MOJOK.COResep lime duck president ala Ki Amien Rais ini sudah dipikirkan secara mendalam, lewat uji dapur yang presisi. Sebuah resep surgawi hasil berkomunikasi dengan “malaikat”.

Kalau ada award untuk politikus terbaik sepanjang masa, saya pasti akan langsung memberikan suara kepada Ki Amien Rais. Tanpa pikir panjang, tanpa ragu. Bahkan mungkin saya akan merasa haru. Membiru, memberikan suara kepada panutan, sekaligus seorang guru. Seseorang yang akan selalu digugu dan ditiru.

Bagaimana tidak, Ki Amien Rais adalah sosok yang begitu dekat dengan Allah SWT. Ungkapan jangan bawa-bawa agama dalam politik itu basi sekali kedengarannya. Apa-apaan ini, sampai sikap politik seseorang kok dibatas-batasi. Justru larangan terhadap sosok agamawan yang memasukkan unsur agama dalam pilihan politik adalah bentuk diskriminatif nyata.

Sebagai seorang yang punya hati seputih dan sebersih putri salju, Ki Amien Rais tentu tidak tega melihat penderitaan rakyat. Jiwa Bapak Reformasi yang bersemayam dalam dirinya pun muncul. Karena merasa dekat dengan Allah, Ki Amien tentu boleh membawa nama Allah di mana-mana, termasuk ketika berpolitik. Apa enggak boleh? Ngawur kamu, justru hal ini menunjukkan Ki Amien memang suka zikir, sehingga selalu mengingat Allah.

Kita jelentrehkan satu per satu ya. Pertama, Ki Amien menciptakan istilah “Partai Setan” dan “Partai Allah”. Apakah kamu kepikiran istilah yang luar biasa ini? Mana mungkin! Lalu, Ki Amien mengungkapkan bahwa Tuhan itu bakal malu kalau sampai tidak mengabulkan doanya.

“Jadi Anda itu sekarang perlu berdoa jadi tiap sore ya tiga menit saja ‘Ya Allah semoga engkau memberikan bangsa yang tercinta ini sebuah presiden baru yang cinta kepada agamamu, yang tidak akan mengkriminalisasi ulama, tidak akan menjual kekayaan bangsa ke asing dan Aseng. Kalau belasan juta tiap hari itu berdoa, Allah malu tidak mengabulkan,” tutur Ki Amien Rais.

Baca juga:  Seberapa Berbahayakah Golput Bagi Jokowi?

Pernyataan ketiga dari Ki Amien ini bakal mengejutkan kamu: blio sampai bisa tahu isi doa-doa malaikat di surga! Siapa saja yang kenal dekat dengan beliau, tolong sampaikan saya ingin belajar Bahasa Malaikat. Siapa tahu, dengan menguasai Bahasa Malaikat, saja jadi poliglot yang andhap asor, prasmanan, dan tepa selira.

Terkait Jokowi, sebelum hari coblosan, Ki Amien bilang begini, “Ya Allah, Indonesia itu punya potensi bagus, tapi pimpinannya ugal-ugalan. Tolong ya Allah, kalahkan, tentukan kalah.”

Kalimat di atas adalah usaha Ki Amien meniru doa malaikat kepada Allah SWT. Betul, kamu tidak salah baca. Ini kalimat yang diutarakan oleh Ki Amien sendiri. Mungkin beliau sedang trans sehingga bisa melihat kejadian di surga, ketika para malaikat mengumpulkan laporan harian yang selesai tidak selesai tetap dikumpulkan ke hadapan Allah SWT.

“Insyaallah yang menang ditentukan Allah. Jadi malaikat-malaikat sudah lapor tiap hari, Allah sudah tahu, tanpa mereka lapor sudah tahu itu. Tiap malam (malaikat) lapor kepada Allah,” tegas Ki Amien. Kami penasaran, ini laporan malaikat dalam bentuk power point, spread sheet, atau infografis ya yang berisi bahwa Indonesia itu dipimpin pemimpin yang ugal-ugalan dan Jokowi bakal kalah?

Ungkapan-ungakapan di atas tentu makin manis ketika dibumbui dengan senggakan. Kalau dalam dangdut koplo, posisi senggakan ini sangat penting. Senggakan, dalam permainannya, memberikan patahan-patahan serta ciri khas tersendiri yang membedakan antara dangdut dan dangdut koplo, sorakan yang membuat suasana di atas panggung jadi lebih hidup.

Nah, “senggakan” terbaru dari Ki Amien Rais adalah istilah “lime duck president”. Wah, ini kabar gembira. Ki Amien enggak cuma jago soal agama, dekat dengan Allah SWT, politikus yang matang, dan pemikir tiada tanding. Ki Amien mulai merambah dunia kuliner. Blio membagikan resep lime duck president with honey. Atau bebek masak pakai lemon, lalu dibakar pakai madu. Membayangkan saja sudah bikin liur terproduksi secara liar.

Baca juga:  Duo Srigala dan Hal-hal yang Menggantung

Sudah, tak perlu panjang lebar, saya bagikan saja resep lime duck president ala Ki Amien Rais.

Bahan-bahan:

  • Satu ekor bebek utuh.
  • 2 sdm madu.
  • 75 ml air jeruk lemon
  • 50 ml minyak zaitun
  • 1 sdt romemary kering
  • 3 siung bawang putih, cincang
  • 2 lembar bay leaf, cincang
  • 1 sdt garam
  • 1 sdm merica hitam butiran

Cara memasak:

  1. Campur air jeruk lemon, minyak zaitun, bawang putih, bay leaf, garam, dan merica hingga rata.
  2. Lumuri daging bebek hingga rata ke seluruh permukaan. Diamkan selama satu minggu, eh salah, satu jam hingga bumbu meresap.
  3. Olesi bebek dengan madu ke seluruh permukaan.
  4. Panggang bebek sambil diolesi madu hingga matang dan berwarna kecokelatan.
  5. Sajikan bebek panggang selagi panas.
  6. Jangan lupa berdoa sebelum makan.

Padukan dengan mashed potato, kentang goreng, atau nasi panas. Jangan lupa sediakan sambal sesuai selera. Saya sarankan yang sederhana saja. Bisa sambal bawang, sambal kecap, sambal tomat, atau sambal terasi bakar.

Makan lime duck president ini secara perlahan. Rasakan betul-betul manis dari madu yang menempel mesra di kulit bebek. Meresap begitu dalam, dipadukan gurih daging bebek yang sudah dimarinasi. Luhur, kamu bakal kehilangan akal sehat ketika mbadog resep lime duck president Ki Amien Rais ini.

Maknyus, sekaligus surgawi. Bikin kamu makin dekat dengan Ki Amin. Selamat mencoba, selamat menikmati.



Tirto.ID
Loading...

No more articles