Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Muhammadiyah dan PS Hizbul Wathan di Tengah Perkara Konflik Suporter

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
7 Maret 2020
A A
muhammadiyah ps hizbul wathan MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Siapa tahu, dakwah lapangan hijau PS Hizbul Wathan dengan bendera Muhammadiyah bisa menjadi angin segar yang membawa perubahan di tengah suporter.

Muhammadiyah punya peran yang sangat krusial di sejarah sepak bola Indonesia. Abdul Hamid, santri K. H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, adalah salah satu tokoh penting yang membidani lahirnya PSSI bersama Ir. Soeratin Sosrosoegondo dan para perintis awal sepakbola Indonesia.

Iklan

Abdul Hamid juga menjadi tokoh penting lahirnya Persatuan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM). Beliau pernah menjabat sebagai ketua. Selain menjadi pendorong lahirnya klub dan federasi, beliau pernah aktif sebagai pesepak bola. Beliau memperkuat Persatuan Sepakbola Hizbul Wathan (PS Hizbul Wathan) di Yogyakarta.

Bahkan, juga Abdul Hamid aktif di Padvinder (Kepanduan) Muhammadiyah yang menjadi cikal bakal PS Hizbul Wathan. Saat ini, PS PS Hizbul Wathan dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan menggunakan nama PS HW UMY. Saat ini, mereka bermain di Liga 3.

Baru-baru ini, Muhammadiyah “terjun” secara lebih tegas ke persepakbolaan Indonesia ketika membeli saham Semeru Lumajang FC. Menggunakan nama PS Hizbul Wathan FC, klub yang akan berlaga di Liga 2 ini menggunakan Stadion Delta Sidoarjo sebagai rumah. Selanjutnya, supaya lebih enak dibaca, saya tulis menjadi PS Hizbul Wathan saja, ya.

Ada dua hal yang menarik perhatian saya. Pertama, manajemen PS Hizbul Wathan FC tidak sembarangan melakukan seleksi pemain. Para calon pemain harus memenuhi syarat sikap santun, disiplin, dan sportif ketika berlaga di atas lapangan hijau. Katanya, hal ini selaras dengan visi Muhammadiyah yang melakukan dakwah lewat sepak bola. Pemain harus punya sifat akhlakul karimah.

Hal menarik kedua adalah keyakinan manajemen PS Hizbul Wathan FC tentang keberadaan suporter. Manajemen yakin mereka akan tetap dicintai oleh suporter Lumajang FC. Selain itu, manajemen juga tidak khawatir tidak bisa menarik penonton karena jumlah alumni Muhammadiyah sangat banyak. Loyalitas alumni dan kedekatan jiwa ini bisa menjadi kekuatan, katanya.

Saya tidak akan masuk ke ranah banyaknya alumni Muhammadiyah. Bisa jadi benar, alumni Muhammadiyah yang jumlahnya mungkin sudah jutaan akan dengan mudah memenuhi stadion. Saya yakin, kalau itu terjadi, Stadion Mandala Krida dan Maguwojarjo Internasional Stadium saja bakal nggak muat. Mungkin nonton bola sudah kayak harlah atau lustrum. Ramai. Di dalam stadion.

Nah, yang menarik pikiran saya adalah, bagaimana jika kelak terjadi konflik suporter. Well, istilah “konflik suporter” mungkin terlalu keras. Kita sebut saja, “keributan suporter”. Ya meskipun sama saja, sih, maknanya.

Bagaimana respons manajemen PS Hizbul Wathan ketika alumni-alumni ikut tawuran? Ikut lempar-lempar batu atau bleyer–bleyer kenalpot di luar stadion bukannya beli tiket dan masuk ke stadion untuk nonton? Apakah kartu alumni mereka bakal ditarik biar nggak bisa dipakai minjam komik di taman bacaan?

Apakah kira-kira ada alumni Muhammadiyah, entah dari UMY atau UAD yang pantas jadi seorang Capo? Saya bayangkan dia akan memimpin suporter dengan nama Muhammadiyah Curva Est (MCE) atau Muhammadiyah Lengkung Timur menyanyikan Sang Surya sebelum sepak mula. Setelah itu dilanjut sambutan Rektor, lalu Wakil Dekan, perwakilan BEM, lalu Ketua Panitia mengucapkan terima kasih. Sepak mula pukul 15.30 molor jadi 17.00.

Untuk konsumsi suporter PS Hizbul Wathan selama pertandingan, UMY bakal menyediakan UMY Tirta sebagai penyedia minuman dalam kemasan. Untuk kudapan bakal disediakan oleh UMY Boga. Lumayan, ngirit. Mandiri Menghidupi….

Kembali ke soal keributan suporter….

Sampai saat ini, masalah gesekan antarsuporter sepak bola di Indonesia belum punya penawarnya. Iwan Bule, Ketum PSSI, punya rencana membuat semacam forum silaturahmi antarsuporter. Pertemuan itu punya tujuan untuk mempertemukan wadah suporter supaya bisa ngobrol dari hat ke hati.

Iklan

Maafkan saya sebelumnya. Saya, kok, pesimis dengan pertemuan semacam ini. Kalau akar rumput suporter tidak pernah disentuh dan hanya mereka pejabat teras yang diajak rembugan, perdamaian suporter sulit terwujud. Terkadang, pejabat teras suporter sudah punya niat membuat pintu perdamaian, tetapi arus akar rumput terlalu kuat untuk mencegah perdamaian terjadi.

Nah, bagaimana PS Hizbul Wathan menyikapi situasi seperti ini? Saya tidak mendoakan. Tetapi, gesekan bisa saja terjadi. Ya karena sentiment suporter sendiri atau dipicu oleh kepemimpinan wasit yang kita tahu sering “kayak gitu”.

Agama sering dipakai untuk mengingatkan suporter tentang betapa berdosanya kekerasan di sepak bola. Lha wong sekelas Cak Nun pernah kasih wejangan kepada suporter sepak bola.

“Di manakah sebenarnya posisi sepak bola dalam hidup kita? Jawaban atas pertanyaan ini harapannya bisa membuat kita menempatkan sepak bola sebagai sumber energi untuk bebrayan, untuk persaudaraan, untuk kegembiraan, serta untuk kelegaan dalam hidup. Sehingga, kita tidak gampang kerengan,” kata Cak Nun.

Namun, seperti kita tahu, kekerasan masih terjadi. Apakah PS Hizbul Wathan, dengan bendera Muhammadiyah di belakangnya punya strategi untuk, setidaknya, meredam potensi kekerasan suporter?

Sampai saat ini, klub yang didukung oleh suporter fanatik belum melakukan aksi mendalam yang mengarah ke akar rumput. Semua aksi berhenti kepada pertemuan-pertemuan terbatas dengan pejabat teras suporter. PS Hizbul Wathan, punya akan punya kedekatan yang mendalam dengan suporternya. Saya berimpi, hal ini akan menjadi “pembeda”.

Siapa tahu, dari syair Sang Surya, rasa ingin gelut itu bisa diredam. Siapa tahu, dakwah lapangan hijau yang menjadi cita-cita PS Hizbul Wathan bisa menjadi angin segar yang membawa perubahan di tengah suporter. Sekadar bermimpi tentu boleh saja, bukan.

BACA JUGA NU dan Muhammadiyah Itu Apa? atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2020 oleh

Tags: Liga 1liga 2Muhammadiyahnups hizbul wathansepak bola indonesia
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO
Kabar

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO
Sekolahan

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.