Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Warna-warni Hanbok, Pakaian Orang Korea yang Penuh Filosofi dan Elok

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
26 November 2021
A A
Warna-warni Hanbok, Pakaian Orang Korea yang Filosofis dan Elok terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Hanbok sering kita jumpai dalam drama Korea bertema sageuk. Sebenarnya seperti apa sih pakaian tradisional orang Korea ini?

Akhir tahun 2021 ini para pencinta drama Korea sangat sejahtera. Selain karena banyak banget drama Korea dengan plot yang bagus, drakor bergenre sageuk juga sedang bergerombol di akhir tahun. Setelah penayangan Lovers of the Red Sky selesai, ada tiga drakor sageuk menyusul, yaitu The King’s Affection, Secret Royal Inspector and Joy, dan Red Sleeve.

Dengan banyaknya drakor sageuk ini, frekuensi menyaksikan para aktor dan aktris Korea Selatan melakonkan perannya dalam balutan hanbok akan meningkat. Mungkin setelah menonton keempat sageuk di atas, ada peningkatan keinginan seseorang buat menjajal memakai hanbok sambil berkeliling di Hanok Village atau Istana Changdeok, sekalian membayangkan diri ini jadi putri Kerajaan Joseon.

Di Indonesia pun sudah mulai mudah ditemukan hanbok. Dalam acara maupun perayaan yang berkaitan dengan budaya Korea atau K-Pop, umumnya akan ada persewaan hanbok. Cukup banyak juga para penggemar Hallyu yang melakukan prewedding dengan memakai hanbok.

Nah, jika sudah mengetahui wujud hanbok, rasanya kurang kalau nggak sekalian mengenalnya secara lebih dalam. Busana tradisional yang disebut sebagai “chosun-ot” di Korea Utara ini terlihat cukup sederhana. Tapi, tahukah kamu bahwa hanbok punya bagian-bagian yang cukup rumit dan filosofis? Bahkan jenis hanbok pun sangat beraneka ragam. Kali ini mari kita kulik bagian-bagian dari hanbok yang dikenakan oleh perempuan. Kaja!

#1 Jeogori

Jeogori ini merupakan bagian teratas dari hanbok yang wujudnya mirip seperti rompi atau jaket. Jeogori berfungsi untuk menutupi bagian lengan dan tubuh bagian atas dari pemakainya. Oh ya, satu jeogori terdiri atas berbagai bagian, yakni hwajang, godae, kkeutdong, somae, goreum, u, doryeon, jindong, gil, baerae, git, dan dongjeong. Banyaknyaaa~

Dapat kita temukan bordiran berupa bunga atau hewan di bagian dari hanbok ini. Tujuannya adalah untuk mendoakan keinginan pemakainya. Misalnya, bunga teratai diartikan sebagai harapan akan budi yang luhur. Ada pula bordiran buah delima yang umumnya merepresentasikan keinginan akan momongan. Shin So Eun dalam drama The King’s Affection pernah memakai jeogori biru dengan bordiran bunga peony sebagai sebuah harapan akan kehormatan dan kekayaan.

Jeogori ini paling sering mengalami modifikasi dari masa ke masa. Di era Kerajaan Goguryeo dan Goryeo, lengan jeogori cenderung luas dan panjang jeogori menjulur sampai ke paha atau lutut. Pada awal berdirinya Kerajaan Joseon, lengan jeogori sedikit menyempit. Lalu pada masa akhir Joseon, jeogori hanya sepanjang dada dan lengannya dibuat pas dengan ukuran pemakainya.

Baca Juga:

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

3 Drama Korea Terbaru yang Sebaiknya Jangan Ditonton demi Kesehatan Mental  

#2 Goreum

Saat memperhatikan hanbok, kita bisa menemukan pita yang terbentuk di bagian dada. Pita ini bernama goreum, yang berfungsi untuk menyatukan dua bagian jeogori dengan cara menyimpulkannya. Cara mengikat goreum ini nggak boleh asal, lho. Kalau asal-asalan, bisa-bisa kita dimarahin oleh ibu mertua dan tetangga kayak Kim Joyi di drakor Secret Royal Inspector and Joy.

#3 Chima

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, chima ini berarti rok. Memang sudah bisa ditebak bahwa bagian dari hanbok ini merupakan pakaian bawahan. Warna chima yang dikenakan oleh seseorang merepresentasikan status sosialnya. Umumnya warna hanbok bernuansa cerah, kan? Itu karena spektrum warna ini berkaitan dengan komponen yin dan yang.

Chima yang dikenakan oleh rakyat biasa, kaum bangsawan, dan keluarga kerajaan pun berbeda-beda. Chima yang diperuntukkan bagi rakyat biasanya sudah pasti sangat sederhana dengan wujud polos dan warna yang terbatas. Untuk kaum bangsawan, pilihan warna chima dan motifnya sangat beragam, tapi mereka tetap harus mematuhi aturan penggunaan warna tertentu. Rok yang dipakai oleh keluarga ningrat umumnya berukuran lebih luas dan memiliki pola-pola di ujung bawah rok yang lazimnya berwarna emas.

#4 Baji

Sama seperti orang-orang di masa modern, masyarakat di era kerajaan Semenanjung Korea juga mengenakan celana sebagai dalaman. Celana yang dinamakan baji atau sokbaji ini umumnya berwarna putih dan memiliki tali untuk mengaitkannya ke tubuh pemakainya. Maklum, zaman dulu belum ada ritsleting atau kancing.

#5 Sseugae-chima

Kalau kamu suka nonton drakor sageuk, pasti kamu nggak akan asing lagi dengan pemandangan perempuan yang mengenakan semacam jaket atau pakaian panjang untuk menutupi kepala dan wajah. Rupanya, perempuan, khususnya yang berasal dari keluarga bangsawan, mengenakan sseugae-chima saat keluar rumah. Sseugae-chima yang digunakan untuk “krukupan” ini sebenarnya merupakan simbol terbatasnya mobilitas perempuan. Lha, mereka keluar rumah saja harus menyembunyikan wajah menggunakan sseugae-chima. Tapi seiring dengan adanya modernisasi dan gerakan emansipasi perempuan, sseugae-chima ini perlahan lenyap karena nggak digunakan lagi.

#6 Beoseon

Siapa bilang kaus kaki hanya dipakai oleh manusia zaman jigeum? Masyarakat di zaman kerajaan di Semenanjung Korea pun sudah mengenakan kaus kaki yang mereka sebut dengan nama beoseon.

Selain menjadi penghangat kaki, beoseon ini juga menjadi pelengkap gaya. Soalnya, kaus kaki yang dikenakan oleh masyarakat kelas atas memiliki motif dan macam yang unyu-unyu.

#7 Hwa dan Jipsin

Nah, jika sudah mengenakan hanbok secara lengkap dari atas sampai bawah, lengkap dengan rambut yang dikepang dan mengenakan binyeo, serta sudah memakai beoseon, nggak akan komplet kalau nggak mengenakan sepatu. Akan kelihatan aneh jika seorang kaum bangsawan sudah tampil cakep, tapi ternyata cekeran. Oleh karenanya, untuk melengkapi kerapian, seorang bangsawan akan mengenakan hwa. Hwa ini adalah sepatu kulit. Hwa bisa dibuat secara custom dengan mendatangi perajin sepatu. Tapi kalau malas menunggu lama, kaum bangsawan Joseon umumnya akan membeli sepatu di pasar.

Berbeda dengan kelas atas, rakyat biasa nggak diperkenankan untuk memakai hwa. Pendapatan mereka sehari-hari pun akan digunakan untuk bertahan hidup alih-alih berfoya-foya dengan membeli sepatu mewah. Maka sering kita saksikan dalam sageuk bahwa masyarakat kelas bawah mengenakan sepatu dari jerami bernama jipsin.

Banyak juga, ya, bagian-bagian dari satu set hanbok ini. Berhubung sekarang sudah tau elemen-elemen hanbok, jangan lupa untuk mencoba memakainya, ya~

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2021 oleh

Tags: hanbokKorea Selatanpakaian tradisional
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Skandal Kim Seon Ho dan Kenyataan Cancel Culture dalam Budaya Populer Korea Selatan terminal mojok

Skandal Kim Seon Ho dan Sadisnya Cancel Culture di Korea Selatan

21 Oktober 2021
Susi dan Jeongsi, Dua Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di Korea Selatan Terminal Mojok

Susi dan Jeongsi, Dua Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di Korea Selatan

10 Februari 2022
Orang Korea Selatan dan Obsesinya pada Lotre terminal mojok.co

Orang Korea Selatan dan Obsesinya pada Lotre

14 Januari 2022
8 Drama Korea dengan Cerita Paling Nggak Masuk Akal Sepanjang Masa. Freak Abis!

8 Drama Korea dengan Cerita Paling Nggak Masuk Akal Sepanjang Masa. Freak Abis!

24 Februari 2024
4 Adegan Drama Korea yang Nggak Relate bagi Orang Indonesia Mojok.co

4 Adegan Drama Korea yang Nggak Relate bagi Orang Indonesia

16 Januari 2024
Mengenal Baeksang Arts Awards, Ajang Penghargaan Terbesar Industri Perfilman Korea Selatan terminal mojok

Mengenal Baeksang Arts Awards, Ajang Penghargaan Terbesar Industri Perfilman Korea Selatan

13 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stop Geber-Geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

Stop Geber-geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

18 April 2026
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!

16 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga Mojok.co

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga

16 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.