MOJOK.COPerjuangan Manchester United dan Bruno Fernandes sempat tertutupi oleh blunder admin Twitter. Sungguh, sebuah kegoblokan yang sataniyah sekali.

Sebetulnya, di atas lapangan, terlepas dari soal gosok voucher penalti, Manchester United tidak punya masalah besar. Perlahan, mereka menemukan cara bermain paling enak, sesuai komposisi pemain yang ada.

Yang bikin Manchester United kelihatan goblok adalah blunder admin Twitter ManUtd_ID dan fans yang bacotnya macam paruh burung woodpecker kalau lagi matokin batang pohon. Perpaduan antara nggak tahu diri, kesurupan setan bocah bawa garpu, dan kesombongan yang bikin kepala mereka mirip ikan teri pakai helm.

Terlepas dari itu semua, Manchester United tidak sedang dalam masalah besar. Memang, saat ini, mereka duduk di peringkat 10 Liga Inggris. Peringkat yang masih wajar untuk tim papan tengah. Tidak terlalu buruk, mengingat pesaing mereka, Sheffield United sedang duduk di peringkat 20, bawah sendiri, juru kunci.

Dari performa mereka yang angin-anginan, ada beberapa hal positif yang tertutupi. Kok bisa tertutupi? Ya salah satunya karena blunder admin Twitter ManUTD_ID.

Kemenangan dan kekalahan di sepak bola itu hal yang wajar. Namun, ketika kamu terlalu besar kepala, seketika karma akan terjadi. Semoga mas atau mbak admin itu sudah belajar. Cari kerja itu di tengah pandemi itu tidak mudah, kawan. Jangan sampai, gara-gara ngetwit kesombongan Manchester United, kamu kehilangan pekerjaan.

Tapi, sudah kadung terjadi. Blunder itu menutupi semua hal-hal positif yang sebetulnya sangat bisa diapresiasi. Lho, ini saya serius, ya. Meskipun fans rival, saya juga tidak mungkin menutup mata dari hal-hal positif. Memangnya si coach… *keyboard laptop tiba-tiba tewas.

Setidaknya ada dua hal yang patut diapresiasi atas kinerja Manchester United dan salah satu pemainnya yang bernama Bruno Fernandes. Begini penjelasannya:

Apakah kamu masih ingat peristiwa pembantaian Manchester United oleh Tottenham Hotspur yang berakhir dengan skor 1-6? Ya mana mungkin lupa. Penderitaan SETAN adalah kebahagiaan kita bersama. Nah, semenjak penderitaan itu, United tampil lebih konsisten ketika menghadapi lawan-lawan yang tidak ringan.

Semenjak laga memalukan itu, Manchester United mencatatkan enam kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Mereka mencetak 20 gol dan kebobolan hanya tujuh gol. Salah satu protagonis dalam banyaknya jumlah gol ini adalah Bruno Fernandes.

Selama sembilan laga terakhir, Manchester United dan Bruno Fernandes mengalahkan PSG, RB Leipzig, dan Everton. Nama terakhir sedang tampil stabil di Liga Inggris dan United membantainya dengan skor 3-0. United sempat menahan imbang Chelsea. Mereka hanya kalah dari Arsenal dan Istanbul Basaksehir. Ketika melawan Istanbul Basaksehir inilah admin Twitter mereka bikin blunder. Semua hal positif ini jadi terkubur.

Mengapa “sekadar” catatan ini penting?

Menjadi penting karena kita semua perlu memberi konteks dalam perjuangan Manchester United. Mengapa hasil imbang melawan Chelsea itu penting? Mengapa kemenangan atas Everton itu lebih penting lagi?

Dari dua hasil yang berbeda itu, Manchester United dan pelatih mereka yang namanya bikin ribet buat diketik itu berhasil menunjukkan kemampuan mencari solusi dari keterbatasan. Ketika melawan Everton, misalnya, mereka mampu mengurangi kebebasan James Rodriguez mendapat suplai bola. United, secara akurat, memanfaat serangan baik ketika dua bek sayap Everton terpancing naik.

Laga ini juga menjadi salah satu penegasan pentingnya Bruno Fernandes untuk tim. Bruno Fernandes memang lebih kreatif ketimbang gelandang-gelandang Manchester United lainnya.

Syaratnya, dia disokong oleh sistem yang membuat hampir semua umpan menjadi tidak sia-sia. Ada pemain yang berlari di belakang garis pertahanan lawan, lari diagonal menarik bek lawan, dan lain sebagainya.

Bruno Fernandes menambah sisi kreativitas di skuat Manchester United. Dia lebih efektif dengan seleksi umpannya. Dia juga lebih tajam ketika mengeksekusi bola dari luar kotak penalti. Gol dan asis, dua hal penting yang dibutuhkan Manchester United dan semua tim.

Bruno Fernandes adalah ancaman untuk semua tim. Umpan yang akurat dan kemampuan sepakan jarak jauh di atas rata-rata. Bruno seperti Juggernaut yang punya kemampuan menabrak semua halangan lawan. Jenis pemain dengan status “pembeda” di dadanya.

Ups, salah satu bukti sudah tersaji ketika Manchester United menggilas Istanbul Basaksehir dengan skor 4-1. Di laga balas dendam ini, Bruno Fernandes mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti. Semua tim membutuh pemain seperti ini. Pemain yang bisa menciptakan solusi.

Untung saja, setelah menang, admin Twitter ManUtd_ID nggak lagi ngetwit “Gini doang nih grup neraka.” Bisa-bisa si admin diarak keliling kampung dan disunat empat kali.

Bagi Manchester United sendiri, terutama pelatihnya, yang namanya terlalu ribet untuk diketik, mulai berhasil menciptakan solusi untuk beberapa pemainnya. Misalnya, ketika mengalahkan Istanbul Basaksehir, United memainkan Donny van de Beek di belakang striker. Akhirnya! Dan memang, di atas lapangan, semua berjalan begitu “mulus”.

Bruno Fernandes yang bermain di lapangan tengah menjadi lebih terbantu. Kemampuan Donny untuk berlari ke ruang yang tepat memudahkan Bruno melakukan seleksi umpan. Hanya dengan menempatkan pemain di posisi dan peran yang pas, aliran bola menjadi jauh lebih terlihat nyaman.

Dulu, saya pernah menulis bahwa Donny ini bisa dimainkan di belakang striker atau sebagai gelandang kanan atau kiri dalam skema tiga gelandang. Eh, Donny malah dimainkan sebagai pivot dan kemampuannya tidak begitu terlihat. Semoga dengan ini, pelatih Manchester United yang namanya bikin ribet buat diketik menyadari bahwa Donny adalah kepingan penting bagi Manchester United dan Bruno Fernandes.

Kemenangan atas Istanbul Basaksehir memang bukan penegasan bahwa Manchester United memang “tim yang bagus”. Namun, di laga ini, mereka tidak lagi goblok, baik di atas lapangan dengan penempatan pemain yang ideal dan di luar lapangan tepatnya di ranah media sosial di mana mereka lebih humble… setidaknya buat saat ini.

Ya maaf kalau saya curiga. Sejak kapan kita harus percaya sama yang namanya SETAN. Cuih, maaf-maaf saja.

BACA JUGA Manchester United Memang Goblok, Sudah Tahu Medioker kok Sombong: Gini Doang nih Grup Neraka? dan tulisan-tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Baca juga:  Manchester United, Rashford, dan Duet McTominay-Fred: Big Game Player