Waxing atau Cukur: Mana yang Lebih Baik? – Terminal Mojok

Waxing atau Cukur: Mana yang Lebih Baik?

Artikel

Berbeda dengan para pria, kebanyakan wanita ingin mempunyai kulit yang mulus dan tidak menyukai kehadiran bulu atau rambut. Para wanita selalu menjaga kulitnya dari rambut-rambut halus terutama di daerah ketiak, kaki, atau daerah lainnya yang terlihat. Demi menjaga kemulusan kulitnya, ada banyak cara untuk menghilangkan rambut-rambut halus. Namun, ada dua cara yang paling banyak dilakukan para wanita, yaitu dengan mencabut (waxing) dan mencukurnya.

Waxing adalah metode untuk menghilangkan rambut-rambut halus di kulit dengan cara mencabut rambut dari akarnya menggunakan lilin panas (wax) atau zat lengket dan kemudian melepaskannya agar rambut tercabut. Dengan begitu, rambut halus akan lebih lama tumbuh. Namun, proses ini sangat menyakitkan bagi sebagian orang, tetapi jika anda tahan dengan sakitnya, penggunaan wax adalah pilihan yang bagus.

Sedangkan dengan mencukur, mereka menghilangkan rambut-rambut dengan sangat aman dan nyaman. Mencukur juga bisa dilakukan sendiri saat mandi. Walaupun tidak menyakitkan, kamu harus tetap menggunakan krim pencukur agar tidak menimbulkan iritasi dan luka di kulit.

Mencukur

Dengan mencukur, proses menghilangkan bulu atau rambut halus menjadi sangat mudah, yaitu cukup mencukurnya saja dengan menggunakan silet atau alat pencukur. Pengerjaannya juga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Peralatan mencukur pun relatif lebih murah jika dibandingkan dengan waxing. Penggunaa krim pencukur juga bisa melembapkan kulit.

Namun, dengan menggunakan metode ini, rambut dapat tumbuh ke dalam dan akan timbul lagi dengan cepat karena hanya dipangkas di bagian kulit saja. Jadi, dengan menggunakan metode ini, kita harus rutin mencukur seminggu sekali.

Saat rutin bercukur, terutama di ketiak, kulit ketiak akan cepat hitam. Rambut juga akan semakin tebal saat tumbuh kembali karena sifat alami rambut akan muncul setiap memangkasnya.

Kemungkinan terluka juga tinggi jika kita mencukur rambut atau bulu halus, sehingga dapat menyebabkan iritasi dan infeksi, terutama saat mencukur dengan cara yang salah. Mencukur juga bisa menyebabkan kulit terasa nyeri lantaran saat mencukur kulit bisa saja terluka.

Waxing

Mencabut rambut-rambut halus sampai ke akar dengan mengoleskan wax secara merata di daerah yang ingin dihilangkan bulu-bulunya lalu ditarik akan memperlambat pertumbuhan rambut-rambut halus. Hal ini dikarenakan akar rambut rusak dan menjadi memperlambat petumbuhan rambut. Kulit juga menjadi lebih halus karena hilangnya sel kulit mati selama proses waxing. Jadi, secara keseluruhan, waxing lebih baik daripada mencukur.

Namun, proses waxing lebih menyakitkan jika dibandingkan dengan mencukur. Proses waxing juga memiliki persiapan yang khusus, mulai dari membeli peralatannya sampai proses pengerjaannya. Harganya pun relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan mencukur. Apalagi jika kamu pergi ke salon kecantikan untuk waxing. Efek jangka panjang untuk kulit juga tidak terjamin 100% karena menggunakan zat kimia.

Pada dasarnya, penggunaan dua metode tersebut sama-sama aman dilakukan asalkan penggunaannya sesuai dengan aturan. Misalnya dengan mencukur, kulit harus dibilas dengan air dahulu atau dioleskan krim pencukur. Lalu jika waxing, panjang rambut harus minimal 0,5 cm.

Selain itu, kamu harus membandingkan antara waxing dan mencukur meliputi kelebihan dan kekurangannya. Sebab, dengan begitu kamu jadi tahu mana yang lebih baik sesuai dengan kondisi kamu. Seperti contohnya, jika kamu ingin mencukur rambut-rambut halus di sekitar daerah kewanitaan, lebih baik menggunakan wax daripada mencukur.

Namun, kamu tidak perlu khawatir, apa pun yang kamu pilih sebagai metode untuk menghilangkan rambut-rambut halus, risiko terjadinya iritasi, ruam, atau infeksi pada kulit bisa diobati dan dicegah dengan cara menggunakan produk krim perawatan kulit.

BACA JUGA Alasan Kita Nggak Usah Berdebat Masalah Guling yang Dijadikan Bantal dan Sebaliknya dan tulisan Alyaa Qasthalani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.