Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Sebuah program Mojokdotco yang khusus membicarakan sejarah dan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Kali ini Jasmerah dibawakan oleh Muhiddin M. Dahlan, penulis dan empunya Warung Arsip. Untuk menjadi seorang Republik, Sri Sultan Hamengku Buwono IX tak perlu menanggalkan takhtanya sebagai Sang Raja. Ia dengan rileks dan santai bisa mendayung di antara monarki dan republik. Bahkan, dengan corak kepemimpinannya yang khas, kepemimpinan yang “memangku”, Sultan bisa menjinakkan kerasnya ideologi yang dipanggul oleh orang-orang kiri semacam PKI. Di Kota Yogya, Keraton dan PKI bisa hidup damai dan harmonis. Aneh? Pasti. Nyatanya memang begitu.
SULTAN HB IX: SIASAT “MEMANGKU” ORANG KIRI DAN KOMUNIS DI LINGKUNGAN KERATON
-
oleh Redaksi
- Categories: Video
- Tags: keraton jogjaSultan Hamengku Buwana IXYogyakarta
Artikel Terkait
Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang
oleh
Muchamad Aly Reza
27 April 2026
Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung
oleh
Fuadi Afif
8 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan "Budak Korporat"
oleh
Aisyah Amira Wakang
1 April 2026
"Setu Sinau" bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa
oleh
Redaksi
29 Maret 2026