Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
9 Maret 2026
A A
Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Bodinya yang ramping menyelinap lincah di sela kemacetan. Garis desainnya yang tegas, tampak tajam saat membelah jalanan. Tidak ada kesan ringkih, hanya siluet atletis yang terlihat tangguh di atas aspal. Di antara banjir motor matik yang makin bongsor, sosoknya sukses mencuri perhatian. Dia adalah Yamaha Vega Force.

Sebelum puputan atau ganti nama jadi Vega Force, motor keluaran Yamaha ini bernama Yamaha Vega. Lahir di penghujung milenium pada 1999, Yamaha Vega menduduki puncak kejayaan pada era Vega R di tahun 2006. Kala itu, Yamaha Vega R jadi kecintaan karena mesinnya yang badak dan konsumsi bahan bakarnya yang irit.

Sekarang, lewat Vega Force, ia bertransformasi jadi lebih pintar dengan teknologi injeksi. Dan perubahan tersebut justru semakin menguatkan Yamaha Vega Force sebagai takhta tertinggi motor entry level yang tak boleh dilewatkan.

Apa itu motor entry level?

Banyak orang mengira, entry level merujuk pada motor murahan. Padahal, maksudnya bukan itu. Dalam dunia otomotif, entry level adalah kategori kendaraan yang dirancang sebagai pintu masuk bagi konsumen baru. Ia adalah gerbang pertama sebelum seseorang naik kelas ke motor yang lebih besar atau lebih mahal. Nah, namanya saja gerbang pertama, maka, haruslah sesuatu yang menarik, menyenangkan dan nggak bikin trauma. Dan Yamaha Vega Force memiliki semua kriteria tersebut.

Menarik, karena Yamaha Vega Force punya desain yang jauh dari kesan jadul. Pilihan warnanya berani dan stylish. Ada black yellow, ada black red. Paduan grafis atau stiker dengan aksen warna cerah yang tajam membuat motor ini tidak terlihat membosankan. Seolah, Vega Force ini sengaja ingin menghapus kesan “motor bapak-bapak”, yang dulu kadung melekat.

Menyenangkan, karena karakter mesin 115cc miliknya sangat responsif. Perpindahan giginya halus, terasa lincah diajak selap-selip, dan sangat stabil saat bermanuver. Singkatnya, mengendarai Yamaha Vega Force tidak perlu effort berlebihan. Doi manut saja ke mana pun setang diarahkan.

Dan nggak bikin trauma, karena urusan konsumsi bahan bakarnya benar-benar irit. Motor ini mampu menempuh jarak hingga lebih dari 60 km hanya dengan satu liter bensin. Biaya perawatannya pun sangat ramah di dompet. Apalagi, Yamaha tetap mempertahankan sistem kampas kopling lembaran konvensional daripada sistem kopling modern yang terkadang lebih kompleks. Ini adalah bukti bahwa Vega Force memang dirancang untuk kerja keras dalam jangka waktu yang sangat lama tanpa banyak drama.

Ada DNA balap di Yamaha Vega Force

Sepintas, melihat Yamaha vega Force mungkin akan membuat kita bertanya-tanya: Apa iya motor ini bisa diajak susah? Maksudnya, apa dia cukup tangguh di segala situasi?

Baca Juga:

Yamaha Lexi Adalah Motor yang Terlalu Santai tapi Sebenarnya Tegas, Paling Cocok Dipakai oleh Orang Kota Malang

Yamaha Mio, Motor Lama yang Pernah Jadi Puncak Rantai Makanan, Kini Kembali Muncul dan Diburu Banyak Orang

Jawabannya adalah: Iya. Rahasianya ada pada penggunaan Forged Piston. Forged piston adalah piston motor yang dibuat dengan teknik tempa, bukan sekadar dicetak dalam cetakan logam cair. Dengan demikian, piston jadi jauh lebih kuat, tahan panas, dan ringan. Dan kalian tahu? Teknologi ini biasanya hanya ditemukan pada motor-motor sport atau motor balap. Mantap kali, kan?

Itu sebabnya, ketika kamu mengggeber Vega Force untuk menanjak sambil membawa barang belanjaan yang berat, mesinnya tidak akan mudah ngos-ngosan, tidak pula jadi panas berlebih. Ditambah lagi, mesin Yamaha Vega Force ini bertipe overstroke. Artinya, langkah pistonnya lebih panjang dibanding lebarnya. Efeknya apa? Sekali gas, motor langsung berakselerasi tanpa perlu menunggu lama. Gas!!

BACA JUGA: Yamaha Vega ZR, Motor Bebek Paling Merepotkan: Tenaga Loyo, Susah Nyala, Penyakitnya Banyak!

Sisi lain Yamaha Vega Force

Setelah rangkaian puja dan puji, mari kita bedah borok tersembunyi si Yamaha Vega Force ini. Ups, nggak tersembunyi-tersembunyi amat, ding. Malahan, terlihat sekali. Itu loh, fiturnya yang kelewat hemat, kalau tidak mau dibilang pelit. Bayangkan, di saat motor matic lain sudah mulai pakai lampu LED atau panel instrumen digital, Vega Force masih setia dengan lampu bohlam kuning. Hmm, udah cem lampu di kandang anak ayam aja ya, Gaes. Sudahlah lampunya mirip lampu penghangat kendang ayam, spidometernya pun masih setia dengan jarum analog yang masih jauh dari kesan modern. Analog!

Masih ada lagi borok lainnya. Buat kamu yang punya postur badan bongsor mungkin akan merasa sedikit cepat pegal saat perjalanan jauh. Soalnya, dimensi jok Yamaha Vega Force ini tidak terlalu lebar. Sehingga, bokong kamu harus banyak-banyak kompromi. Belum lagi sistem pengereman belakang yang masih menggunakan sistem tromol. Di satu sisi, sistem rem tromol memang membuat perawatannya jadi lebih murah. Tapi soal ‘pakem’, jangan harap sistem tromol ini mampu menyaingi performa rem cakram ganda.

Meski demikian, dengan harganya yang cuma 19 jutaan saja, semua dosa itu tampak remeh dan dimaafkan. Dan tentu, tidak serta merta membuat Yamaha Vega Force ini jadi turun kasta. Mau dibilang apa juga, Yamaha Vega Force tetaplah pemegang takhta tertinggi motor entry level yang tidak boleh dilewatkan. 

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Vega R, Motor Yamaha Paling Bersahaja. Cerminan Hidup Stabil, Hemat, dan Nggak Banyak Drama

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat

Terakhir diperbarui pada 8 Maret 2026 oleh

Tags: motor Yamahavega Ryamaha vegayamaha vega force
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Yamaha Vixion: Motor yang Mudah Dicintai, tapi Mudah Juga Ditinggalkan Mojok.co

Yamaha Vixion: Motor yang Mudah Dicintai, tapi Mudah Juga Ditinggalkan

23 Juli 2025
Gear Ultima, Wujud Kebohongan Motor Yamaha

Gear Ultima Wujud Kebohongan Yamaha, Katanya Bikin Motor Matik Ternyata Bikin Tank

28 November 2025
Yamaha X-Ride: Motor Adventure yang Cocok buat Pacaran, Super Nyaman meski Tampilan Gahar!

Yamaha X-Ride: Motor Adventure yang Cocok buat Pacaran, Super Nyaman meski Tampilan Gahar!

9 September 2025
Yamaha Lexi Tercipta Untuk Orang Malang, Santai tapi Tegas (Wikimedia Commons)

Yamaha Lexi Adalah Motor yang Terlalu Santai tapi Sebenarnya Tegas, Paling Cocok Dipakai oleh Orang Kota Malang

8 Maret 2026
NMAX “Turbo”, Motor Yamaha yang Bikin Saya Menyesal

NMAX “Turbo”: Motor Yamaha yang Bikin Saya Menyesal karena Sudah Pernah Menunggangi, tapi Belum Bisa Memiliki

20 November 2025
NMAX: Motor Yamaha yang Selalu Bikin Orang Salah Paham (Abdul Fitri Yono via Shutterstock.com)

NMAX Adalah Motor Yamaha yang Paling Bisa Bikin Salah Paham. Dikira Ugal-ugalan, Padahal Memang Sulit Melaju Pelan

16 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash) bandung

Kota Malang Mirip Bandung: Sama-Sama Adem dan Sejuk, tapi Lebih Rapi dan Terawat

8 Maret 2026
Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

6 Maret 2026
Lulus S2 dan Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, padahal Peluang Jadi Akademisi di Surabaya Nggak Kalah Menarik Mojok.co

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

10 Maret 2026
Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

8 Maret 2026
Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
Stasiun Tandes Surabaya, Stasiun Red Flag sekaligus Anak Tiri (WIkimedia Commons)

Stasiun Tandes Surabaya, Menjadi Stasiun Red Flag karena Terlalu Kecil dan Dilupakan oleh Pembangunan

5 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Anak Pulang Justru Lukai Hati Ibu: Pilih Makan di Luar dan Sepelekan Masakan Ibu karena Lidah Sok Kota-Banyak Gaya
  • Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga
  • Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun
  • Sibuk Jual Lumpia di Kelas daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri
  • Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi karena Kaharusan “Berbakti”
  • Perantau Sunda Mengaku Muak dengan Siksaan Makanan Khas Jogja karena Hambar dan Manis Adalah Kebodohan Paling Hakiki

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.