Yamaha NMAX memang punya daya tarik yang sulit ditolak. Bodinya besar, desainnya sporty sekaligus elegan, dan posisi duduknya nyaman untuk perjalanan jauh maupun harian. Di jalanan, motor ini terlihat gagah dan “naik kelas” dibanding skutik biasa. Tidak heran kalau banyak orang menjadikan NMAX sebagai motor impian, baik untuk dipakai kerja, kuliah, maupun sekadar meningkatkan gengsi.
Tapi di balik tampilannya yang meyakinkan, ada satu hal yang sering tidak ikut dipertimbangkan sejak awal: biaya perawatan yang tidak bisa dibilang murah.
Saya sering mendengar komentar, “NMAX old itu paling bandel.” Banyak yang bilang generasi awal lebih tahan banting dibanding versi terbaru. Katanya mesinnya lebih simpel, tidak terlalu banyak sensor, dan jarang rewel. Sementara NMAX generasi sekarang yang lebih modern justru dianggap lebih sensitif dan butuh perhatian ekstra.
Entah sepenuhnya benar atau tidak, tapi persepsi itu memang cukup kuat di kalangan pengguna. NMAX generasi lama dikenal dengan mesin 155 cc VVA yang responsif dan relatif minim fitur elektronik tambahan. Sistemnya lebih sederhana, sehingga ketika ada masalah, mekanik umum pun masih bisa menangani tanpa harus bergantung penuh pada alat khusus.
Berbeda dengan NMAX generasi terbaru yang sudah dilengkapi fitur lebih canggih. Ada sistem keyless, panel speedometer full digital, traction control di varian tertentu, bahkan konektivitas ke smartphone pada tipe tertinggi. Dari sisi teknologi tentu ini peningkatan yang signifikan. Berkendara jadi lebih nyaman, modern, dan terasa premium.
Namun semakin canggih sebuah kendaraan, biasanya semakin kompleks pula perawatannya.
Biaya servis rutin Yamaha NMAX saja sudah beda
Biaya servis rutin NMAX jelas berbeda dibanding motor 125 cc atau skutik entry level. Harga oli mesin saja sudah lebih mahal karena kapasitas dan spesifikasinya berbeda. Misal, harga Yamalube Super Matic saja sudah kisaran 70 sampai 81 ribu. Belum lagi oli gardan, filter udara, busi, hingga komponen CVT seperti roller dan v-belt yang harus diganti secara berkala.
Kalau hanya servis rutin mungkin masih terasa wajar. Tapi ketika sudah masuk tahap penggantian komponen besar, barulah terasa bedanya. Kampas rem depan-belakang, shockbreaker, aki untuk sistem keyless, hingga part kelistrikan tertentu tentu memiliki harga yang lebih tinggi dibanding motor kelas bawah.
Belum lagi jika terjadi masalah pada sistem elektronik. Misalnya gangguan pada smart key system atau sensor tertentu. Penanganannya tidak bisa asal di bengkel pinggir jalan. Biasanya harus ke bengkel resmi agar diagnosis dan perbaikannya tepat. Dan tentu saja, biayanya mengikuti standar bengkel resmi.
Di sisi lain, banyak pemilik yang merasa NMAX memang sepadan dengan biaya tersebut. Motor ini nyaman untuk perjalanan jauh, stabil di kecepatan tinggi, dan tenaganya cukup untuk kebutuhan harian maupun touring. Suspensinya empuk, joknya lebar, dan posisi kaki lebih rileks dibanding skutik kecil.
BACA JUGA: Yamaha NMAX, Motor yang Tidak Ditakdirkan untuk Dimodifikasi
Beli motor bukan hanya perkara beli dan nyicil
Namun sering kali yang dipikirkan saat membeli hanya harga beli atau cicilan per bulan. Padahal kepemilikan kendaraan adalah komitmen jangka panjang. Selain bensin, ada servis berkala, pajak tahunan, asuransi (jika ada), hingga potensi penggantian sparepart yang aus.
Soal NMAX old yang disebut lebih bandel, mungkin faktor kesederhanaan memang berpengaruh. Semakin sedikit fitur elektronik, semakin kecil pula potensi gangguan dari sisi sensor dan modul. Selain itu, motor generasi lama sudah teruji waktu. Kelemahan dan penyakit khasnya sudah banyak diketahui, sehingga mekanik lebih familiar dalam menanganinya.
Sementara Yamaha NMAX terbaru menawarkan kenyamanan dan fitur yang lebih lengkap. Tinggal kembali ke preferensi masing-masing ingin yang simpel dan terbukti tahan banting, atau yang modern dengan fitur lebih banyak?
Baca halaman selanjutnya

















