MOJOK.COEden Hazard bakal menjadi protagonis baru untuk Real Madrid. Ia punya segala bekal untuk sukses, salah satunya adalah pantat besar yang “semok” itu.

Dia bilang ini mimpi yang menjadi kenyataan. Eden Hazard, sejak beberapa tahun yang lalu, seperti sudah tahu kalau mimpinya bermain untuk Real Madrid akan menjadi kenyataan. Eden ingin bermain di White House, kata Romelu Lukaku, suatu kali pernah menjelaskan. Dan Juni ini, Eden Hazard sudah resmi mewujudkan mimpinya.

Memang, kepindahannya dari Chelsea menuju Real Madrid seperti sudah menunggu waktu saja. Terjadi eskalasi ketika Cristiano Ronaldo pergi dari Los Blancos menuju Juventus. Waktu itu, Florentino Perez, masih percaya dengan proyek baru yang dijaga oleh Gareth Bale, Karim Benzema, dan semua pemain yang menjadi tulang punggung selama ini.

Maklum, skuat Madrid memang tidak banyak berubah meskipun Ronaldo hengkang. Skuat ini punya tulang punggung yang mengantar mereka menjadi tim pertama di Eropa yang memenangi Liga Champions tiga kali berturut-turut. Mereka masih punya Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Madrid. Masih dijaga oleh Sergio Ramos, dan duet bek sayap terbaik dunia pada masanya: Marcelo dan Dani Carvajal.

Namun, yang dibayangkan tidak selalu menjadi kenyataan. Begitulah hidup. Real Madrid kehilangan seorang perekat. Seseorang yang bisa menarik keluar kemampuan terbaik rekan-rekannya. Ronaldo, meskipun ia bermain buruk, hanya dengan berdiri di atas lapangan, sudah cukup untuk memastikan bahwa rekan-rekannya berlari dengan manners terbaik.

Ronaldo yang menjadi tiang. Menjadi saka guru dari sebuah wibawa klub besar. ia berevolusi demi kebaikan diri dan timnya. Pemain seperti ini harus selalu dimiliki semua tim yang ingin juara. Dan ketika ia pergi, Real Madrid kehilangan wibawanya sebagai tim besar.

Eden Hazard dan usaha mengembalikan wibawa Real Madrid

Real Madrid adalah tim besar. Tidak ada yang bisa membantah fakta itu. Seberapapun kamu benci mereka, Real Madrid adalah pengumpul piala Liga Champions paling banyak. Itu saja sudah cukup memberi kamu gambaran. Dan, satu musim penuh kekecewaan tidak akan bisa menghapus fakta di atas.

Ketika kamu meragukan kekuatan klub besar, Real Madrid memberi bukti dengan tegas. Hanya dalam dua setengah minggu saja, mereka sudah membelanjakan uang lebih banyak ketimbang yang dihabiskan Arsenal dalam 14 tahun terakhir. Apakah klub besar hanya bisa ditentukan dengan uang saja?

Baca juga:  Chelsea dan Cara Mereka Mempermalukan Diri Sendiri

Tentu tidak. PSG dan Manchester City bukan klub besar. Chelsea pun begitu. Klub besar adalah mereka yang punya tradisi. Bukan semata gelar juara, tapi tradisi yang sudah mengakar dalam. Form is temporary, class is permanent. Dan kebetulan, Real Madrid punya sumber dana yang besar untuk bisa membelanjakan uang dengan leluasa.

Sebelum resmi mendapatkan tanda tangan Eden Hazard, Si Putih sudah lebih dulu mengamankan servis Luka Jovic (60 juta euro), Eder Militao (50 juta euro), Rodrygo Goes (45 juta euro), dan akan segera menyusul Ferland Mendy dengan banderol, konon, mencapai 57 juta euro. Inilah cara klub besar yang sedang mencoba menggapai kembali puncak dunia. Sesegera mungkin menyelesaikan proses pembangunan skuat baru untuk kemudian menyatukannya seiring waktu sebelum liga dimulai.

Pemain-pemain muda berkualitas di atas, dilengkapi oleh keberadaan Eden Hazard sebagai protagonis baru, Real Madrid bakal menjadi tim ultra-offensive. Jika para “tulang punggung” bisa mengangkat kembali performa mereka, Los Blancos akan menjadi tim yang seimbang. Sebuah tim yang sukses mengangkat tiga piala Liga Champions.

Pantat besar Eden Hazard

Eden Hazard akan menjadi protagonis baru. Ia akan mengenakan nomor keramat, yang gagal dipikul oleh Mariano Diaz. Selain memang tidak mendapatkan kesempatan dan kepercayaan, Mariano memang seperti tidak berjodoh dengan “wibawa” Madrid. Ia pemain bagus. Namun, tidak cukup bagus mengenakan seragam putih elegan Madrid.

Bagaimana Hazard akan sukses di Real Madrid? Tentu saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Kualitas diri Hazard sudah bergema dengan keras semasa membela Chelsea. Musim lalu saja sudah cukup menjadi bukti.

Praktis, seorang diri, pemain asal Belgia itu mengangkat performa Chelsea. bersama Maurizio Sarri musim lalu, The Blues tidak konsisten betul. Namun, mereka tetap bisa mengakhir musim di peringkat ketiga, lolos ke Liga Champions, dan menjadi juara Liga Europa setelah mengalahkan salah satu tim telenovela ahli drama kesedihan: Arsenal.

Eden Hazard punya semua bahan dasat untuk sukses. Mental, skill, charm, dan lain sebagainya. Dan kalau boleh menambahkan. Pantat besar Eden Hazard akan menjadi kunci.

Baca juga:  Frank Lampard, Legenda Murah, yang Cuma Menjadi Pelarian Chelsea

Para peneliti di Universitas Oxford menemukan bahwa sebagian besar orang dengan pantat besar merupakan orang-orang yang sehat. Seseorang yang memiliki pantat besar dan membawa lemak pada tubuh bagian paha atau pantat lebih memungkinkan menghasilkan hormon penjaga metabolisme gula dalam tubuh secara lebih baik.

Ketika metabolisme tubuh terjaga, ia akan terhindar dari penyakit jantung, diabetes, dan kolesterol. Jika dibandingkan dengan orang-orang yang membawa lemak di perut, seseorang yang memiliki pantat besar dan membawa lemaknya di tubuh bagian belakang dikatakan lebih sehat.

Well, saya tidak mengada-ada soal pantat Eden Hazard yang semok dan aduhai itu. Tetap sehat, artinya seorang pemain terhindar dari cedera. Ia tak perlu menghadapi hari-hari semu dengan duduk di bangku penonton karena cedera. Cedera pula yang membuat sebagian besar pemain bagus kehilangan momentum adaptasi bersama tim baru.

Selain baik bagi kesehatan jantung, pantat besar juga baik untuk kecerdasan otak. Pantat besar memungkinkan orang meningkatkan omega 3 pada otak secara maksimal. Lemak yang terjaga pada pantat memungkinkan seseorang memiliki peredaran darah dan pertumbuhan baik.

See, menjadi pemain Real Madrid tidak hanya jago sepak bola. Ia harus cerdas. Cerdas menghadapi lawan, kawan, wartawan, dan petugas pajak. O, dua yang terakhir ini begitu berbahaya.

Wartawan bisa menghancurkan karier seorang atlet sepak bola dengan tulisannya. Pengalaman Hazard dengan wartawan Inggris yang menyebalkan bisa menjadi bekal. Soal pajak, banyak atlet sepak bola di Spanyol terjerat kasus pajak. Bukan karena tidak membayar, tapi karea aturan pajak untuk atlet di Spanyol yang membingungkan.

Nah, berbahagialah kamu yang berpantat besar. Imbangi dengan olahraga, maka kamu akan selalu sehat, jantung aman, kolesterol terjaga, dan kecerdasan berkembang.

Seperti lagu koplo “Prawan Saiki” yang dinyanyikan Dini Aditama, yang “semok” bakal selalu terlihat menonjol. Eden Hazard, bakal selalu menonjol di atas lapangan.

Mangan bakwan aduh asine,
Ra dipangan kele-kele..
Akeh prawan ilang isine,
Turut ndalan ngeler udele..

Mlanding petet jarene,
Kanggo bothok enak rasane..
Ting pethethet pakaiane,
Nganti ketok bentuk awak’e..
(Nganti ketok bentuk awak’e)

Sing mlenuk..(ketok mlenuk’e)
Sing seksi.. (ketok seksine)
Sing semok.. (ketok semoke)



Loading...



No more articles