Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Masih Ingat Kata Mutiara di Buku Tulis Sinar Dunia?

Buku Sinar Dunia kesukaan saya adalah mereka-mereka yang memenuhi syarat khusus: kovernya lucu!

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
20 April 2018
A A
Masih Ingat Kata Mutiara di Buku Tulis Sinar Dunia? MOJOK.CO

Masih Ingat Kata Mutiara di Buku Tulis Sinar Dunia? MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sedikit banyak, strategi diferensiasi produk yang dilakukan Sinar Dunia dengan memasang kata mutiara di produk buku tulisnya sukses juga. Dikutip siswa untuk motto di buku kenangan sekolah sampai diary.

Saya mau pindah rumah. Semua barang-barang yang tersimpan di banyak tempat pun mendadak muncul, minta di-packing. Dari ratusan benda yang lama tak terjamah itu, pandangan saya berhenti di sebuah buku tulis merek Sinar Dunia, atau lebih akrap disapa dengan nama Sidu.

Buku Sinar Dunia kesukaan saya adalah mereka-mereka yang memenuhi syarat khusus: kovernya lucu! Bagi saya, kekerenan buku Sidu berbanding lurus dengan tingkat unyu-unyu-nya kover yang ditampilkan. Selain itu, ada satu hal lagi yang paling penting dari gelombang “racun” buku Sidu: kata mutiara yang selalu ada di bagian bawah setiap halaman.

Sebagai reminder, marilah kita simak kembali empat kata mutiara yang paling sering muncul di bagian bawah halaman buku tulis zaman dahulu ini:

  • Practice makes perfect.
  • Experience is the best teacher.
  • You never know till you have tried.
  • Never put off till tomorrow what you can do today.

Gimana? Sudah cukup nostalgic? Sudah ingat dengan cinta monyet pertama di kelas 3 SD? Atau masa-masa pertama kali dapat nilai 100 di pelajaran Matematika? Atau malah teringat saat-saat disetrap (YA ALLAH, DISETRAP—udah lama nggak menyebut kata ini!) karena nggak ngerjain PR Bahasa Indonesia?

Mengingat nilai nostalgia yang dibawa oleh buku Sinar Dunia dan kata mutiara ternyata cukup besar, saya pun jadi bertanya-tanya: apakah kata mutiara ini masih cukup sesuai untuk digunakan di zaman now, mengingat keadaan yang telah berbeda? Apakah kata-kata mutiara ini masih cukup ampuh untuk memotivasi siswa-siswa kekinian? Apakah perasaan para siswa bisa diakomodasikan melalui deretan kata-kata mutiara ini? Apakah—ah udah, ah.

Berangkat dari kegelisahan ini, Mojok Institute pun segera merumuskan deretan kata mutiara baru yang bisa dipakai Sinar Dunia sebagai bentuk improvisasi demi kesesuaian visi dan misi dengan anak-anak zaman sekarang dalam menghadapi kerasnya perkembangan zaman. Berikut ini adalah lima kata-kata mutiara baru yang bisa dimanfaatkan oleh pihak Sinar Dunia, atau buku tulis mana pun:

*jeng jeng jeng!!!*

“Jangan malas belajar, itu berat. Kamu nggak akan kuat, aku aja ogah.”

Kata mutiara pertama lahir sebagai akibat dari ketenaran film Dilan 1990 yang ber-setting anak SMA. Hingga hari ini, Dilan tetap dikenang banyak penggemarnya. Bahkan, ada sepasang kekasih yang masih duduk di bangku SMA memutuskan jadian menggunakan sebuah surat bermaterai, seperti yang Dilan dan Milea lakukan. Hadeeeeh.

Meski digambarkan terjadi pada tahun 1990, anak-anak sekolah zaman sekarang tetaplah baper atas kisah cinta Dilan-Milea. Maka dari itu, bolehlah Sidu menyontek salah satu quote Dilan untuk dimodifikasi agar lebih sesuai bagi para siswa.

Sedikit maksa tak apa, yang penting niatnya tersampaikan. Tsadeeeest!

“Kuy! Y x g kuy!”

Kalimat milenial yang satu ini adalah wujud trendi dari kalimat “You never know till you have tried”. Dengan bentuk berbeda, kalimat ini tetap bertujuan untuk memotivasi siswa untuk mencoba sesuatu.

Seperti yang diketahui, kuy adalah penulisan yuk yang dibalik, sedangkan “y x g kuy” dibaca sebagai “Ya kali nggak kuy!”. Dengan kata lain, kalimat ini bertujuan untuk mengajak siswa bergerak.

Atau, dalam versi K-popers, makna kalimat ini sama dengan “Hwaiting, chingu-yaa~”.

Iklan

“Konten menarik, followers tertarik.”

Zaman dulu, siapa yang pakai Instagram? Nggak ada. Tapi, lihat, dong, zaman sekarang: penggunaan Instagram merajalela ke mana-mana. Bahkan, tempo hari saya baca keluh kesah mahasiswa baru yang ikut kegiatan danus (Dana dan Usaha) demi mencari biaya untuk program kerjanya dengan cara…

…paid promote dan endorse di Instagram!!!

Padahal dulu saya danus mah mentok-mentoknya jualan kue basah keliling kampus, terus kalau nggak laku akhirnya dibeli sendiri :(((

Jangankan mahasiswa, siswa-siswi yang muda dan energik itu pun kini telah melirik Instagram. Buktinya, selebgram bermunculan di mana-mana, mulai dari yang berusia SD hingga SMA. Semakin banyak followers yang mereka punya, semakin banyak pula mereka belajar berinteraksi di dunia maya.

Jelas, konten-konten yang menarik seperti kata mutiara menjadi prioritas bagi mereka. Ini penting!

“Sedikit nakal, banyak akal.”

Jangan anggap kami narsis dulu, Teman-Teman. Ssst, tenang dulu.

Coba pikir: lebih baik mana kata mutiara yang lahir dari slogan Mojok yang lucu dan cerdas atau kata mutiara yang lain, seperti “Kalian semua suci aku penuh dosa” dan “Biar miskin yang penting sombong”?

Terserah, sih, jawaban kalian apa, tapi saya mah Mojok-garis-keras. Muach!

BACA JUGA Kasta Buku Tulis Anak Sekolah dari yang Tersohor Sampai Terkucilkan dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2021 oleh

Tags: buku tulis sinar duniaexperience is the best teacherkata mutiarasidusinar dunia
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

50 Kata-Kata Bijak Gus Baha Rembang, Samudera Hikmah Hidup - MOJOK.co
Pendidikan

50 Kata-Kata Bijak Gus Baha Rembang, Samudera Hikmah yang Menyejukkan Hati

14 September 2023
List

5 Tips Tes CPNS yang Patut Kamu Lakukan untuk Menjadi Abdi Negara

25 Oktober 2018
Esai

Jangan Tulis Nama Pacar di Skripsi, Pokoknya Jangan!

28 Februari 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.