Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Sebuah program Mojokdotco yang khusus membicarakan sejarah dan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Kali ini Jasmerah dibawakan oleh Muhiddin M. Dahlan, penulis dan empunya Warung Arsip. Untuk menjadi seorang Republik, Sri Sultan Hamengku Buwono IX tak perlu menanggalkan takhtanya sebagai Sang Raja. Ia dengan rileks dan santai bisa mendayung di antara monarki dan republik. Bahkan, dengan corak kepemimpinannya yang khas, kepemimpinan yang “memangku”, Sultan bisa menjinakkan kerasnya ideologi yang dipanggul oleh orang-orang kiri semacam PKI. Di Kota Yogya, Keraton dan PKI bisa hidup damai dan harmonis. Aneh? Pasti. Nyatanya memang begitu.
SULTAN HB IX: SIASAT “MEMANGKU” ORANG KIRI DAN KOMUNIS DI LINGKUNGAN KERATON
-
oleh Redaksi
- Categories: Video
- Tags: keraton jogjaSultan Hamengku Buwana IXYogyakarta
Artikel Terkait
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
oleh
Aisyah Amira Wakang
31 Januari 2026
Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi "Beban" bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
oleh
Redaksi
10 Januari 2026
Kantor Scammer Gito Gati Sleman: Punya 200 Karyawan, Korbannya Lintas Negara, dan Raup Rp30 Miliar Lebih Perbulan dari Konten Porno
oleh
Muchamad Aly Reza
7 Januari 2026
Starcross Membuktikan bahwa Nilai Kreativitas dan Komunitas Lebih Kuat dari Tren yang Datang dan Pergi
oleh
Redaksi
8 November 2025