final destination knives out AADC johua oh joshua film hikmah mojok.co
List

7 Rekomendasi Film Ramadan untuk Menambah Keimanan dari Segala Aspek

24 April 2020
LDR, Nggak Disukai Camer, Posesif, Nggak Diperjuangkan MOJOK.CO
Curhat

LDR, Nggak Disukai Camer, Posesif, Nggak Diperjuangkan: Haruskah Bertahan?

26 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.