Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

White Day 14 Maret: Hari Balasan Valentine yang Bermula dari Strategi Marketing di Jepang

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
14 Maret 2023
A A
White Day 14 Maret: Hari Balasan Valentine yang Bermula dari Strategi Marketing di Jepang

White Day 14 Maret: Hari Balasan Valentine yang Bermula dari Strategi Marketing di Jepang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di beberapa negara di Asia Timur, hari ini diperingati sebagai White Day atau hari balasan Valentine, lho.

Di Asia Timur, Valentine menjadi momen bagi para perempuan untuk memberikan hadiah kepada laki-laki. Bagi sebagian perempuan, momen ini dimanfaatkan untuk menyatakan perasaan kepada laki-laki impiannya secara halus. Namun pemberian hadiah ini bisa dimaknai lebih luas, kok, nggak melulu berbalut romansa.

Uniknya, rangkaian hari kasih sayang di Asia Timur tak berhenti di bulan Februari. Sebulan kemudian, atau tepatnya tanggal 14 Maret, menjadi momen untuk membalas hadiah Valentine. Tradisi seremonial ini disebut dengan White Day. Pada hari ini, gantian laki-laki yang memberi hadiah kepada perempuan, sekaligus menjadi momen untuk memberi jawaban atas perasan si perempuan.

White Day memang nggak sepopuler hari Valentine. Sebab, White Day hanya dirayakan di sebagian negara Asia Timur. Saya pun belum terlalu lama mengenal istilah ini. Bahkan saya mengetahui tradisi ini dari menonton kartun Chibi Maruko Chan dan Hello Jadoo. Lantaran merasa penasaran, akhirnya saya mencari tahu.

Awal mula

Tradisi White Day pertama kali muncul di Jepang pada tahun 1970-an. Bermula dari seorang pemilik usaha manisan di Fukuoka yang secara nggak sengaja membaca curhatan gadis remaja di sebuah majalah. Gadis itu mengeluhkan bahwa seharusnya laki-laki membalas budi atas hadiah yang diterimanya di hari Valentine.

Dari situ tercetuslah ide untuk menciptakan kudapan yang bisa digunakan sebagai hadiah balasan Valentine. Pada mulanya, marshmallow berisikan coklat dipilih sebagai ikon, sehingga tradisi itu dinamai Marshmallow Day. Kemudian seiring berjalannya waktu, opsi hadiah yang ditawarkan semakin beragam sehingga tradisi tersebut berubah nama menjadi White Day. Barangkali hal ini merujuk pada warna marshmallow yang putih atau bisa juga sebagai perlambang kemurnian perasaan.

Tradisi White Day segera menyebar ke senatero Jepang pada tahun 1980-an dan menjadi tren baru di masyarakat. Adanya White Day berhasil meningkatkan penjualan berbagai produk kudapan manis. Tak lama kemudian budaya ini juga merambah ke daerah tetangga seperti Korea Selatan, Cina, Taiwan, dan Hongkong. Jadi, sama seperti yang saya tulis pada artikel sejarah cokelat dan Valentine, White Day juga lahir dari strategi marketing untuk mendongkrak angka penjualan.

Kode-kode tersembunyi di balik hadiah White Day

Hadiah untuk Valentine maupun White Day di Asia Timur rupanya lebih rumit dibandingkan tradisi Valentine di budaya Barat. Setiap hadiah bahkan memiliki makna masing-masing. Seperti yang saya sebut di awal, tradisi berkirim hadiah ini nggak terbatas pada sepasang sejoli saja. Hadiah tersebut juga bisa diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada atasan dan senior di kantor, anggota keluarga, maupun antarteman.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Kabur dari Magang di Jepang

Jadi, si penerima harus bisa membedakan mana hadiah yang bersifat romantis (honmei choco) dan mana yang bersifat formalitas (giri choco). Honmei choco biasanya berupa hadiah buatan sendiri yang menunjukkan betapa besar usaha si pemberi untuk mempersembahkan hadiah yang berkesan. Maka dari itu mereka harus berhati-hati memilih hadiah balasan agar nggak menimbulkan salah paham.

Untuk membalas hadiah dari kategori giri choco, laki-laki hanya perlu memberikan sesuatu yang setara atau lebih mahal sedikit dari hadiah yang diterimanya. Biasanya hadiah yang dipilih berupa makanan atau benda-benda lain yang praktis.

Sedangkan khusus untuk honmei choco, laki-laki diharapkan mengembalikan hadiah yang nilainya lebih besar 2-3 kali lipat dari hadiah yang diterimanya. Memberi hadiah yang nilainya setara dianggap sebagai tanda keengganan menerima perasaan si perempuan. Kalau nilainya lebih rendah, bisa-bisa dianggap penghinaan.

Hadiah White Day kini bermacam-macam

Pada mulanya, hadiah yang diberikan pada saat White Day memang hanya berkutat pada kudapan manis. Masing-masing jenis kudapan ini dipercaya punya makna yang berbeda-beda.

Misalnya, memberikan cokelat berselimut marshmallow adalah pertanda bahwa perasaan si perempuan nggak terbalas. Cookies menjadi simbol ajakan untuk berteman saja. Sedangkan lolipop menjadi pertanda bahwa laki-laki tersebut juga punya perasaan kepada perempuan pengirim hadiah Valentine.

Namun seiring berjalannya waktu dan seiring membaiknya perekonomian negara, kudapan manis nggak lagi dianggap sebagai hadiah yang menarik. Orang-orang mulai melirik alternatif lain untuk dijadikan hadiah balasan, bisa berupa bunga, aksesori, skincare, makeup, pakaian, bahkan lingerie.

Awalnya hadiah yang dipilih memang berwarna serba putih, tapi lama-kelamaan aturan nggak tertulis ini semakin ditinggalkan. Warna apa pun boleh, asalkan hadiahnya cocok dengan selera dan kemampuan dompet.

Moralitas White Day yang nggak asing bagi budaya kita

Kabarnya kini popularitas White Day semakin menurun. Tradisi ini semakin dianggap nggak penting karena terlalu menghambur-hamburkan uang dan ribet. Namun, tradisi ini menunjukkan bahwa orang Jepang sangat menghargai hubungan timbal balik. Hubungan manusia akan berhasil jika orang-orang yang terlibat di dalamnya punya kesadaran untuk saling memberi dan menerima. Bukan terus-terusan menerima tanpa tahu membalas budi.

Walaupun masyarakat Indonesia nggak merayakan white day, spirit moralitas yang terkandung pada tradisi ini sebenarnya nggak asing bagi masyarakat kita. Misalnya saja pada kondangan, prinsip balas budi dipegang begitu erat.

Pemilik hajat bahkan hampir selalu punya catatan siapa saja undangan yang datang berikut jumlah amplopan atau hadiah apa yang dibawanya. Catatan ini digunakan sebagai acuan agar jangan sampai kita memberi hadiah yang nilainya lebih kecil dari hadiah yang kita terima. Minimal setara, atau lebih tinggi lebih baik.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sejarah Valentine dan Cokelat: Makanan Dewa Maya yang Dikomersialisasi Cadbury.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2023 oleh

Tags: cokelatjepangmarshmallowvalentineWhite Day
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Tempe, Makanan Mewah bagi Perantau di Jepang Terminal Mojok

Perjuangan Perantau Indonesia Menikmati Tempe di Jepang

31 Maret 2022
Perbandingan Pasar Tradisional di Indonesia, Jepang, dan Korea Terminal Mojok

Perbandingan Pasar Tradisional di Indonesia, Jepang, dan Korea

10 April 2022
5 Kesalahan yang Sering Tidak Disadari Turis Asing ketika Liburan ke Jepang Mojok.co

5 Kesalahan yang Sering Tidak Disadari Turis Asing ketika Liburan ke Jepang

19 Februari 2025
Jangan Salah Kaprah, Liburan ke Jepang Memang Bebas Visa, tapi Bukan Berarti Kalian Cukup Bawa Paspor Saja Mojok.co

Jangan Salah Kaprah, Liburan ke Jepang Memang Bebas Visa, tapi Bukan Berarti Cukup Bawa Paspor Saja

8 Februari 2025
Ribetnya Urusan Mandi di Jepang Terminal Mojok

Ribetnya Urusan Mandi di Jepang

3 Maret 2022
Pengalaman Kerja Part Time di Jepang Terminal Mojok

Pengalaman Kerja Part Time di Jepang: Gajinya Besar, Kerjaannya Nggak Nyantai

29 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.