MOJOK.COLiverpool menemukan seorang pemain yang punya devosi dan tanggung jawab tinggi kepada pekerjaannya. Karakter manusia unggul dari sosok Takumi Minamino.

Christoph Freund beserta timnnya menghabiskan waktu empat minggu untuk menelusuri jejak permata di Pulau Honshu. Mereka berada di sebuah kota pelabuhan dengan Cerezo Osaka sebagai salah satu daya tariknya.

Mereka sedang berburu. Dengan latar laut biru dan orang-orang yang bersemangat, mereka membuka cangkang kerang mutiara. Di dalamya, Freund dibuat kagum oleh permata bernama Takumi Minamino.

Sebagai Direktur Olahraga RB Salzburg, Freund juga ikut mengawasi kerja para pencari bakat. Mereka sudah menghabiskan waktu tiga minggu penuh untuk membuat resume soal pemain 18 tahun yang memikat mata. Setelah membaca resume yang menggugah itu, Freund datang ke Jepang untuk menghabiskan satu minggu penuh bersama Minamino dan Cerezo.

Minamino, yang akan resmi menjadi pemain Liverpool di Januari 2020 nanti, tidak hanya dinilai dari kualitas teknik saja. Memang benar, di usianya yang masih 18 tahun, Minamino sudah menonjol dibanding rekan-rekan seusia. Pun di usia belia, Minamino sudah menjadi anggota tim utama Cerezo Osaka. Teknis? Cek!

Yang kemudian digali secara mendalam oleh Freund adalah kualitas diri Minamino. Sebagai insan, bukan hanya sebagai pesepak bola semata. Dan selama satu minggu penuh, Freund dibuat kagum oleh determinasi yang terpancar dari remaja Izumisano, salah satu prefektur di Osaka.

“…yang justru penting bagi kami adalah mentalitas dan karakter pemain. Bahkan faktanya, bagi kami, dua hal itu lebih penting ketimbang talenta saja. Jadi, sebelum membeli pemain, kami mengumpulkan banyak informasi tentang sikap si pemain. Bagaimana sikapnya di luar sepak bola? Bagaimana latihannya? Bagaimana sikapnya di tengah lingkungan dan ketika dia harus mengambil inisiatif. Bagaimana caranya menangani situasi sulit? Semua pertanyaan itu meyakinkan kami untuk membeli Minamino,” kata Freund kepada Independent.

Hasil scouting yang dilakukan Salzburg menemukan kalau Minamino bisa mengatasi kesulitan dan punya gairah besar untuk berkembang. Mereka menyimpulkan sosok Minamino ke dalam kalimat: “Pemain luar biasa dengan karakter yang juga luar biasa.”

Baca juga:  Real Madrid Tidak Perlu Cemas Apabila Luka Modric Memilih Pergi

Kesimpulan itu cocok dengan motto Salzburg sendiri yang berbunyi: “Talent bringt dich an den start. Einstellung ans ziel,” yang berarti: “Talenta membantumu untuk memulai sesuatu. Sikap yang membawamu sampai ke tujuan.” Sebuah kesimpulan yang pasti akan sangat disyukuri Liverpool.

Liverpool hanya perlu membayar release clause Minamino senilai 7,5 juta paun. Sangat murah untuk salah satu telanta panas di Eropa saat ini. Bagaimana Liverpool bisa menemukan release clause yang dirahasiakan itu?

Semuanya berkat hubungan baik antara Liverpool dan Salzburg. Salzburg, lewat Freund, membantu Liverpool menyelesaikan pembelian Naby Keita. Saat itu, Keita sudah bermain untuk Leipzig, saudara se-franchie Salzburg.

Proses transfer yang profesional dan tanpa intrik membuat kedua klub menjadi dekat. Berkat kedekatan itu, Liverpool mendapat bocoran release clause si pemain. Sebuah keuntungan yang tidak dimiliki oleh Manchester United, Borussia Moenchengladbach, dan AC Milan.

Pemain dengan trait seperti Minamino ini memang yang dibutuhkan Liverpool dan Jurgen Klopp. Melihat cara bermain dan aura dari Liverpool, mereka yang sukses punya sesuatu selain talenta. Mereka yang berkembang pesat harus punya kesadaran untuk bekerja lebih keras. Pribadi yang bisa memahami makna seragam Liverpool.

Minamino sangat populer di lingkungan Salzburg. Bukan hanya kontribusinya di atas lapangan, tetapi karena kerendahan hatinya. Dari jumlah penampilan yang hampir menyentuh 200 pertandingan, dia sudah mencetak 64 gol dan 44 asis.

Jumlah yang superior mengingat posisiya sebagai playmaker, advance #8, dan sayap kanan. Meski mengantongi catatan superior, Minamino tak pernah kehilangan kerendahan hati. Kehangatan terpancar dari dirinya. Sebuah karakter yang membuatnya dipandang sebagai sosok yang menarik di ruang ganti Salzburg.

Satu hal lagi yang akan disyukuri Liverpool adalah betapa Minamino paham dengan tanggung jawab. Dia sangat profesional memandang pekerjaannya. Sikap disiplin dan keras kepada diri sendiri, yang memang cerminan orang Jepang.

Baca juga:  Seperti Kecoa, Jenkinson dan Mustafi Bisa Bertahan dari Perang Nuklir Arsenal

Tahukah kamu, hingga saat ini, meski sudah lima tahun berseragam Salzburg, Minamino selalu mengalami homesick. Namun, dia tidak pernah membiarkan perasaan itu memengaruhi performanya. Salah satu cara untuk membunuh homesick adalah dengan mengajak penerjemahnya, Yuki, makan masakan Jepang di Kota Munich, Jerman.

Sikap penuh tanggung jawab, profesional, dan berani mengorbakan diri sendiri adalah cerminan kyuba no michi. Apa itu kyuba no michi?

Kyuba no michi adalah sebutan bagi seorang samurai yang menunjukkan dedikasi penuh untuk menjadi pemanah dan prajurit penunggang kuda ulung. Sekarang, code of honor ini juga dikenal dengan istilah bushido. Bushido dibentuk oleh dua kata, bushi dan do. Kata bushi bermakna ‘prajurit’ atau ‘pejuang’. Sementara itu, kata do bermakna ‘jalan’. Jadi, bushido bermakna ‘jalan seorang prajurit’. Bagi samurai, bushido adalah pegangan baku ketika mengabdi.

Dulu, samurai bukan sebatas ahli pedang atau prajurit di medan laga. Mereka juga seorang pemanah dan penunggang kuda. Untuk menjadi pemanah dan penunggang kuda yang ulung, mereka harus mendevosikan waktu. Devosi untuk menguasai kemampuan memanah dan prajurit berkuda hingga tingkat tertinggi ini disebut kyuba no michi, atau ‘jalan seorang pemanah dan penunggang kuda’.

Kata kunci di sini adalah devosi dan tanggung jawab. Seorang samurai akan mengorbankan diri secara sukarela untuk tuannya. Minamino tidak pernah menunjukkan penderitaannya ketika homesick melanda. Dia mencari cara supaya tidak mengecewakan Salzburg. Devosi dan tanggung jawab inilah yang akan disyukuri Liverpool.

Bermain untuk Liverpool artinya kamu harus bermain dengan determinasi tinggi. Mengerti tanggung jawab untuk melebur sebagai anggota tim. Mo Salah dan Sadio Mane boleh menonjol sebagai individu. Namun, mereka tidak melupakan akar untuk berkeja keras bagi tim. Ingat, sikap yang akan mengantarmu mencapai garis akhir. Talenta hanya pembuka jalan saja.

BACA JUGA Liverpool Menjadi Manusia Unggul Bersama Jurgen Klopp atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles