Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kalau di Kota Padang Nggak Ada Nasi Padang, di Tegal Tetap Ada Warteg, tapi…

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
15 Januari 2024
A A
Kalau di Kota Padang Nggak Ada Nasi Padang, di Tegal Tetap Ada Warteg, tapi...

Kalau di Kota Padang Nggak Ada Nasi Padang, di Tegal Tetap Ada Warteg, tapi... (Ezagren via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang Tegal kalau nyebut warteg apaan, ya? Sama nggak sih kayak di daerah lain? Atau jangan-jangan beda?

Menarik sekali membaca artikel tentang nasi Padang yang ditulis oleh Mas Ilham Fahiza Putra. Terima kasih, lho, Mas. Berkat tulisan maseh, salah satu misteri hidup terpecahkan. Jujur saja, saya termasuk orang yang bertanya-tanya apakah ada nasi Padang di Padang. Ternyata jawabannya adalah nggak ada, adanya nasi ramas.

Pertanyaan apakah ada nasi Padang di Padang bisa jadi pertanyaan yang paling umum ditanyakan ketika seseorang terdeteksi sebagai orang Padang. Situasi tersebut sebetulnya nggak jauh berbeda dengan yang orang Tegal alami saat di perantauan.

Pertanyaan paling umum tentang warteg

Saat di perantauan atau sedang ke luar kota, begitu warga lokal tahu bahwa lawan bicaranya berasal dari Tegal, pertanyaan yang sering terlontar biasanya begini:

“Di Tegal ada warteg nggak?”

“Orang Tegal kalau nyebut warteg, tetap warteg apa warung aja?”

“Warteg di Tegal dan di tempat lain sama nggak?”

Ini serius. Waktu saya datang ke acara Festival Mojok dan mas MC-nya notice kalau saya dari Tegal, pertanyaan ini juga muncul. Ya wajar, sih, mengingat eksistensi warteg yang menjamur di mana-mana. Jadi, normal banget kalau orang-orang jadi penasaran dengan tempat makan yang satu ini.

Baca Juga:

Kenapa Bakmi Jogja Susah Bertahan di Tegal, tapi Gudeg Bisa?

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

Tetap ada di Tegal, tapi…

Berbeda dengan nasi Padang yang kata Mas Ilham nggak ada di Kota Padang, warteg tetaplah ada di kota ataupun kabupaten Tegal. Biasanya, tulisan W-A-R-T-E-G tertulis besar di dinding warung ataupun spanduk. Tulisan tersebut diikuti dengan nama pemilik warung, menjadi Warteg Bu Siti, Warteg Ibu Linda, dll.

Meskipun demikian, nggak semua warung yang menjual nasi dan lauk pauk di Tegal itu disebut dengan warteg, ya. Ada pula penjual nasi yang lebih memilih nama lain untuk dituliskan di spanduk mereka. Alternatif nama lainnya antara lain warung nasi, warung makan, atau bahkan warung saja.

Lantas, bagaimana cara kami, wong Tegal, menyebut tempat makan satu ini?

Begini. Meskipun di spanduk di warung tertulis dengan jelas “warteg”, dalam obrolan sehari-hari, kami menyebutnya dengan sebutan warung saja. Bukan warung nasi, bukan pula warteg. Kalaupun mau diberi tambahan, biasanya kami menambahkan nama pemilik warung.

Contoh kalimatnya begini: “Ngelih nemen sung. Maring warunge Yu Tuha, yuh,” yang berarti “Lapar banget, deh. Pergi ke warungnya Bu Tuha, yuk.”

Perbandingan dengan kota lain

Selanjutnya, soal warteg di Tegal dengan yang ada di kota lain. Apakah keduanya sama? Atau berbeda? Nih, saya beri tahu.

Pertama, soal bangunannya dulu. Pada umumnya, warteg yang ada di Tegal punya ciri bangunan yang khas, yaitu pada bagian mukanya ada papan-papan yang bisa dibongkar pasang. Saat warung akan buka, papan-papan ini dilepas. Nanti ketika sudah waktunya tutup, papan ini akan disusun kembali.

Kedua, pencahayaan. Di Tegal, tempat makan satu ini memiliki pencahayaan yang nggak terlalu terang. Nggak ada ceritanya warteg punya lampu yang terangnya saingan sama lampu depannya Scoopy. Lampu silau begitu baru ada ketika warteg kekinian itu lahir. Itu, lho, sebangsa Warteg Kharisma Bahari, Mamoka Bahari, etc.

Kalau soal rasa, jelas beda tangan yang masak, beda pula rasa yang tercipta. Meskipun demikian, ada pakem-pakem yang menjadi ciri khas warung makan ini, yaitu variasi lauknya banyak, kaya bumbu, dan makanannya cenderung pedas berminyak. Nah, tinggal dibandingkan deh dengan yang kamu jumpai di kotamu. Sama atau beda?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Makanan Red Flag dan Sebaiknya Dihindari di Warteg karena Nggak Dijaga Kebersihannya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2024 oleh

Tags: jawa tengahmenu wartegpilihan redaksirekomendasi wartegtegalwartegwarung makanwarung nasiwarung tegal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Kenapa Banyak Kucing Berdatangan setelah Kita Memberi Makan Kucing Liar_ terminal mojok

Kenapa Banyak Kucing Berdatangan setelah Kita Memberi Makan Kucing Liar?

26 September 2021
Dosa Lain Indomaret yang Membuat Pelanggan Kecewa

4 Dosa Lain Indomaret yang Membuat Pelanggan Kecewa

10 Januari 2024
9 Hal Menarik tentang Ninja di Jepang Terminal Mojok

9 Hal Menarik tentang Ninja di Jepang

7 Maret 2022
RPUL Kamus Bahasa Gaul Terlengkap 2021 terminal mojok.co

Kamus Bahasa Gaul Terlengkap 2021

3 Januari 2022

Busana Kim Kardashian di Met Gala Nggak Beda dengan Kiri Kekimcil-Kimcilan

17 September 2021
4 Mobil Toyota yang Remuk Redam di Pasaran Terminal Mojok

4 Mobil Toyota yang Remuk Redam di Pasaran

24 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.