Malang dan Jogja mungkin tidak sesunyi atau sedingin Wonosobo, tapi keduanya menawarkan sesuatu yang krusial. Akses. Akses pendidikan, kesehatan, transportasi, lapangan kerja, dan ruang tumbuh. Ada kampus, rumah sakit besar, peluang kerja yang lebih beragam, dan mobilitas yang lebih mudah. Hidup memang tidak selalu tenang, tapi lebih realistis.
BACA JUGA: Wonosobo yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Dahulu Jauh Lebih Nyaman
Hidup lebih dari sekadar suasana
Wonosobo unggul di suasana, tapi hidup membutuhkan lebih dari sekadar suasana. Sebuah daerah butuh sistem yang menopang, bukan hanya memanjakan mata. Tanpa itu, keindahan bisa berubah menjadi keterbatasan, dan ketenangan berubah menjadi kebuntuan.
Wonosobo adalah daerah yang cantik, punya potensi besar, dan layak dicintai. Untuk berlibur, tempat ini luar biasa. Tapi untuk tinggal lama, nanti dulu. Apalagi bagi generasi muda, yang masih berjuang membangun masa depan. Indah, iya. Membangun masa depan, wait a minute.
Saya tetap mencintai Wonosobo sebagai destinasi, bukan sebagai tujuan hidup. Saya akan selalu rindu udaranya, kabut paginya, dan ketenangannya. Tapi untuk tinggal, bekerja, dan berjuang setiap hari, saya memilih realistis.
Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Wonosobo Ternyata Lebih Ramah bagi Wisatawan ketimbang Jogja



















