Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Nabati

Tips Nyolong Tebu Sebagai Sebuah Perlawanan

Redaksi oleh Redaksi
27 Agustus 2017
A A
Tips Nyolong Tebu Sebagai Sebuah Perlawanan

Tips Nyolong Tebu Sebagai Sebuah Perlawanan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi banyak orang yang tinggal di dekat perkebunan tebu, pengalaman nyolong tebu saat kecil tentu saja menjadi salah satu pengalaman yang penuh romantisme tersendiri. Ia menjadi salah satu proses pengembangan diri, proses menempa mental dan keberanian, juga menjadi benih-benih perlawanan sosial kelas bawah kepada para pemilik modal.

Itulah sebabnya kenapa semangat perlawanan orang-orang jaman dahulu terasa lebih mantap ketimbang orang-orang jaman sekarang. Maklum, anak-anak muda jaman sekarang lebih memilih membeli tebu di minimarket ketimbang nyolong di kebun dekat kampung.

Iklan

Atas keprihatinan ini, kami, Mojok Institute mencoba membangun kembali tradisi penempaan perlawanan jaman dulu dengan memberikan beberapa tips dasar nyolong tebu milik para pemilik modal.

Monggo disimak:

Pilih Tebu Terkurus

Ini teknik dasar. Pemilihan tebu yang paling kurus untuk dicolong dimaksudkan agar proses penggasakan bisa berlangsung cepat dan efisien, sehingga saat keadaan genting, kita punya cukup waktu untuk bertindak dan melaksanakan plan B, C, D, dan plan-plan lainnya.

Tapi bukankah tebu yang kurus sari tebunya sedikit? Bah, jangan meniatkan nyolong tebu untuk mencari sari tebunya, tapi carilah sensasi dan semangat perlawanannya.

Siapkan Rute Pelarian

Sehebat apapun Anda melakukan perlawanan, sebesar apapun sensasi yang Anda dapatkan saat nyolong tebu, itu semua tak akan ada artinya jika Anda tertangkap. Karenanya, penting bagi Anda untuk menyiapkan rute pelarian.

Ingat, Anda ingin mencari pengalaman, bukan masa tahanan.

Jangan Mencuri Banyak-banyak

Selain untuk menjaga semangat perlawanan, nyolong tebu dalam jumlah yang sedikit juga mampu menghindarkan sifat rakus.

Nyolong dua batang tebu selama lima hari jauh lebih baik ketimbang nyolong sepuluh batang tebu selama satu hari.

Seperti halnya proses belajar, nyolong tebu juga membutuhkan konsistensi.

Tebu

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2017 oleh

Tags: nyolongperlawananTebu
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

teman kantor bossy teman kantor menyebalkan rekan kerja menyebalkan cara mengatasi

Cara Mengatasi Teman Kantor yang Suka Menindas

4 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.