Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Real Madrid vs Manchester City di Final Liga Champions Memang Seru, tapi Chelsea Jangan Diremehkan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
5 Mei 2021
A A
Real Madrid vs Manchester City di Final Liga Champions Memang Seru, tapi Chelsea Jangan Diremehkan

Real Madrid vs Manchester City di Final Liga Champions Memang Seru, tapi Chelsea Jangan Diremehkan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Semua berharap melihat Real Madrid vs Manchester City di final Liga Champions. Namun, Chelsea ini tetap berbahaya.

Selamat untuk Manchester City. Performa yang terbilang sangat stabil di dua leg semifinal Liga Champions tak bisa dirusak PSG. Begitu Manchester City dipastikan masuk final, netizen langsung berharap “final ideal” akan terjadi. Real Madrid vs Manchester City. Namun, tunggu dulu…

Iklan

Real Madrid masih harus melawat ke rumah Chelsea untuk menjalani leg kedua semifinal. Skor di leg pertama adalah sama kuat 1-1. Chelsea berada dalam posisi unggul berkat gol tandang. The Blue juga bermain begitu baik di leg pertama. Anak asuh Thomas Tuchel ini berhasil menunjukkan kelasnya.

Saya merasa Chelsea punya kesempatan yang cukup besar untuk melaju ke final Liga Champions. Stabilitas yang berhasil dibangun Tuchel dalam waktu singkat itu terbilang luar biasa. Jika bicara taktik, sederhananya, Chelsea berkembang menjadi tim yang sulit dikalahkan.

Bahkan jika lini depan mereka nggak lagi miskin gol, Chelsea bisa mengalahkan semua tim dengan mudah. Atas nama stabilitas ini, saya juga merasa mereka bisa mengalahkan Manchester City di final dan menjadi juara Liga Champions. Bagi saya, mereka memang layak mendapatkan status ini.

Oke. Sampai di sini, pembaca sudah jelas akan posisi saya sebagai fans netral, ya. Semua tim yang masuk ke final Liga Champions pasti layak untuk menjadi juara. Namun, di sini, jangan lupakan dulu “kisah mistis” Real Madrid di mana mereka menjadi begitu berbahaya setelah lolos ke babak sistem gugur.

Real Madrid dan klenik Liga Champions

Sejak masih menjadi penulis sepak bola di Fandom, lalu Football Tribe, dan kini Mojok, Real Madrid seperti punya klenik tersendiri dengan babak sistem gugur Liga Champions. Entah bagaimana, performa raksasa Spanyol di putaran grup biasanya nggak meyakinkan. Namun, semuanya berubah ketika sampai di sistem gugur.

Real Madrid menjadi begitu efisien di depan gawang. Meski kerap bermain biasa saja, bahkan jauh dari kata indah, Si Putih ini selalu bisa mengalahkan lawan-lawan mereka. Terutama ketika mereka memenangi Liga Champions tiga kali berturut-turut.

Seperti ada “klenik” yang menjaga nyawa mereka tetap menyala sampai fase akhir. Memang, tidak melulu Real Madrid sampai di babak akhir lalu menjadi juara. Namun, intinya adalah, mereka selalu bisa keluar dari bahaya, dari tekanan, dan melaju hingga akhir. Makanya nggak heran apabila mereka menyangdang status Sang Raja.

Aura “klenik” ini yang perlu diperhatikan oleh Chelsea (dan Manchester City jika mereka bertemu di final Liga Champions). Sepak bola memang bisa ditakar dengan logika, tentang bagaimana sebuah tim mencetak gol dan memenangi laga. Namun, di sisi lain, ada juga sisi-sisi aneh yang bikin pertandingan makin tak tertebak.

Chelsea menunjukkan kelasnya di leg pertama semifinal Liga Champions. Bahkan akan diwajarkan oleh banyak orang jika mereka memenangi laga tersebut. Sayangnya, ketika mendominasi laga, mereka malah kebobolan dengan cara “yang agak menyebalkan”, yaitu dari situasi bola mati.

Coba hitung berapa banyak Chelsea menderita gol dari situasi bola mati. Kamu pasti akan paham bahwa satu gol dari Karim Benzema itu bisa sangat menentukan di leg kedua. Sebuah gol yang menyebalkan, tapi bisa menjadi jimat ketika laga berjalan semakin berat.

Saya jadi teringat gol ajaib Casemiro di final Liga Champions ketika Real Madrid membantai Juventus. Sepakan jarak jauh Casemiro membentur kaki pemain Juventus dan membuat Buffon salah posisi. Sebuah gol yang seperti “terjadi begitu saja” dan sukses mencegah Juventus bangkit setelah gol dari pemberi asa dari Mario Mandzukic.

Musim ini, Real Madrid tak bermain apik di La Liga. Mereka jauh dari kata konsisten. Jika menonton pertandingan dan mengamati proses gol mereka lekat-lekat, mungkin kamu akan sepakat dengan kegelisahan saya. “Kok bisa yang kayak gitu jadi gol.”

Iklan

Terdengar sangat klenik? Iya, di satu sisi. Tapi di sisi lain, ada kejelian Zinedine Zidane membangun skuatnya.

Bagaimana caranya bikin orang berpikir, “Kok kayak gitu bisa jadi gol?” untuk sebuah laga yang sebetulnya sangat tidak menguntungkan? Jawabanya bisa sangat beragam dan salah satunya adalah cara bermain atau sistem.

Zidane bukan pelatih seperti yang kamu bayangkan. Dia tidak miskin strategi. Terlihat seperti “gitu-gitu aja” karena ragam strategi yang dia miliki bukan jenis yang terlihat canggih atau berbeda. Strateginya ada banyak, tapi memang esensinya satu, yaitu efisien. Bagaimana cara termudah bikin gol?

Coba mundur ke 2017 ketika Real Madrid membantai Bayern Munchen dan Juventus. Cara bermain mereka ya nggak istimewa. Di atas lapangan, yang terlihat adalah usaha bermain dari samping, crossing datar, dan biarkan Cristiano Ronaldo mengonversikannya menjadi gol. Simpel.

Namun ternyata, proses membuat gol dari crossing datar itu tidak sesederhana kelihatannya. Ada usaha menguasai lini tengah sebelum bisa leluasa bermain di sisi lapangan. Ada pemosisian pemain secara khusus di 6-yard box dan tiang jauh.

Semakin terlihat sederhana sebuah taktik, sebetulnya proses di baliknya cukup rumit. Kemampuan membuatnya menjadi sederhana adalah gambaran pelatih yang cakap dan pemain pintar. Inilah yang membuat Madrid sebetulnya sangat berbahaya.

Chelsea bisa saja menang dan lolos ke final Liga Champions untuk meladeni Manchester City. Namun, mereka akan melewati laga yang sangat berat. Kemungkinan kedua, mereka tetap bermain sangat baik. Berkelas. Tapi kalah oleh Real Madrid dengan cara paling menyakitkan.

Kuncinya adalah konsentrasi dan waspada. Terutama bagi Chelsea yang terasa sedikit diunggulkan di leg kedua semifinal Liga Champions. Ingat, status unggulan tidak sama dengan otomatis lolos ke final.

BACA JUGA Chelsea Memang Kelas, tapi Bagi Real Madrid, Liga Champions Seperti Taman Bermain dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2021 oleh

Tags: chelseaguardiolaLiga ChampionsManchester CitypsgReal Madridtuchelzidane
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Todd Woodward: Ketika Orang Nggak Ngerti Bola Megang Chelsea
Video

Todd Woodward: Ketika Orang Nggak Ngerti Bola Megang Chelsea

8 September 2022
Dosa Mendukung Manchester United: Bikin Orang Kehilangan Nalar dan Disesatkan Kesombongan
Video

Dosa Mendukung Manchester United: Bikin Orang Kehilangan Nalar dan Disesatkan Kesombongan

18 Agustus 2022
Chelsea Kena Tikung, Cristiano Ronaldo Ditolak, Frenkie De Jong Menangis
Video

Chelsea Kena Tikung, Cristiano Ronaldo Ditolak, Frenkie De Jong Menangis

28 Juli 2022
Video

Ten Hag, Arteta, dan Xavi Ngaji Bareng Pep Guardiola

2 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput

Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput

30 Juni 2026
Refleksi untuk orang tua di Jawa Tengah (Jateng): punya peran penting awasi anak agar tidak sibuk main gadget MOJOK.CO

Refleksi untuk Orang Tua di Jateng agar Gadget Tak Kuasai Rumah hingga Anak Lebih Sibuk Tenggelam dalam Layar

29 Juni 2026
Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
FGD “Di Balik Ruang Redaksi: Medianomics, Kuasa Kepemilikan, dan Masa Depan Jurnalisme” inisiasi Telkom University Purwokerto. Membincangkan masa depan industri media jurnalisme di era AI dan kuasa kepemilikan MOJOK.CO

Diskusi Soal Industri Media dan Masa Depan Jurnalisme: Beranjak dari Keresahan Lama ke Menjawab Tantangan Baru

1 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.