Kecamatan Waru merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. Wilayahnya dibelah dua oleh Jalan Raya Waru. Satu sisi berada di sebelah barat, satunya lagi di sebelah timur. Ketika musim hujan tiba, daerah ini selalu menjadi pemberitaan media lokal dan nasional setiap tahunnya karena masalah banjir. Belum lagi persoalan jalan raya yang macet sehari-harinya.
Di balik problematika itu, warga Waru seperti saya memiliki privilege yang tidak dimiliki oleh kecamatan-kecamatan lain di Sidoarjo. Atau bahkan dengan kecamatan di kota tetangga sebelah pun, saya yakini juga menang telak kalau membahas soal privilege yang saya sebutkan di bawah ini.
#1 Memiliki terminal tipe A paling sibuk
Terminal Purabaya atau lebih dikenal sebagai Terminal Bungurasih berada di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Posisi terminal ini sangat strategis, karena berada pada jalur keluar Kota Surabaya arah Timur, Barat, serta Selatan. Terminal Bungurasih berdiri di atas lahan sekitar 12 hektar dan melayani berbagai rute bus antar kota antar provinsi (AKAP) serta antar kota dalam provinsi (AKDP). Bukan hanya itu, terminal ini juga menjadi pemberhentian Suroboyo Bus, Bus Trans Jatim, dan bus kota.
Bagi saya yang tinggal di Desa Waru, Kecamatan Waru, yang berbatasan dengan Desa Bungurasih, menjangkau terminal ini menjadi cukup mudah dan cepat yang tentu tidak didapatkan oleh warga kecamatan lain yang ingin berpergian menggunakan moda transportasi bus. Sebuah privilege, bukan?
#2 Waru Sidoarjo punya stasiun kereta api
Ingin menggunakan moda transportasi lain? Tenang, Kecamatan Waru memiliki stasiun kereta api namanya Stasiun Waru. Lokasinya berseberangan dengan pintu keluar Terminal Bungurasih. Dari pintu keluar terminal ini, Anda bisa jalan kaki melewati Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Stasiun Waru memang stasiun kereta api kelas II yang melayani rute jarak jauh, menengah dan lokal serta commuter line. Berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) tahun 2026, stasiun ini melayani 63 kereta api berbeda dengan total 63 jadwal keberangkatan dan kedatangan setiap harinya. Mayoritas hanya kerta api kelas ekonomi dan sebagian kereta eksekutif yang berhenti di sini. Jadi, jangan harap ada kereta kelas bisnis yang berhenti.
#3 Dekat dengan Bandara Internasional Juanda
Privilege yang tak kalah menarik adalah dekat dengan Bandara Internasional Juanda. Salah satu bandara tersibuk di wilayah Indonesia Timur ini terletak di Desa Betro, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Bukan di Surabaya, lho ya!!
Secara geografis, Kecamatan Sedati berbatasan langsung dengan Kecamatan Waru Sidoarjo. Artinya, warga kecamatan waru yang ingin menggunakan moda transportasi pesawat terbang dapat dengan cepat dan mudah untuk mengaksesnya.
#4 Waru dekat dengan pintu tol ke segala tujuan
Terakhir, Kecamatan Waru Sidoarjo dekat dengan gerbang pintu tol yang bisa mengarahkan pengendara roda 4 atau lebih ke segala arah kota tujuan. Lokasinya berbatasan langsung antara Sidoarjo dan Surabaya.
Gerbang Tol Waru merupakan salah satu titik strategis dalam jaringan tol di Jatim. Jalan Tol ini menjadi akses utama ke Bandara Juanda, Sidoarjo-Malang, Sidoarjo-Tanjung Perak, Surabaya, hingga pintu masuk ke Jalan Tol Trans Jawa. Tidak bisa didebat, jika tidak ada hambatan di jalan tol, bisa meningkatkan efisiensi perjalanan jarak jauh melalui jalur darat.
Dengan privilege yang sudah saya sebutkan tadi, jangan minder bila orang Kecamatan Waru Sidoarjo disebut sebagai warga Surabaya coret atau wilayah persemakmuran dari Kota Surabaya. Mulai dari sekarang sampaikan tegas dan dengan bangga sebagai Wong Waru, bahwa kalian itu tidak sepele!
Penulis: Suluh Dwi Priambudi
Editor: Rizky Prasetya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
